Drama Korea yang Menggambarkan Penyesalan dan Pertobatan Pelaku Bullying
Perundungan atau bullying sering kali meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi korban, tapi juga bagi pelaku. Meskipun jarang terlihat, beberapa drama Korea menampilkan sisi lain dari para pelaku, yaitu rasa bersalah dan upaya untuk memperbaiki kesalahan masa lalu. Berikut adalah beberapa drakor yang menghadirkan pesan penting tentang penyesalan dan pertobatan.
1. Angry Mom (2015)
Angry Mom menceritakan perjuangan seorang ibu, Jo Kang Ja (Kim Hee Sun), dalam mengungkap kasus perundungan yang melibatkan putrinya, Oh Ah Ran (Kim You Jung). Dalam prosesnya, ia menyamar sebagai siswi SMA tempat putrinya bersekolah. Di akhir episode ke-16, terungkap bahwa Ahn Dong Chil (Kim Hee Won) adalah mantan preman sekolah yang dulu menjadi pelaku kekerasan. Ia mulai menyesali tindakannya dan akhirnya berkata jujur pada Oh Ah Ran bahwa ia adalah keponakannya.
Pertobatannya bukan hanya diwujudkan dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan nyata seperti meminta maaf dan membantu korban. Selain itu, karakter Go Bok Dong (Kim Ji Soo) juga mengalami perubahan besar. Awalnya ia menjadi pelaku bullying, namun setelah bertemu Jo Kang Ja, ia belajar tentang kasih sayang dan mulai melindungi korban.
2. True Beauty (2020)

True Beauty menggambarkan hubungan antara Lim Ju Gyeong (Moon Ga Young) dan Kang Su Jin (Park Yoo Na). Mereka pernah bersahabat, namun ketika Su Jin menyukai Lee Su Ho (Cha Eun Woo), yang juga disukai Ju Gyeong, rasa cemburu membuatnya menyebarkan video masa lalu Ju Gyeong. Akibatnya, Ju Gyeong menjadi korban bullying. Ketika kebenaran terungkap, Su Jin merasa sendirian dan mulai menyadari betapa dalam luka yang telah ia timbulkan.
True Beauty menunjukkan bahwa meski pelaku bullying bisa menyesal, pertobatan sejati membutuhkan keberanian untuk meminta maaf dan memperbaiki diri, bukan hanya sekadar menyesali akibatnya.
3. High School Return of a Gangster (2024)

High School Return of a Gangster mengisahkan pertukaran tubuh antara Kim Deuk Pal (Lee Seo Jin), seorang gangster, dan Song Yi Heon (Yoon Chan Young), seorang anak SMA yang ingin mengakhiri hidupnya. Setelah mengambil alih tubuh Yi Heon, Kim Deuk Pal melawan para pelaku bullying dan mulai membangun pertemanan dengan teman sekelasnya. Di akhir episode ke-8, Hong Jae Min (Joo Yoon Chan) mengaku dan membantu Yi Heon memenangkan kasus perundungan. Meski Yi Heon memaafkan, Hong Jae Min dan teman-temannya tetap masuk tahanan remaja.
Momen ini menunjukkan bahwa pertobatan sejati lahir dari kesadaran dan rasa bersalah yang mendalam, bukan dari ketakutan akan hukuman. Meski penyesalan datang terlambat, pesan utamanya tetap jelas: setiap pelaku masih punya kesempatan untuk berubah asalkan berani mengakui kesalahannya.
4. Bitch x Rich 1-2 (2023-2025)

Bitch x Rich mengisahkan Kim Hye In (Lee Eun Saem), seorang siswi dari keluarga sederhana yang dirundung di sekolah elite. Di sana, ia bertemu Baek Je Na (Yeri), siswi paling berkuasa di sekolah tersebut. Di season kedua, Kim Hye In menjadi anggota Diamond 6 yang menguasai SMA Internasional Chungdam. Sementara itu, Baek Je Na terancam kehilangan persahabatan dan hak pengelolaan perusahaan milik ayahnya. Keduanya kini harus bekerja sama demi kepentingan masing-masing, menjelaskan bagaimana kekuasaan tanpa empati hanyalah kehampaan.
5. Weak Hero Class 1-2 (2022-2025)

Weak Hero Class mengisahkan Yeon Si Eun (Park Ji Hoon), seorang siswa teladan yang lemah secara fisik, namun berani melawan kekerasan di sekolah. Di musim kedua, ia pindah ke SMA Eunjang dan menjalin persahabatan baru. Di musim pertama, sosok Oh Beom Seok (Hong Kyung) meninggalkan luka mendalam karena rasa iri dan tekanan batin. Di musim kedua, ia kembali diperlihatkan melalui kilas balik, menjadi bayangan masa lalu yang terus menghantui Si Eun.
Meski Beom Seok menyesali perbuatannya dan mengasingkan diri ke Filipina, konsekuensi dari tindakannya masih terasa. Drakor ini menyoroti bahwa penyesalan tidak selalu menghapus luka, tetapi bisa menjadi langkah pertama menuju kesadaran diri.
Kesimpulan
Manusia memang tidak sempurna. Kita semua pernah memiliki sisi gelap yang pernah melukai orang lain. Namun, tidak semua berani mengakui, menyesal, dan memperbaikinya. Penyesalan bisa menjadi titik balik menuju kebaikan. Pertobatan bukan tentang melupakan kejahatan masa lalu, melainkan belajar mencintai diri secara bijak agar tidak mengulang luka yang sama pada orang lain.


