– Baru-baru ini, produsen mobil mewah BMW menjadi sorotan hangat di media sosial.
Hal ini dimulai setelah salah satu pengguna sosial media bernama pat.leo membagikan pengalamannya saat berkunjung ke pameran otomotif IIMS 2025.
Dalam unggahan tersebut, ia mengamati cara penjualan mobil dari berbagai merek dan menemukan bahwa penjual dari merek premium justru lebih bersemangat dalam menawarkan produk kepada calon pembeli.
Sebaliknya, merek mobil dengan kisaran harga Rp 300 juta hingga Rp 700 juta justru lebih santai dan menjawab pertanyaan konsumen dengan sederhana.
Pada postingannya, pat.leo juga menambahkan gambar logo BMW.
tulis unggahan tersebut.
Unggahan itu pun langsung mendapatkan berbagai komentar dari sejumlah pengguna media sosial hingga menjadi viral.
Bahkan salah satu akun X bernama @selebtwitmobil mengatakan bahwa perilaku sales BMW adalah seperti satpam BCA versi mobil.
”.” tulis akun @efenerr.
” komentar akun @kididsetiawan.
Dalam hal ini, Jodie O’tania, Direktur Komunikasi BMW Group Indonesia mengucapkan terima kasih atas kepercayaan, dukungan, dan penghargaan dari pelanggan dan penggemar merek BMW di Indonesia.
“Dengan keramahan dan kesabaran, serta kebaikan hati kepada para pelanggan,” ucap Jodie, kepada , Selasa (25/2/2025).
Jodie menyebutkan bahwa setiap penjual BMW akan dilatih di BMW Group Training Center, mulai dari pelatihan, pengetahuan tentang produk hingga ilmu mengenai cara menghadapi calon pembeli dengan emosi yang tepat.
“Di samping pengetahuan produk, memang topik-topik penting lainnya yang diajarkan dalam pelatihan di BMW mencakup aspek-aspek lain seperti pendekatan emosional, sikap, serta pembangunan hubungan profesional dengan pelanggan,” kata Jodie.
Jodie melanjutkan, selain sales, seluruh karyawan BMW Indonesia serta jaringan dealer resminya seperti teknisi hingga layanan pelanggan, juga mendapatkan pelatihan di BMW Group Training Center.
Pelatihan serupa juga diberikan oleh merek mobil mewah lainnya, yaitu Mercedes-Benz.
Kariyanto Hardjosoemarto, Wakil Direktur Marketing Komunikasi & PR, PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia mengatakan, pihaknya terus melakukan pelatihan kepada sales, terkait pengetahuan produk, keterampilan dalam penjualan, pola pikir pelayanan, hingga penanganan atas keluhan.
“Kami akan mendengarkan dari para tenaga penjual kami dan segera melakukan aksi perbaikan jika ada yang perlu diperbaiki,” kata Kariyanto.
“Konsistensi pelatihan juga sangat penting, karena setiap cabang memiliki koordinator pelatihan yang secara teratur melakukan pelatihan,” ia lanjutkan.