15 Motif Batik Nusantara, Penuh Makna Filosofis

Posted on

Warisan Budaya Indonesia: Beragam Motif Batik Nusantara dan Maknanya

Batik adalah salah satu warisan budaya yang kaya akan nilai estetika dan makna. UNESCO telah menetapkan batik sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 2 Oktober 2009. Kata “batik” berasal dari bahasa Jawa, yaitu “amba” yang berarti menulis dan “titik” yang berarti titik. Dengan demikian, istilah ini diartikan sebagai menulis titik.

Di setiap daerah di Indonesia, terdapat berbagai motif batik nusantara yang unik dan menggambarkan identitas lokal. Setiap motif tidak hanya sekadar hiasan, tetapi juga memiliki filosofi dan cerita yang mendalam. Kebanyakan motifnya dapat terinspirasi dari tumbuhan, hewan, kehidupan masyarakat, dan sebagainya.

Berikut adalah beberapa macam-macam motif batik nusantara beserta makna filosofisnya:

  1. Motif batik parang



    Parang dikenal sebagai motif batik tertua yang kaya akan filosofi dan makna mendalam. Motif ini mengandung nilai dan petuah berkaitan dengan manusia agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi apa pun dalam hidup. Pola garisnya yang berkesinambungan juga menggambarkan konsistensi manusia dalam memperbaiki diri dari waktu ke waktu, lalu bagaimana manusia memperbaiki hubungannya dengan Tuhan, alam, ataupun sesamanya.

  2. Motif batik sekar jagad



    Sekar jagad berasal dari kata “kar” dalam bahasa Belanda yang bermakna peta, sementara “jagad” diartikan sebagai dunia dalam bahasa Jawa. Motif yang berasal dari Solo dan Yogyakarta ini memberi gambaran beragamnya keindahan di Indonesia maupun dunia. Selain itu, motif ini juga mengandung makna keindahan atau kecantikan, sehingga akan membuat terpesona bagi siapa pun yang memandangnya.

  3. Motif batik truntum



    Motifnya yang berbentuk kuntum atau kembang di langit ini ternyata memiliki sejarah panjang. Penamaannya diambil dari kata “taruntum” yang dimaknai sebagai tumbuh kembali atau bersemi kembali. Konon, motifnya dilatarbelakangi oleh kecemburuan Ratu Kencana pada Sunan Pakubuwana III Surakarta Hadiningrat karena memiliki selir baru di keraton. Ratu pun kemudian menggoreskan lukisan bergambar bintang dan bunga tanjung pada sehelai kain. Oleh karena itu, motif ini sering menjadi simbol dari kasih sayang yang selalu bersemi di antara pasangan.

  4. Motif batik Kawung



    Motif batik ini berbentuk bulatan yang mirip dengan kawung atau buah aren dan tersusun secara geometris. Motif ini mengandung makna kaitannya dengan kehidupan manusia. Hal ini sebagai pengingat agar manusia tidak lupa pada asal usulnya. Selain itu, motif ini juga menjadi simbol keadilan dan keperkasaan. Oleh karena itu, batik ini dahulu hanya digunakan kalangan tertentu saja.

  5. Motif batik sido asih



    Motif sido asih sering digunakan dalam acara pernikahan adat Jawa. Motif ini berasal dari dua kata, yakni “sido” yang berarti jadi dan “asih” bermakna kasih sayang. Sido asih dapat disimbolkan sebagai lambang kehidupan manusia yang penuh kasih sayang. Jika digunakan dalam acara pernikahan, motif ini mengandung harapan bagi pemakainya agar kehidupan rumah tangganya selalu penuh dengan cinta dan kasih sayang.

  6. Motif batik ulamsari



    Berpindah ke Bali, ada salah satu motif batik cantik yang cukup dikenal luas oleh masyarakatnya. Motif batik ini biasanya berisi gambar ikan dan udang yang menyimbolkan sumber daya alam bawah laut dari Bali yang kaya. Motifnya ini juga menjadi lambang kesejahteraan masyarakat Bali.

  7. Motif batik buketan



    Berasal dari bahasa Belanda, “boeket”, motif batik ini memiliki arti rangkaian bunga. Batik asal Pekalongan ini memang didominasi dengan gambar tumbuhan bersulur, dilengkapi bunga dan burung. Bunga dalam motif batik ini dapat dimaknai sebagai lambang dari kebahagiaan, kecantikan, keceriaan, dan kemurnian. Sementara motif burungnya, menjadi simbol dari keanggunan dan wibawa perempuan.

  8. Motif batik mega mendung



    Motif ini cukup populer dengan bentuk gumpalan awannya. Penamaan mega mendung berasal dari dua kata, yakni “mega” dan “mendung”. “Mega” dimaknai sebagai sebuah awan, sementara “mendung” diartikan kondisi langit yang akan turun hujan. Batik mega mendung ini mengandung filosofi berkaitan dengan pentingnya untuk meredam suatu amarah atau berusaha sabar dalam menghadapi kondisi apa pun.

  9. Motif batik pring sedapur



    Sesuai dengan namanya, motif ini bercirikan gambar tanaman pring atau bambu dilengkapi dengan burung. Motif yang berasal dari Magetan, Jawa Timur ini mengandung makna berkaitan dengan kententraman dan kerukunan dalam hidup.

  10. Motif batik gajah oling



    Motif batik gajah oling ini konon merupakan motif batik tertua dari Banyuwangi. Ciri khas dari motif ini ialah keberadaan belalai gajah yang terlipat dengan tambahan bunga kelapa dan kupu-kupu di tepinya. Gajah sebenarnya menyimbolkan kebesaran, sementara kata oling dalam bahasa Suku Using memiliki makna pengingat kepada sang Pencipta alam semesta. Adapun bunga kelapanya melambangkan manusia yang bermanfaat layaknya semua bagian pohon kelapa dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal.

  11. Motif batik pintu aceh



    Motif pintu aceh merupakan batik khas masyarakat Aceh. Batik ini digambarkan dengan bentuk pintu rumah adat Aceh yang tingginya relatif rendah. Dibalik motifnya yang unik tersebut, ada makna tersembunyi di dalamnya. Secara tidak langsung, motif tersebut menggambarkan karakter orang Aceh yang tidak mudah terbuka pada orang baru. Namun ketika sudah akrab akan menganggap orang baru itu sebagai saudara sendiri. Selain itu, motif pintu aceh juga menjadi lambang dari sifat lapang dada dan rendah hati.

  12. Motif batik tubo



    Batik tubo merupakan motif batik yang berasal dari Ternate, Maluku Utara. Nama “tubo” diambil dari nama kampung di Ternate yang menjadi tempat pertama dibuatnya batik tersebut. Pembuatan motif yang ada di batik ini sebenarnya terinspirasi langsung dari kehidupan dan kebudayaan masyarakatnya sehari-hari. Motifnya biasanya didominasi dengan cengkeh dan pala yang menjadi komoditas utama masyarakat Maluku.

  13. Motif batik burung enggang



    Burung enggang merupakan salah satu burung endemik asli Kalimantan. Bagi masyarakat Dayak, burung ini memiliki makna penting. Burung enggang sering menjadi lambang dari kebesaran dan kemuliaan suku Dayak.

  14. Motif batik kangkung kaombakan



    Jika diartikan ke bahasa Indonesia, “kangkung kaombakan” bermakna kangkung yang terkena ombak. Kemunculan motif ini terinspirasi dari keberadaan kangkung yang tumbuh subur di sungai-sungai besar Kalimantan Selatan. Meskipun terkena arus sungai, namun batangnya tetap kokoh dan tidak putus. Oleh karena itu, motif ini mengajarkan kepada manusia untuk selalu sabar dalam menghadapi segala masalah kehidupan dan tetap berharap yang terbaik dari masalah yang datang.

  15. Motif batik burung cendrawasih



    Burung cendrawasih seakan sudah menjadi ikon yang melekat dari wilayah Papua. Motif batik ini biasanya digambarkan dengan burung cendrawasih dan tanaman khas Papua di dalamnya. Secara filosofis, motif ini menjadi simbol dari kekayaan, keindahan, dan keanggunan flora fauna di Papua.

Itulah macam-macam motif batik nusantara dan makna filosofis yang terkandung di dalamnya. Mana motif batik yang menarik perhatianmu?