Perseteruan Yai Mim dan Nurul Sahara Terus Berlanjut
Perseteruan antara eks dosen UIN Malang, Imam Muslimin atau yang akrab disapa Yai Mim dengan bos rental mobil, Nurul Sahara, terus memanas. Dalam pernyataannya, Yai Mim menolak segala bentuk damai dengan pihak Sahara meskipun telah menerima permintaan maaf dari Ibu Sahara.
Yai Mim bahkan mengajak Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, untuk menjadi penonton dalam “perang” yang sedang berlangsung antara dirinya dan Sahara. Ia menyatakan bahwa secara pribadi ia tidak pernah menuntut agar Ibu Sahara meminta maaf. Menurutnya, Ibu Sahara bukanlah kesalahan, melainkan sebuah kebenaran.
“Secara pribadi saya dan istri, Rosida, tidak ada masalah. Bagi saya, Ibu Suhara bukanlah kesalahan, tapi sebuah kebenaran,” ujarnya melalui unggahan Instagramnya, Rabu (1/9/2025). Meski begitu, Yai Mim mengakui bahwa tindakan yang dilakukan oleh Ibu Sahara telah menimbulkan keresahan di kalangan keluarganya maupun masyarakat luas setelah viral di media sosial.
“Dampaknya terasa bagi anak dan istri lama saya, mantan istri, menantu, santri, bahkan masyarakat luas sampai Papua. Mereka resah,” jelasnya.
Prinsip Perang Ala Majapahit
Yai Mim menegaskan bahwa dirinya berpegang pada prinsip perang ala Majapahit yang tidak mengenal kata mundur maupun mediasi. Menurutnya, dalam ilmu perang yang diadopsi dari tradisi Majapahit, yakni “berlalang menyambar mangsa.” Artinya, ketika perang sudah dimulai, serangan harus dilakukan habis-habisan hingga lawan benar-benar kalah.
“Nah, kalau sudah perang, tentara Majapahit terus habis-habis sampai mati,” katanya. “Kalau sudah generang perang ditabuh, tidak boleh mundur apalagi gencatan senjata. Tidak ada istilah mediasi,” tegas Yai Mim.
Ia menyebut laporan yang dilayangkan oleh Suhara sebagai tanda bahwa pihak lawan sudah menabuh genderang perang. Sebagai balasan, dirinya pun menunjuk Agustian Anggi Syakian beserta rekan-rekan sebagai kuasa hukumnya untuk menghadapi proses tersebut.
“Kalau sudah saling menabuh genderang perang, maka jangan ada yang mundur. Biarkan kami perang. Pak Wali cukup jadi penonton. Yang menang kita apresiasi, yang kalah biar jadi pelajaran,” kata Yai Mim.
Permintaan Maaf dari Ibu Sahara
Sementara itu, dalam momen menarik di podcast Denny Sumargo, Nurul Sahara, istri pemilik rental mobil, menyampaikan permintaan maaf kepada Yai Mim. Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui sambungan telepon bersama sang suami.
Dalam video yang terlihat masih dalam proses editing di layar komputer Denny Sumargo, terlihat awal mula percakapan tersebut. Denny terlebih dahulu berbicara dengan Yai Mim melalui telepon, dan terdengar suara Yai Mim menjawab. Dialog pun terjadi antara Nurul Sahara dan Yai Mim.
“Assalamualaikum,” ucap Nurul Sahara memulai pembicaraan. Sahara meminta maaf atas perkataannya yang kasar hingga menimbulkan kegaduhan. “Waalaikumsalam, piye Mba Sahara, sehat?” jawab Yai Mim menyambut. “Saya mohon maaf atas omongan saya yang kasar, perkataan saya yang kurang baik kepada panjenengan,” tutur Nurul Sahara dengan suara terdengar penuh penyesalan.
Sayangnya, video tersebut terhenti di situ. Denny Sumargo pun meminta warganet untuk memvoting apakah podcastnya bersama pihak Sahara itu layak untuk ditayangkan.
Komentar Netizen
Tak sedikit yang berkomentar dan berpendapat agar tidak perlu ditayangkan sebagai bentuk tidak memberi panggung kepada Sahara. Beberapa netizen menyampaikan pendapat mereka.
“Ga usah tayang bang… Ada tetangga Sahara di tempat tinggal sebelumnya yang speak up kalo Sahara dan suaminya di daerah sebelumnya yang masih deket situ juga (Rt 8 Joyogrand) memang bermasalah sama tetangga… Sering berisik ampe tengah malem bahkan ampe dini hari dan warga situ akhirmya berembug dan Sahara disuruh pindah dan pindahkan ke sebelah Yai Mim itu… Eh bermasalah juga disitu…,” kata netizen.
“NO… GA PERLU TAYANG BANG… ga usah dikasih panggung mbak2 gurun ini.. sumpah ga respect bgt sama mbak2 itu,” timpal yang lain.
