3 faktor utama terungkap, Shin Tae-yong tak jadi ke Persebaya

Posted on

PasarModern.com—Isu Shin Tae-yong kandas menjadi sorotan setelah rumor kepindahan ke Persebaya Surabaya kian meredup jelang Super League 2025/2026. Tiga faktor krusial disebut menjadi penyebab utama gagalnya mantan pelatih Timnas Indonesia itu merapat ke Green Force.

Kabar ini pertama kali menguat lewat unggahan fanbase @onlinepersebaya yang menyebut peluang transfer Shin Tae-yong ke Persebaya sangat kecil. Dalam unggahan itu ditegaskan situasi sudah cukup jelas dan kecil kemungkinan berubah dalam waktu dekat.

“LOW CHANCES,” tulis @onlinepersebaya membuka pernyataan yang langsung menyita perhatian suporter Persebaya terkait Shin Tae-yong.

Fanbase tersebut memaparkan tiga faktor utama yang membuat isu Shin Tae-yong kandas di tengah jalan.

“Faktor pertama, Shin Tae-yong mengonfirmasi telah mendapatkan tawaran dari satu klub dan satu tim nasional, namun belum mengambil keputusan,” tulis akun tersebut.

Situasi ini membuat fokus Shin Tae-yong belum sepenuhnya tertuju pada Persebaya Surabaya.

Faktor kedua datang dari internal Persebaya Surabaya yang disebut sudah punya rencana sendiri.

“Faktor kedua, sementara itu, Persebaya sendiri sudah mencapai kesepakatan proyek jangka panjang dengan pelatih baru,” lanjut pernyataan itu.

Artinya, Persebaya Surabaya dinilai tak ingin mengambil risiko dengan mengubah arah proyek yang sudah disusun. Konsistensi jangka panjang menjadi pertimbangan penting manajemen dalam menentukan nahkoda tim.

Faktor ketiga tak kalah krusial karena menyangkut aspek finansial klub. “Faktor ketiga, faktor permintaan gaji juga dinilai terlalu tinggi dan berpotensi mengganggu keseimbangan finansial Persebaya,” urai pernyataan itu.

Dengan tiga faktor tersebut, kesimpulan pun ditarik secara tegas oleh fanbase Persebaya Surabaya. “Situasi cukup jelas, transfer kecil kemungkinan terjadi,” tulis @onlinepersebaya menutup pernyataannya.

Sebelumnya, Shin Tae-yong memang santer dikaitkan dengan Persebaya Surabaya usai tak lagi menangani Timnas Indonesia. Namanya kembali mencuat setelah PSSI memecat Patrick Kluivert dari kursi pelatih kepala.

Namun rumor comeback Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia urung terwujud. Timnas Indonesia justru disinyalir mengarah ke pelatih asal Inggris, John Herdman.

Di tengah ketidakpastian itu, Persebaya Surabaya muncul sebagai opsi realistis bagi Shin Tae-yong. Rumor tersebut semakin kuat setelah kolom komentar akun @onlinepersebaya ramai oleh usul nama Shin Tae-yong.

“Saranku lo ya..jupuk o sty krn pelatih fisiknya sdh di sana,” tulis salah satu Bonek. Komentar ini merujuk pada kedekatan Shin Tae-yong dengan staf yang kini ada di Persebaya Surabaya.

Komentar serupa datang dari akun salah satu Bonek yang menulis, “Fix STY ta iki? cocok wes pelatih fisik kan pernah dadi staf e pisan,” tulis akun itu.

Nama Shin Tae-yong terus digaungkan oleh para pendukung Green Force. “STY,” tulis salah satu Bonek.

Ada pula komentar bernada skeptis namun tetap menyebut namanya.

SAIKI AKU GK PERCOYO RUMOR AYO SIN TAE YONGG,” tulis salah satu Bonek.

Antusiasme suporter terlihat meski rumor belum berujung kepastian. Sebagian fans bahkan membandingkan Shin Tae-yong dengan nama-nama besar lain.

Iki sidone Zidane, Slot, Klop, STY, opo Mourinho?” tulis salah satu Bonek dengan nada bercanda.

Di sisi lain, Persebaya Surabaya saat ini juga memiliki Shin Sang-gyu sebagai bagian staf kepelatihan. Dia merupakan mantan asisten Shin Tae-yong saat di Timnas Indonesia.

Kehadiran Shin Sang-gyu sebenarnya bisa menjadi keuntungan jika Shin Tae-yong datang. Namun faktor-faktor krusial tadi membuat peluang tersebut semakin menipis.

Shin Tae-yong kini berstatus tanpa klub setelah dipecat Ulsan HD pada 9 Oktober 2025. Masa baktinya di klub K League itu hanya berlangsung sekitar 65 hari.

Selama menangani Ulsan HD, dia memimpin 10 pertandingan dengan hasil 2 menang, 4 imbang, dan 4 kalah. Tren negatif serta konflik komunikasi dengan pemain disebut jadi alasan pemecatan.

Meski begitu, rekam jejak Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia meninggalkan kesan mendalam. Dia pertama kali datang sebagai pelatih Timnas U-23 pada 8 Januari 2020.

Pada tahun pertama, Shin Tae-yong membawa Indonesia ke final Piala AFF 2020. Indonesia harus puas menjadi runner-up setelah gagal meraih gelar juara.

Prestasi lain datang saat dia membawa Indonesia lolos ke Piala Asia 2023 dan 2024. Puncaknya terjadi di Piala Asia Qatar 2024 saat Indonesia tembus semifinal.

Momen paling bersejarah adalah kemenangan Indonesia atas Korea Selatan. Hasil itu menjadi catatan emas dalam sejarah sepak bola nasional.

Di bawah asuhannya, ranking FIFA Indonesia melonjak signifikan. Dari posisi 173, Indonesia naik ke peringkat 134 dunia.

Namun kebersamaan itu berakhir setelah Indonesia kalah 0-1 dari Filipina di Piala ASEAN 2024. PSSI resmi melepas Shin Tae-yong pada 6 Januari 2025.

Kini, meski namanya kembali hangat di Super League 2025/2026, isu Shin Tae-yong kandas di Persebaya Surabaya makin menguat. Tiga faktor krusial membuat rumor besar ini berakhir tanpa kepastian nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *