Viral terpopuler: Istri tahu Arya Daru check in dengan wanita lain – Pak guru kepergok di toilet

Posted on

Ringkasan Berita:

  1. Pak guru kepergok berduaan dengan pemuda di toilet.
  2. Istri Arya Daru tahu suaminya pernah check in dengan wanita lain.
  3. Penyebab guru Zunaidi terpaksa berhenti mengajar.

 

PasarModern.com– Simak Berita terpopuler yang terangkum dalam viral terpopuler pada Rabu 17 Desember 2025.

Banyak berita menarik yang menjadi sorotan di PasarModern.com.

Di antaranya ada istri yang sudah tahu Arya Daru pernah check in dengan wanita lain.

Hingga pak guru kepergok berduaan di toilet dengan pemuda.

Berikut selengkapnya:

Istri tahu Arya Daru check in dengan Vara

Keluarga almarhum Arya Daru Pangayunan, diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) sudah mengetahui mendiang check-in 24 kali bersama wanita bernama Vara.

Istri Arya, Meta Ayu Puspitantri atau akrab disapa Pita meminta polisi untuk tidak menutupi aib mendiang suaminya.

Pihaknya mendesak Polda Metro Jaya segera melanjutkan penyelidikan dan bersikap transparan terkait kematian Arya Daru pada 7 Juli 2025 silam.

Kematian Arya disimpulkan polisi sebagai aksi bunuh diri menggunakan lakban kuning.

“Sebetulnya ada apa, kami minta dari keluarga transparansi mau dibuka, buka aja. Ibaratnya kalau mau bicara aib, Mas Daru sudah tidak ada, kami hanya mengupayakan, memperjuangkan keadilan,” tegas Pita, yang mengaku sudah sangat siap menerima semua temuan, dikutip dari Tribun Medan pada Selasa (16/12/2025).

Istri Sudah Tahu Arya Check-in 24 Kali dengan Vara

Pengacara keluarga Daru, Nicholay Aprilindo, membenarkan penyidik telah menemukan bukti Arya Daru melakukan 24 kali check-in hotel di Jakarta bersama Vara antara 2024 hingga 2025. 

Bukti ini didapatkan dari pemeriksaan resepsionis hotel dan jejak digital pada aplikasi pemesanan.

Pita menegaskan informasi sensitif ini bukanlah hal baru bagi keluarga.

“Sebetulnya kami dari keluarga sudah tahu dari tanggal 28 Juli via Zoom disampaikan polisi, sehingga hal ini bukan suatu hal baru untuk kami,” kata Pita.

Pita mengaku sudah melihat bukti-bukti check-in, informasi zat dalam tubuh suaminya, posisi penemuan dan pergeseran CCTV.

Pita bahkan mengakui sudah mengenal sosok Vara, rekan kerja Daru di Kemenlu.

Vara sendiri disebut-sebut sebagai istri dari seorang jenderal TNI Angkatan Laut.

Pita juga pernah menerima foto Vara saat makan bersama Daru sekitar setahun yang lalu.

Satu hari sebelum ditemukan tewas, Daru sempat memberi kabar akan makan siang bersama Vara dan sosok D untuk membicarakan pengangkatan anak.

Curigai Keterlibatan Pihak Lain

Meskipun polisi, melalui Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan ada privasi yang harus dijaga agar tidak mengungkap aib almarhum, Pita merasa penekanan pada isu aib itu tidak relevan lagi.

Keluarga mencurigai adanya keterlibatan pihak lain dalam kematian Daru dan mendesak polisi untuk segera mengungkap seluruh fakta tanpa ditutupi.

“Sudah siap, kami sudah siap. Jadi sepertinya terasa lucu yah kalau kemudian setelah beberapa bulan ini polisi masih menyatakan aib dan penekanan itu ditekankan ke saya sebagai istri silahkan dibuka, dibuka sejelas-jelasnya, dibuka setransparannya,” tutup Pita.

Arya dan Vara Tepergok Ada di Mal

Beberapa jam sebelum kematian Arya Daru, Vara sempat kepergok ada di Mal Grand Indonesia (GI).

Ia di sana untuk menemani Arya Daru belanja bersama satu orang lainnya bernama Dion.

==> Baca selengkapnya

Pak guru kepergok di toilet masjid dengan pemuda

Dua pria dewasa kepergok berada di dalam toilet masjid di Kota Padang, Sumatera Barat.

Video detik-detik keduanya digerebek warga kini viral di media sosial.

Tak pelak aksi keduanya yang kepergok di WC ramai komentar.

Dalam rekaman video yang beredar, tampak beberapa petugas polisi mendatangi toilet sebuah masjid.

Polisi lalu menggedor pintu toilet yang tertutup.

Setelah dibuka, ternyata di dalam ada dua pria dewasa.

“Ngapain kalian di dalam, ngapain dua-dua,” teriak salah satu anggota polisi, melansir Tribun Jateng.

Satu pria dewasa yang disebut berprofesi sebagai guru SMA tampak mengenakan baju seragam coklat.

Sedangkan satu pria lainnya tidak mengenakan kaos.

Pria muda tersebut lalu memakai kaos dan jaketnya saat keluar toilet.

Keduanya lalu dipaksa membuka celana.

Setelah itu, mereka ditanya tentang identitas masing-masing.

“Kamu kerja dimana? Sebagai apa? Guru? Dompet mana dompet, KTP?” tanya polisi.

Dari pengakuan mereka, ternyata sudah dua kali berduaan di kamar mandi.

“Sudah berapa kali kalian di sini? Dua kali?” ucap polisi lagi.

Namun perekam video mengatakan jika dua pria tersebut sudah beberapa kali berduaan di toilet masjid tersebut.

“Dah lama kami pantau ini,” ucap perekam video.

==> Baca selengkapnya

Kronologi guru Zunaidi terpaksa berhenti mengajar usai 16 tahun mengabdi

Kronologi guru Zunaidi (39) terpaksa berhenti ngajar setelah mengabdi 16 tahun.

Zunaidi (bukan nama sebenarnya) merupakan satu di antara guru honorer di SMA Negeri Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang tidak lulus dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

Zunaidi dan sejumlah guru lainnya hanya diperbolehkan bekerja hingga 31 Desember 2025 berdasarkan  Surat Edaran (SE) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Nomor S/800/1616/2025 tentang Penegasan Status Tenaga Non-ASN Pasca Pelaksanaan Pengadaan Calon Aparatur Sipil Negara Tahun Anggaran 2024.

Setelah tanggal tersebut, kepala sekolah dilarang mempekerjakan tenaga honorer dan tidak diperkenankan menganggarkan gaji mereka.

Mengajar sejak tahun 2009, Zunaidi mengaku tidak pernah membayangkan harus mengakhiri pengabdiannya secara tiba-tiba.

Namun, setelah terbitnya aturan tersebut, ia terpaksa menerima kenyataan pahit untuk berhenti mengajar.

“Saya terpaksa pensiun dini,” ucapnya saat ditemui pada Sabtu (13/12/2025), melansir dari Kompas.com.

Ia menceritakan bahwa beberapa waktu lalu dirinya dipanggil oleh kepala sekolah.

Bukan untuk membahas kegiatan belajar-mengajar atau perkembangan siswa, melainkan untuk menyampaikan keputusan yang mengacu langsung pada surat edaran tersebut.

Pihak sekolah menyatakan tidak lagi bisa memberikan jam mengajar maupun menggaji dirinya karena terikat aturan.

“Karena tidak ada jam mengajar dan tidak dianggarkan gaji, artinya saya harus keluar,” tutur Zunaidi, yang merupakan ayah dari tiga anak.

Tak Dapat Pesangon

Bagi Zunaidi, kebijakan ini terasa sangat berat.

Ia mengaku telah mencurahkan sebagian besar hidupnya untuk dunia pendidikan.

Bahkan, hingga akhir masa tugasnya, ia masih mengemban amanah sebagai wali kelas.

Ia juga menyayangkan bahwa berbagai hal yang telah ia capai selama bertahun-tahun, mulai dari data yang tercatat valid di Dapodik, kepemilikan Sertifikat Pendidik (Serdik), hingga prestasi tingkat nasional yang pernah diraih, seolah tidak memiliki arti.

Yang bikin lebih berat lagi buat Zunadi, tak ada pesangon untuknya. 

“Saya menghormati upaya pemerintah menyelesaikan persoalan tenaga non-ASN. Tapi seharusnya penyelesaian tidak harus diartikan dengan memberhentikan guru yang sudah lama mengabdi,” terangnya.

Zunaidi menilai kebijakan penataan pegawai tersebut telah mengabaikan rasa keadilan.

Menurutnya, penataan seharusnya memperbaiki sistem, bukan justru mengorbankan mereka yang telah lama berada di dalamnya.

“Menata itu mestinya merapikan yang belum tertata, bukan membongkar yang sudah berjalan. Pengalaman 16 tahun, puluhan prestasi, semuanya hilang begitu saja,” keluhnya.

Meski demikian, Zunaidi memilih untuk tidak terus terpuruk.

Ia menyadari keputusan telah ditetapkan dan hidup harus tetap berjalan.

Ke depan, ia berencana meninggalkan pendidikan formal dan mencari peluang di bidang lain, termasuk mendalami fotografi, yang selama ini juga menjadi minat dan keahliannya.

“Mungkin akan fokus ke fotografi dulu sambil belajar keterampilan lain,” pungkasnya.

Tanggapan Ketua PGRI

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pati, Tri Manto, menyampaikan keprihatinan terkait kebijakan penghentian tenaga honorer pada 31 Desember 2025.

Meskipun pemerintah telah mengangkat banyak tenaga honorer melalui jalur PPPK Paruh Waktu, Tri Manto menegaskan masih banyak sekolah yang kekurangan tenaga pendidik, terutama akibat pensiun atau purna tugas, serta belum terisinya formasi PPPK di sejumlah sekolah.

==> Baca selengkapnya