Pengobatan Tradisional untuk Eksim Kering
Eksim kering dapat menyebabkan rasa gatal, kulit bersisik, dan ketidaknyamanan. Banyak orang memilih pengobatan tradisional karena dianggap alami dan mudah ditemukan. Namun, efektivitas dan keamanan setiap bahan berbeda. Beberapa bahan bisa membantu meredakan gejala, sementara yang lain berpotensi menimbulkan iritasi. Berikut adalah beberapa obat eksim kering tradisional yang populer beserta catatan keamanannya.
1. Soda Kue (Baking Soda)
Soda kue sering digunakan sebagai pengobatan rumahan untuk mengurangi gatal akibat eksim. Dengan menambahkan seperempat cangkir soda kue ke dalam air mandi atau mencampurnya dengan air hingga membentuk pasta, kulit bisa merasa lebih nyaman. Sifat anti-inflamasi dan penyeimbang pH dari soda kue dapat membantu meredakan gejala eksim. Namun, tidak ada bukti ilmiah yang cukup kuat mengenai manfaatnya. Penggunaan berlebihan bisa mengganggu mikrobioma alami kulit, sehingga meningkatkan risiko kekeringan atau iritasi.
Catatan: Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan soda kue dalam rutinitas perawatan eksim.
2. Biji Rami (Flaxseed)
Biji rami kaya akan asam lemak omega-3 yang berperan penting dalam menjaga kelembapan dan elastisitas kulit. Nutrisi ini membantu memperkuat skin barrier yang sering melemah pada penderita eksim. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi minyak biji rami dapat meningkatkan hidrasi kulit dan mengurangi kekasaran. Studi in vivo yang dipublikasikan di PubMed menunjukkan bahwa ekstrak biji rami berkontribusi pada perbaikan kondisi kulit kering dan elastisitasnya.
3. Cuka Apel
Cuka apel digunakan sebagai pengobatan alternatif oleh sebagian besar penderita eksim. Meski hanya sedikit bukti ilmiah yang mendukung manfaatnya, banyak pengguna melaporkan bahwa mandi dengan cuka apel membantu menenangkan kulit dan meningkatkan kadar kelembapan. Cuka apel tidak boleh dioleskan langsung ke kulit, namun harus diencerkan terlebih dahulu.
Catatan: Jangan gunakan cuka apel secara langsung tanpa pengenceran.
4. Kunyit
Kunyit mengandung kurkumin yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan. Senyawa ini dapat membantu menekan peradangan yang menjadi penyebab utama eksim kering. Dalam pengobatan tradisional, kunyit sering digunakan sebagai masker atau salep alami. Penelitian di Journal of Medicinal Plants Research menunjukkan bahwa kurkumin memiliki aktivitas anti-inflamasi yang berpotensi bermanfaat pada penyakit kulit inflamasi.
5. Lidah Buaya
Lidah buaya dikenal memiliki efek melembapkan dan menenangkan kulit. Gel lidah buaya juga membantu mengurangi rasa panas dan kemerahan pada kulit eksim. Kandungan polisakarida dalam lidah buaya mendukung regenerasi kulit dan memperbaiki lapisan pelindung kulit yang rusak. Tinjauan ilmiah di PubMed menyebutkan bahwa lidah buaya memiliki sifat anti-inflamasi dan humektan yang baik untuk kulit kering dan sensitif.
6. Mandi dengan Minyak Esensial
Mandi dengan tambahan minyak esensial seperti lavender atau chamomile sering digunakan untuk menenangkan kulit dan mengurangi stres. Minyak esensial biasanya dicampur dengan carrier oil agar tidak terlalu kuat di kulit. Efek aromaterapinya membantu memberikan rasa relaksasi dan mengurangi keinginan menggaruk.
Catatan: Menurut Cleveland Clinic, minyak esensial tidak disarankan digunakan langsung pada kulit eksim tanpa pengenceran karena berisiko menyebabkan iritasi.
7. Minyak Ikan
Minyak ikan mengandung omega-3 yang berperan dalam mengurangi peradangan sistemik. Asam lemak ini membantu memperbaiki fungsi skin barrier dari dalam tubuh. Beberapa penderita eksim melaporkan penurunan tingkat keparahan gejala setelah rutin mengonsumsi minyak ikan. Studi di PubMed menyebutkan bahwa suplementasi omega-3 berpotensi membantu mengurangi gejala dermatitis atopik.
8. Minyak Kelapa
Minyak kelapa memiliki sifat emolien alami yang membantu melembapkan kulit kering dan bersisik. Kandungan asam lemaknya dapat membantu memperkuat lapisan pelindung kulit yang rusak akibat eksim. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minyak kelapa murni memiliki sifat antibakteri ringan, sehingga dapat membantu menurunkan risiko infeksi pada kulit eksim yang sering digaruk.
Catatan: Gunakan minyak kelapa murni dan lakukan uji tempel terlebih dahulu untuk menghindari reaksi iritasi.
9. Menggunakan Humidifier saat Udara Kering
Udara yang terlalu kering dapat memperparah eksim kering. Menggunakan humidifier membantu menjaga kelembapan udara sehingga kulit tidak semakin kehilangan air. Lingkungan yang lembap membantu kulit mempertahankan hidrasi alaminya dan mengurangi rasa gatal serta ketegangan pada kulit.
Catatan: Pastikan humidifier dibersihkan secara rutin agar tidak menjadi sumber jamur atau bakteri.
10. Madu
Madu dikenal memiliki sifat antibakteri dan anti-inflamasi alami. Pada beberapa kasus, madu digunakan sebagai perawatan tambahan untuk membantu menenangkan kulit kering dan iritasi. Selain itu, madu juga bersifat humektan, yang berarti dapat menarik dan mempertahankan kelembapan pada kulit.
Catatan: Gunakan madu murni dan hindari pada kulit yang sedang luka terbuka tanpa saran medis.
11. Memakai Pakaian Berbahan Katun atau Lembut
Pemilihan bahan pakaian juga berperan penting dalam mengelola eksim kering. Bahan katun atau kain lembut membantu mengurangi gesekan pada kulit dan memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik. Sebaliknya, bahan kasar atau sintetis dapat memicu iritasi dan memperparah rasa gatal, terutama saat berkeringat.
12. Menggunakan Pelembap Kulit Setelah Mandi
Mengoleskan pelembap segera setelah mandi merupakan langkah penting dalam perawatan eksim kering. Saat kulit masih sedikit lembap, pelembap membantu mengunci air di dalam kulit. Pilih pelembap tanpa pewangi dan berbahan lembut untuk menjaga kelembapan kulit lebih lama serta mencegah kekeringan berulang.
13. Mentega Putih atau Vegetable Shortening
Mentega putih bersifat sangat oklusif, sehingga dapat membantu mengurangi penguapan air dari kulit yang sangat kering. Ini membuat kulit terasa lebih lembap dalam waktu lebih lama. Bahan ini sering digunakan secara tradisional pada area seperti tumit, siku, atau lutut yang mudah pecah-pecah akibat eksim.
Catatan: Menurut National Eczema Association, bahan oklusif dapat membantu mengurangi kekeringan kulit, meski bukan pengganti obat medis eksim.
14. Tea Tree Oil
Tea tree oil memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi yang berpotensi membantu mencegah infeksi pada kulit eksim yang sering digaruk. Namun, tea tree oil termasuk bahan yang cukup keras dan berisiko menimbulkan iritasi bila digunakan tanpa pengenceran.
Catatan: Menurut Verywell Health, tea tree oil harus digunakan dengan sangat hati-hati dan selalu diuji terlebih dahulu pada area kecil kulit.
