3 Jalan di Sulut yang Jadi Sorotan Warga Pada 10 Februari 2026: Rusak dan Macet

Posted on

Jalan Rusak di Sulawesi Utara Menimbulkan Kekhawatiran

Beberapa jalan di Sulawesi Utara (Sulut) kini menjadi perhatian warga setempat. Kondisi jalan yang rusak dan berlubang dinilai membahayakan pengendara serta mengganggu kelancaran lalu lintas. Bahkan, beberapa titik jalan dikeluhkan karena sering menyebabkan kemacetan. Berikut adalah beberapa jalan yang disorot akhir-akhir ini.

Jalan Berlubang di Motoboi Kecil, Kotamobagu Sulut Dikeluhkan Pengendara

Jalan Garuda di Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, mengalami kerusakan parah. Beberapa lubang besar terlihat di sepanjang jalan, terutama di dekat sebuah jembatan. Pengendara roda dua maupun roda empat harus berhati-hati saat melewati area tersebut.

Arman, salah satu pengendara yang melintas, mengungkapkan kekhawatirannya. “Kalau tidak pelan-pelan bisa bahaya, apalagi malam hari lubangnya tidak terlalu kelihatan. Sudah beberapa kali lihat motor hampir jatuh,” katanya.

Warga setempat juga merasa khawatir dengan kondisi jalan yang sudah cukup lama rusak. Egi, warga Motoboi Kecil, berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar kondisi jalan tidak semakin parah.

Jalan Garuda merupakan akses penting antar wilayah di Kecamatan Kotamobagu Selatan. Warga dan pengguna jalan berharap pemerintah segera menangani masalah ini agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.

Jalan Kabupaten di Desa Kuala Rusak Parah

Di Desa Kuala, Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), jalan kabupaten mengalami kerusakan parah. Jalan ini merupakan akses vital menuju Ibu Kota Kabupaten Boltara, Boroko, yang hanya berjarak sekitar 5 menit dari ruas jalan tersebut.

Dari pantauan, jalan ini memiliki banyak lubang besar yang dipenuhi genangan air. Kendaraan yang melintas sering terperosok ke dalam lubang tersebut. Beberapa pengendara bahkan memilih mengambil jalur dari arah berlawanan untuk menghindari kerusakan.

Kepala Dinas PUTR Boltara, Abdul Jalil Pandialang, menjelaskan bahwa jalan ini termasuk dalam kewenangan pemerintah kabupaten. Meskipun pemerintah daerah terus berupaya memenuhi keluhan masyarakat, keterbatasan anggaran membuat solusi lain harus dicari.

Pandialang juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat terkait penanganan jalan tersebut. “Ini sudah kami masukan ke usulan Impres jalan daerah. Dari 9 usulan prioritas nomor 1 adalah jalan di Desa Kula ini,” tutupnya.

Jalan Walanda Maramis Manado Berlubang, Warga Sebut Bikin Macet

Jalan Walanda Maramis di Kota Manado, Sulawesi Utara, juga menjadi perhatian warga. Salah satu titik kerusakan ada di persimpangan Jalan Walanda Maramis dan Jalan Sugiono. Kerusakan ini dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk.

Alfon, tukang parkir di lokasi tersebut, mengatakan bahwa kerusakan jalan ini sudah beberapa kali ditambal. Namun, kualitas perbaikan dinilai belum maksimal. “Kebanyakan pakai aspal, tapi ada juga yang cuma pakai semen,” ujarnya.

Meski belum ada kecelakaan, Alfon mengungkapkan bahwa lubang-lubang ini sering menyebabkan kemacetan. Wanda, seorang pengendara yang sering melintas, menambahkan bahwa kerusakan jalan semakin memperparah kepadatan lalu lintas, khususnya pada sore hari.

Wanda menduga, seringnya kendaraan besar melintas menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan.

Tentang Sulawesi Utara

Sulawesi Utara, disingkat Sulut, adalah salah satu provinsi yang terletak di ujung utara Pulau Sulawesi, Indonesia. Ibu kotanya berada di Kota Manado. Sulut berbatasan dengan Laut Maluku dan Samudra Pasifik di sebelah timur, Laut Maluku dan Teluk Tomini di sebelah selatan, Laut Sulawesi dan Provinsi Gorontalo di sebelah barat, serta Provinsi Davao Occidental di sebelah utara.

Penduduk Sulawesi Utara pada akhir tahun 2024 mencapai 2.645.291 jiwa, dengan luas wilayah 13.892,47 km². Wilayah ini memiliki 287 pulau, dengan 59 di antaranya berpenghuni. Administratif Sulut terbagi menjadi 4 kota dan 11 kabupaten, dengan 1.664 desa/kelurahan.

Sulawesi Utara dibagi menjadi dua zona: zona selatan yang berupa dataran rendah dan tinggi, serta zona utara yang meliputi kepulauan. Zona ekonomi eksklusif Sulut mencapai 190.000 km², dengan pesisir pantai sepanjang 2.395,99 km dan luas hutan mencapai 701.885 hektare.