3 BERITA POPULER SUMBAR: Angka Kejahatan Naik, Soal Pendakian Marapi dan Akses Jam Gadang Ditutup

Posted on

PasarModern.com Simak sejumlah informasi menarik seputar Sumatera Barat yang dirangkum dalam populer Sumbar setelah tayang 24 jam terakhir.

Pertama, Polda Sumbar mencatat kenaikan angka kejahatan sebesar 1 persen sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, 2024.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta mengungkapkan, jumlah tindak kejahatan pada 2025 tercatat sebanyak 13.194 kasus, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 13.099 kasus.

Selanjutnya, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Barat menegaskan hingga kini seluruh jalur pendakian Gunung Marapi masih ditutup dan belum ada jadwal pembukaan.

Kepala Balai KSDA Sumbar Lugi Hartanto menyampaikan, kapan Gunung Marapi dibuka akan ditentukan setelah status aktivitas vulkanik dinyatakan aman oleh pihak berwenang. 

Terakhir, akses ke Jam Gadang ditutup bagi kendaraan saat malam pergantian Tahun Baru 2026.

Satlantas Polresta Bukittinggi menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengatur arus kendaraan di pusat kota yang diprediksi padat pengunjung.

Ketahui informasi selengkapnya berikut ini:

1. Angka Kejahatan di Sumbar Naik 1 Persen Sepanjang 2025, 11.138 Kasus Berhasil Diselesaikan

Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) mencatat kenaikan angka kejahatan sebesar 1 persen sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, 2024.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta mengungkapkan, jumlah tindak kejahatan pada 2025 tercatat sebanyak 13.194 kasus, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 13.099 kasus.

Hal tersebut disampaikannya dalam rilis akhir tahun Polda Sumbar 2025 yang digelar di Mapolda Sumbar, Rabu (31/12/2025).

“Pada tahun 2025 tercatat 13.194 jumlah kejahatan, sementara pada 2024 sebanyak 13.099 kasus. Sehingga terjadi kenaikan sekitar 1 persen,” kata Irjen Pol Gatot Tri Suryanta kepada wartawan.

Meski angka kejahatan mengalami kenaikan, Kapolda menyebut angka penyelesaian perkara justru menunjukkan peningkatan signifikan. 

Sepanjang 2025, jumlah kasus yang berhasil diselesaikan mencapai 11.138 perkara, naik dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 10.210 perkara.

“Artinya, penyelesaian perkara mengalami kenaikan sebesar 9 persen,” ungkapnya.

Angka Kecelakaan di Sumbar Turun

Sementara itu, di tengah naiknya angka kejahatan, angka kecelakaan lalu lintas di Sumbar justru mengalami penurunan. 

Sepanjang tahun 2025 tercatat 3.109 kasus kecelakaan, turun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 3.397 kasus.

“Ini berarti terjadi penurunan sebesar 8,48 persen,” jelasnya.

Tak hanya itu, dampak fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan. 

Sepanjang 2025, jumlah korban meninggal dunia tercatat 449 orang, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 507 orang.

“Angka korban meninggal akibat kecelakaan turun sebesar 11,44 persen,” ujarnya.

Korban kecelakaan dengan luka berat juga mengalami penurunan signifikan. Pada 2025, tercatat 174 orang mengalami luka berat, jauh menurun dibandingkan 2024 yang mencapai 385 orang.

“Luka berat turun sebesar 54,81 persen,” katanya.

Sementara itu, jumlah korban luka ringan tercatat sebanyak 5.053 orang, sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 5.138 orang.

“Luka ringan juga mengalami penurunan sebesar 1,65 persen,” tutup Kapolda.

Selain memaparkan data kejahatan dan kecelakaan lalu lintas, Polda Sumbar dalam rilis akhir tahun tersebut juga menyampaikan informasi terkait anggota kepolisian yang diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) serta berbagai capaian kinerja sepanjang 2025.

Mulai dari pengungkapan dan penanganan sejumlah kasus, hingga keterlibatan aktif jajaran Polda Sumbar dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di berbagai daerah di Sumatera Barat pada penghujung tahun ini. 

2. Kapan Jalur Pendakian Gunung Marapi Dibuka? BKSDA Sumbar Beri Penjelasan Soal Batas Waktunya

Kapan Gunung Marapi dibuka masih menjadi pertanyaan para pendaki dan wisatawan. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Barat menegaskan hingga kini seluruh jalur pendakian Gunung Marapi masih ditutup dan belum ada jadwal pembukaan.

Kepala Balai KSDA Sumbar Lugi Hartanto menyampaikan, kapan Gunung Marapi dibuka akan ditentukan setelah status aktivitas vulkanik dinyatakan aman oleh pihak berwenang. Saat ini Gunung Marapi masih berada pada Status Level II atau Waspada.

Menurut Lugi, kapan Gunung Marapi dibuka bergantung pada penurunan aktivitas erupsi. Aktivitas vulkanik masih fluktuatif dan erupsi masih terjadi sehingga berisiko terhadap keselamatan pendaki dan pengunjung.

Balai KSDA Sumbar belum dapat memastikan kapan jalur pendakian akan kembali dibuka. Pembukaan kawasan baru akan dilakukan setelah kondisi Gunung Marapi dinyatakan aman oleh pihak berwenang serta seluruh sarana dan prasarana di kawasan lainnya dinilai siap mendukung keselamatan pengunjung.

“Kami mengimbau masyarakat, komunitas pendaki, serta wisatawan agar tidak memaksakan diri melakukan pendakian dan mematuhi seluruh kebijakan yang telah ditetapkan,” katanya, lewat keterangan Rabu (31/12/2025).

Pihaknya juga meminta dukungan dari pemerintah daerah, aparat keamanan, wali nagari, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menyampaikan informasi penutupan kawasan kepada masyarakat.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keselamatan dan kelestarian kawasan konservasi. Mari menjadi pendaki yang bijak dengan mematuhi aturan dan mengutamakan keselamatan,” tegas Lugi.

Lugi juga menegaskan bahwa setiap pelanggaran terhadap kebijakan penutupan kawasan akan ditindak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Informasi resmi terkait perkembangan kondisi kawasan dan rencana pembukaan kembali jalur pendakian nantinya akan disampaikan melalui kanal komunikasi resmi Balai KSDA Sumbar,” pungkasnya.

BKSDA Tutup 3 TWA

BKSDA Sumatera Barat kembali menegaskan bahwa seluruh jalur pendakian dan pintu masuk kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Marapi, TWA Gunung Singgalang Tandikat, serta TWA Gunung Sago Malintang masih ditutup untuk aktivitas wisata dan pendakian oleh masyarakat umum hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Penutupan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif demi menjamin keselamatan dan keamanan pengunjung, mengingat kondisi alam dan kesiapan pengelolaan kawasan dinilai belum memungkinkan untuk dibuka kembali.

Kebijakan ini sekaligus menegaskan larangan bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas pendakian secara ilegal di kawasan konservasi tersebut.

Kepala Balai KSDA Sumatera Barat, Lugi Hartanto, melalui keterangan resminya menjelaskan bahwa penutupan jalur pendakian di kawasan TWA Gunung Marapi dilakukan karena gunung api tersebut hingga kini masih berada pada Status Level II (Waspada).

Aktivitas vulkanik Gunung Marapi dilaporkan masih fluktuatif dan erupsi masih kerap terjadi, sehingga berpotensi menimbulkan bahaya bagi keselamatan pendaki maupun wisatawan.

“Gunung Marapi saat ini masih berada pada status waspada. Aktivitas erupsi masih sering terjadi dan ini tentu sangat berisiko apabila jalur pendakian dibuka. Oleh karena itu, keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama kami,” terang Lugi, Selasa (30/12/2025).

Selain faktor aktivitas vulkanik, Balai KSDA Sumbar juga mempertimbangkan kondisi cuaca serta potensi bahaya sekunder seperti guguran material vulkanik dan gas berbahaya yang dapat muncul sewaktu-waktu tanpa dapat diprediksi secara pasti.

Sementara itu, untuk kawasan TWA Gunung Singgalang Tandikat dan TWA Gunung Sago Malintang, penutupan dilakukan karena saat ini masih dalam tahap evaluasi dan pembenahan sarana serta prasarana pengelolaan kawasan.

Menurut Lugi, fasilitas pendukung keselamatan pendaki, termasuk jalur evakuasi, rambu peringatan, serta sistem pengawasan, belum sepenuhnya memadai.

“Belum tersedianya sarana dan prasarana yang memenuhi standar keselamatan menjadi alasan utama penutupan di TWA Gunung Singgalang Tandikat dan TWA Gunung Sago Malintang,” katanya.

“Kami ingin memastikan seluruh aspek pengelolaan benar-benar siap sebelum kawasan dibuka kembali,” tambahnya.

Lebih lanjut, Lugi menyebutkan bahwa kebijakan penutupan ini juga mengacu pada pengumuman tentang penutupan kawasan konservasi untuk tujuan wisata dan pendakian pada seluruh pintu masuk jalur pendakian. Hingga kini, pengumuman tersebut masih berlaku dan belum dicabut.

3. Akses ke Jam Gadang Ditutup, Simak Daftar Kantong Parkir Saat Tutup Jalan di Bukittinggi Berlaku

Akses ke Jam Gadang ditutup bagi kendaraan saat malam pergantian Tahun Baru 2026.

Satlantas Polresta Bukittinggi menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengatur arus kendaraan di pusat kota yang diprediksi padat pengunjung.

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya mobilitas masyarakat serta untuk menjamin keamanan, ketertiban, dan keselamatan pengguna jalan selama perayaan malam Tahun Baru.

Kasat Lantas Polresta Bukittinggi AKP M. Irsyad Faturrachman menyampaikan, akses ke Jam Gadang ditutup secara bertahap mulai Rabu (31/12/2025).

Kendaraan roda dua dibatasi sejak pukul 18.00 WIB, sementara kendaraan roda empat mulai pukul 21.00 WIB hingga Kamis (1/1/2026).

“Penutupan dan pengalihan arus lalu lintas ini merupakan bagian dari rangkaian pengamanan malam Tahun Baru yang rutin kami laksanakan setiap tahun,” kata Irsyad saat dikonfirmasi, Selasa (30/12/2025).

“Tujuannya untuk mencegah kemacetan, menekan angka kecelakaan, serta menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan kondusif di wilayah Kota Bukittinggi,” tambahnya.

Irsyad juga mengatakan, terdapat sejumlah titik rawan kepadatan yang menjadi fokus pengamanan, sehingga perlu dilakukan penutupan sementara. 

Adapun simpang yang akan ditutup yaitu jalan yang menuju kawasan Jam Gadang, seperti di kawasan Simpang Tugu Polwan, Simpang DPRD, Simpang TK Pertiwi, Simpang Empat Atas Ngarai, Simpang Pendakian Benteng, Simpang Tembok, serta Simpang Pendakian Wowo.

“Penutupan ini bersifat situasional dan akan dievaluasi secara berkala sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.

Sebagai langkah pendukung, Satlantas Polresta Bukittinggi juga telah menyiapkan sejumlah kantong parkir resmi bagi masyarakat yang beraktivitas di pusat kota. 

Lokasi parkir yang disediakan antara lain Gedung Parkir Simpang Wowo, Gedung Parkir Bukittinggi, serta area parkir di depan Panorama. 

“Keberadaan kantong parkir ini diharapkan dapat mengurangi parkir liar yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas,” harap Irsyad.

Selain pengaturan lalu lintas, petugas juga akan disiagakan di berbagai titik untuk memberikan pelayanan, pengamanan, dan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat. 

Irsyad menegaskan bahwa pihaknya mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan pengamanan, namun tetap tegas terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh rekayasa lalu lintas yang telah ditetapkan, mengikuti petunjuk dan arahan petugas di lapangan, serta tidak memaksakan diri memasuki kawasan yang telah ditutup,” katanya.

Lebih lanjut, Irsyad juga mengajak masyarakat agar merayakan malam pergantian tahun dengan cara yang sederhana, tertib, dan penuh empati, terutama mengingat masih adanya masyarakat di sejumlah wilayah yang terdampak bencana alam. 

Ia menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum.

“Kami mengajak seluruh warga untuk tidak melakukan konvoi kendaraan, balap liar, penggunaan petasan, maupun kegiatan lain yang dapat mengganggu ketertiban dan membahayakan keselamatan. Mari kita rayakan Tahun Baru dengan bijak dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan berlalu lintas, menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan. 

Irsyad juga berharap pelaksanaan malam pergantian tahun 2026 di Kota Bukittinggi dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya kejadian yang menonjol.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *