4 Berita Populer Sumbar: Warga Tutup Pintu Usai Munculnya Harimau dan Penangkapan Curanmor

Posted on

Warga di Jorong Batu Gadang Meningkatkan Kewaspadaan Pasca Kemunculan Harimau Sumatera

Warga di Jorong Batu Gadang, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat meningkatkan kewaspadaan pasca munculnya harimau Sumatera di wilayah mereka. Nasir Datuak Nan Salibu, warga setempat mengaku langsung menutup pintu bila sudah mulai senja. Ditemui oleh media di warungnya yang berlokasi di pinggir jalan raya Bukittinggi-Medan, Kamis (16/10/2025) sore, Nasir memilih mengurangi aktivitas bila malam menjelang.

Diketahui, lokasi kemunculan harimau di kawasan perkantoran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kabupaten Agam, berdekatan dengan rumah Nasir. Harimau menampakkan diri di lokasi kantor ini Rabu (15/10/2025) sekira pukul 01:30 WIB, berdasarkan pantauan CCTV. Tiga hari sebelumnya, harimau juga tampak langsung oleh warga bernama Dasril saat membersihkan sawahnya, Minggu (12/10/2025) pagi. Jarak sawah Dasril dengan kantor BRIN sekitar 3,7 km.

Nasir mengatakan, akan menutup pintu rumahnya pasca kemunculan Harimau Sumatera yang terpantau kamera CCTV kantor BRIN di Kabupaten Agam. “Kalau sudah malam, langsung tutup pintu,” katanya. Namun saat siang hari, ia mengaku masih beraktivitas seperti biasa, lantaran masih bisa melihat jika ada tanda-tanda kedatangan harimau. “Namun kalau malam tidak bisa, karena sudah gelap, pukul 18:00 WIB langsung tutup pintu rumah,” tambahnya.

Kekhawatiran juga disampaikan Ramza Ernedi, pegawai BRIN di Agam. Pasca kemunculan Harimau Sumatera di kawasan perkantoran BRIN para pegawai mengaku ketakutan. “Ketakutan, apalagi pegawai perempuan,” kata Ramza saat memberikan keterangan di kawasan BRIN Agam. Ramza sendiri mengalami paranoid saat melewati jalan menuju kantor BRIN. “Ya, pasti takut, terpikirkan terus,” terangnya.

Pegawai bidang Penelitian dan Perekayasaan ini menambahkan setelah kemunculan harimau yang terpantau CCTV masuk ke dalam kawasan perkantoran, aktivitas pegawai dialihkan secara daring (dalam jaringan). Pimpinan kantornya memberlakukan Work From Home (WFH). Kendati demikian, sampai kapan WFH berlangsung, ia tidak dapat memastikan secara pasti. “Jangka waktu WFH belum pasti kata direktur kami. Intinya sampai situasi kondusif,” sambung Ramza.

BKSDA Langsung Larang Warga

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat mengambil langkah setelah Harimau Sumatera terpantau memasuki kawasan kantor Balai Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Koto Tabang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, mengatakan pihaknya langsung melarang masyarakat beraktivitas di sekitar lokasi kemunculan Harimau Sumatera tersebut. “Kami sudah berkoordinasi dengan perangkat nagari untuk melarang masyarakat beraktivitas sementara waktu di area sekitar,” tegas Ade, Rabu (15/10/2025) lalu.

Harimau Sumatera atau Phantera tigris sumatrae terpantau CCTV kantor Balai Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (15/10/2025) dini hari. Lokasi tepatnya kantor BRIN berada di Koto Tabang, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten agam. Berdasarkan pantauan CCTV di kantor BRIN yang beredar, terlihat Harimau Sumatera memasuki kawasan perkantoran. Phantera tigris sumatrae terlihat mengelilingi perkantoran hingga ke bagian belakang. Ade Putra membenarkan terkait Harimau Sumatera yang memasuki kawasan perkantoran BRIN di Agam tersebut. “Benar, Harimau Sumatera terlihat sekitar pukul 01:30 di kawasan kantor BRIN Agam, Rabu (15/10/2025) dini hari,” jelasnya.

Ia menjelaskan, saat sekarang BKSDA Sumbar sudah menetapkan siaga satu pasca kemunculan Harimau Sumatera memasuki kawasan perkantoran BRIN di Agam. “Saat ini kami sudah menetapkan status siaga satu,” jelasnya. Selain itu, pihaknya juga sudah melarang masyarakat yang beraktifitas di sekitar lokasi kemunculan harimau.

Sempat Terpantau Drone Thermal, Harimau Sudah Menjauh dari Kawasan BRIN di Agam

Harimau Sumatera yang sempat masuk ke dalam Kawasan perkantoran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kabupaten Agam Rabu (15/10/2025) dini hari lalu, sudah mulai menjauh. Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra saat dihubungi Sabtu (18/10/2025) sore menuturkan, berdasarkan pantauan drone thermal, Sabtu pagi sudah tidak tampak tanda-tanda kehadiran harimau di sekitar Kawasan kantor.

Kondisi ini berbeda dengan beberapa hari sebelumnya. Selain menggunakan camera trap, BKSDA juga memanfaatkan drone thermal untuk memantau keberadaan harimau yang sempat membuat heboh warga Palupuah, Agam. Berdasarkan berdasarkan pantauan drone thermal pada Kamis (16/10/2025) pukul 02:00 WIB, tampak posisi harimau berjarak 700 meter dari kawasan kantor BRIN di Kabupaten Agam. “Pemantauan dilakukan menggunakan drone geothermal pada Kamis (16/10/2025), didapati keberadaan Harimau Sumatera tersebut berjarak 700 meter dari kawasan kantor BRIN,” kata Ade saat memberikan keterangan.

Sedangkan pemantauan juga dilakukan pada Kamis siang, sekira pukul 11:00 WIB dan didapati jika Harimau Sumatera tersebut hanya berjarak 200 meter dari kawasan kantor BRIN. “Pemantauan pada Kamis jam 11:00 WIB siang itu, didapati jaraknya hanya 200 meter,” pungkasnya. Sabtu (18/10/2025) Ade menuturkan hingga pukul 09.00 WIB pemantauan terakhir, harimau tidak tampak di drone thermal. Kondisi ini sudah terjadi sejak Jumat kemarin. Besar kemungkinan harimau sudah masuk kembali ke kawasan hutan. Namun, lanjut Ade, BKSDA masih akan terus memantau untuk memastikan apakah dua anak harimau itu sudah kembali lagi bersama induk mereka. Saat ini BKSDA belum bisa memastikan apakah dua anak harimau itu bertemu induknya atau tidak. Namun besar kemungkinan bertemu karena Jumat kemarin, induknya terpantau mendekat di balik tembok sisi luar kawasan perkantoran BRIN.

Kenapa Harimau Bisa Masuk Perkantoran BRIN?

Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra mengungkap bahwa anak harimau Sumatera yang memasuki perkantoran Badan Riset dan Inovasi (BRIN) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, diduga sedang mengejar anjing. Setelah mendapatkan laporan terkait harimau di kawasan BRIN yang terekam CCTV kantor pada Rabu (15/10/2025) pukul 01:30 WIB, pihaknya menemukan jejak hewan yang dilindungi tersebut. Jejaknya ditemukan tidak jauh dari bangunan perkantoran, hanya berjarak 15 meter. “Berdasarkan rekaman kamera CCTV, diduga satwa ini mengejar anjing ke dalam kawasan ini. Kemudian terjebak dalam kawasan ini,” sambung Ade.

Sebelumnya muncul di kawasan perkantoran BRIN, Ade Putra menyebut telah menerima laporan kemunculan Harimau Sumatera di jalan lintas Bukittinggi menuju Medan sejak Minggu (12/10/2025). Harimau itu melintas di Jorong Batu Gadang, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. “Sejak tanggal 12 Oktober 2025 itu kami melakukan penanganan ke beberapa lokasi melintasnya harimau,” kata Ade saat ditemui di kawasan Badan Riset dan Inovasi (BRIN) Kabupaten Agam, Kamis (16/10/2025). Berdasarkan pemantauan kamera trap pihaknya, ditemukan visual induk dan dua anak. Pihaknya berusaha melakukan penghalauan atau penggiringan ke habitat semula. “Kemudian pada Kamis (16/10/2025) pagi, kami kembali mendapatkan laporan ditemukannya jejak harimau di kawasan BRIN,” sambung Ade. Mendapati laporan itu, pihaknya lantas melakukan koordinasi dengan pimpinan BRIN. “Didapatkan melalui kamera CCTV, ada satu individu harimau masuk ke kawasan ini,” terang Ade. Kata Ade, berdasarkan hasil identifikasi pihaknya bahwa harimau yang memasuki kawasan BRIN merupakan harimau yang sama dengan hari Minggu (12/10/2025) lalu.

Polres Payakumbuh Tangkap Pelaku Curanmor, Satu Komplotan Masih Buron

Polres Payakumbuh, Sumatera Barat berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di wilayah hukumnya. Penangkapan pelaku dilakukan tim Satreskrim pada Jumat (17/10/2025) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB di wilayah hukum Polsek Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. Pelaku berinisial Z (40), warga Kelurahan Parit Rantang, Kecamatan Payakumbuh Barat, ditangkap setelah polisi mengantongi bukti keterlibatannya dalam kasus curanmor di gudang Dinas Perikanan Kota Payakumbuh. Aksi tersebut terjadi pada Februari 2025 di Kelurahan Padang Tinggi Piliang, Kecamatan Payakumbuh Barat.

Kapolres Payakumbuh AKBP Ricky Ricardo, SIKSHMH melalui Kasat Reskrim IPTU Andrio Siregar, SH,MH, mengatakan tersangka ditangkap karena telah melakukan pencurian kendaraan bermotor di sebuah gudang Dinas Perikanan Kota Payakumbuh yang terletak di Kel. Padang Tinggi Piliang Kec. Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh pada bulan Februari 2025 lalu. Kasat menambahkan, tersangka Z pada saat melakukan aksinya turut dibantu oleh satu orang tersangka lainya berinisal EB namun saat melakukan pencarian yang bersangkutan sudah melarikan diri (DPO). “Betul, satu orang tersangka inisial Z sudah kita tangkap setelah kita melakukan koordinasi dengan Polsek Harau Polres 50 Kota, kata IPTU Andrio Siregar,” katanya dilansir resmi.

Perihal barang bukti sepeda motor hasil tindak pidana yang dilakukan Z dengan rekanya EB, IPTU Andrio Siregar mengatakan bahwa barang bukti tersebut ternyata sudah menjadi barang bukti terlebih dahulu di kantor Kejaksaan Negeri Payakumbuh. Hal ini di karenakan sepeda motor hasil curian tersebut terjaring saat penertiban balap liar yang dilakukan oleh Tim KRYD Polres Payakumbuh pada bulan Mei lalu. “Benar, kami sudah cross check ke unit tilang Sat Lantas Polres Payakumbuh dan memastikan barang bukti tersebut sudah berada di tempat yang seharusnya,” terang IPTU Andrio. Pengungkapan dua kasus curanmor berturut-turut oleh jajaran Sat Reskrim Polres Payakumbuh ini menurut IPTU Andrio merupakan bukti nyata dan komitmen kuat Polres Payakumbuh dalam mengikis habis segala bentuk tindak kejahatan.

Manajemen Semen Padang FC Berganti, Hermawan Ardiyanto Gantikan Win Bernadino sebagai CEO

Manajemen Semen Padang FC resmi melakukan perubahan pimpinan. Posisi Chief Executive Officer (CEO) yang sebelumnya dijabat oleh Win Bernadino kini beralih kepada Hermawan Ardiyanto, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Umum klub. Pergantian pimpinan ini tertuang dalam Keputusan Pemegang Saham di Luar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) PT Kabau Sirah Semen Padang (Perseroan) tertanggal 3 Oktober 2025. Selain di posisi CEO, perubahan juga dilakukan pada jajaran komisaris klub berjuluk Kabau Sirah itu.

Hermawan Ardiyanto mengatakan, rotasi jabatan di tubuh manajemen merupakan hal yang wajar dalam organisasi profesional. Menurutnya, langkah ini diambil agar roda manajemen klub tetap berjalan efektif dan selaras dengan arah kebijakan perusahaan. “Pergantian pengurus ini hal yang biasa dalam manajemen. Pak Win saat ini tengah mendapat amanah yang mengharuskannya fokus pada tugas barunya sebagai Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang,” ujar Hermawan dalam keterangan wartawan, Sabtu (18/10/2025).

Hermawan berharap, perubahan di struktur pimpinan ini bisa menghadirkan suasana baru sekaligus menjadi dorongan semangat bagi tim Semen Padang FC yang saat ini masih berjuang keluar dari zona degradasi BRI Super League 2025. “Kita harapkan dengan perubahan ini, tim bisa lebih solid dan termotivasi menghadapi sisa kompetisi,” tambahnya. Berikut susunan pengurus terbaru PT Kabau Sirah Semen Padang (Semen Padang FC):

  • Komisaris Utama: Ilham Aldelano Azre
  • Komisaris: Braditi Moulevey
  • Komisaris: Erick Reza Alandri
  • Direktur Utama (CEO): Hermawan Ardiyanto
  • Direktur Operasional: Akhmayanda Nasution

Dengan perubahan ini, manajemen berharap Semen Padang FC bisa lebih stabil, baik dari sisi organisasi maupun performa tim di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *