Sulteng Coffee Fest 2025 yang diselenggarakan di Atrium Palu Grand Mall menjadi momen istimewa bagi para pecinta kopi untuk menikmati cita rasa kopi lokal dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah. Event ini tidak hanya sekadar pameran, tetapi juga menjadi sarana promosi dan pemasaran produk UMKM kopi lokal dalam bentuk yang terjangkau.
Tujuan Sulteng Coffee Fest
Event dua hari ini bertujuan untuk memperkenalkan produk UMKM kopi lokal kepada masyarakat luas. Selain itu, acara ini juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mencicipi kopi secara gratis di stand-stand yang tersedia. Setiap produk kopi memiliki ciri khas masing-masing, sehingga pengunjung bisa merasakan cita rasa yang belum pernah mereka temui sebelumnya.
Salah satu produk yang menarik adalah Kopi Kalemago dari Lembah Napu Kabupaten Poso. Produk ini berasal dari jenis kopi Robusta yang memiliki aroma dan rasa unik. Lembah Napu sendiri merupakan daerah dengan tanah subur dan tinggi, cocok untuk ditanami berbagai komoditi perkebunan termasuk kopi. Petani setempat berhasil menghasilkan kopi Robusta berkualitas yang sudah dipasarkan.
Selanjutnya, pengunjung juga bisa mencoba Kopi Batui dari Kabupaten Banggai. Produk ini merupakan kopi roasting wine dari jenis Robusta yang difermentasi selama satu bulan. Rasa kopinya sangat kuat dan langsung terasa di lidah. Kopi ini disajikan tanpa gula agar rasa aslinya benar-benar terasa.
Pemilihan Produk Kopi
Bagi penikmat kopi, Sulteng Coffee Fest menjadi kesempatan ideal untuk menjajal berbagai varian kopi yang ada di pameran. Pengunjung bisa memilih produk sesuai preferensi mereka. Di stand pameran juga tersedia kopi bubuk dalam berbagai ukuran, seperti:
- Kopi Kalemago dari Lore Timur Napu:
- Ukuran 100 gram: Rp 30 ribu
- Ukuran 200 gram: Rp 60 ribu
-
Kemasan 5 bungkus sachet: Rp 50 ribu
-
Kopi Batui Kobshii dari Kabupaten Banggai:
- Ukuran 300 gram: Rp 60 ribu
- Ukuran 500 gram: Rp 90 ribu
-
Ukuran 1 kilogram: Rp 180 ribu
-
Kopi Peranina dari Bariri Lore Tengah Kabupaten Poso:
- Ukuran 100 gram: Rp 30 ribu
- Ukuran 250 gram: Rp 70 ribu
- Sachet: Rp 15 ribu
Pelaku usaha Abal mengatakan bahwa kemasan sachet ini sangat cocok untuk pengunjung yang sedang bepergian atau nongkrong. Harganya terjangkau dan sesuai kebutuhan.
Produk Kopi Lokal Lainnya
Di acara ini juga turut dipamerkan produk kopi dari daerah lain seperti:
- Kopi Naputo dari Nupabomba Kabupaten Donggala, yang masuk dalam kategori premium.
- Kopi Kamanuru dari Dombu Marawola Kabupaten Sigi, yang memiliki cita rasa nikmat dan tersedia dalam bentuk biji kopi (Arabica dan Robusta).
Stand kopi Kamanuru juga menyediakan sampel biji kopi untuk dilihat langsung oleh pengunjung. Hal ini membantu meningkatkan pemahaman tentang proses produksi kopi lokal.
Kolaborasi dalam Mendukung UMKM
Sulteng Coffee Fest 2025 merupakan kolaborasi antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulteng, Bank Indonesia, Karya Kreatif Indonesia, dan Karya Kreatif Sulteng. Acara ini melibatkan pelaku UMKM kopi yang ingin mempromosikan produk mereka.
Dengan adanya event ini, pelaku UMKM seperti Kopi Batui yang sebelumnya hanya menjual via online, kini bisa menjangkau konsumen lebih luas. Mereka juga bisa membangun kemitraan dengan warung kopi dan cafe di Kota Palu.
Daftar Pelaku UMKM yang Terlibat
Ada 14 pelaku UMKM kopi yang ikut serta dalam Sulteng Coffee Fest 2025, yaitu:
- Mpolenda (Arabica/Bariri Poso)
- Kahirampua (Robusta/Bariri Poso)
- Mepalindo (Robusta/Talabosa Poso)
- Kukabilai (Arabica/Betue Poso)
- Tanambi (Robusta/Nggawia Touna)
- Batui Kobshii (Robusta/Batui Banggai)
- Napeto (Robusta/Nupabomba Donggala)
- Kahirampua (Robusta/Torire Poso)
- Urana (Robusta/Watutau Poso)
- Kahiranpua (Robusta/Baleura Poso)
- Sipatuo (Robusta/Kalimago Poso)
- Kahirampua (Arabica/Doda Poso)
- Penghidupan Hijau (Robusta/Bariri Poso)
- Kamanuru (Arabica/Dombu Sigi)
Selain itu, juga terlibat pelaku usaha Coffe Shop yang menjual produknya langsung di stand lokasi pameran.
Peran Pemerintah dan Stakeholder
Dinas Perindag berperan dalam membuka jejaring perdagangan antara pelaku UMKM dengan pembeli. Bahkan hingga pasar luar daerah maupun internasional. Dinas Perkebunan mendukung petani dalam mengembangkan komoditi kopi berkualitas melalui bibit, pupuk, dan alat pertanian. Dinas Pariwisata juga berperan dalam menjadikan spot penghasil kopi sebagai destinasi wisata ekologi.
Bank Indonesia memberikan dukungan melalui permodalan bagi petani dan pelaku UMKM guna mengembangkan usaha mereka secara kontinyu dan meningkatkan produktivitas.
Sulteng Coffee Fest 2025 adalah contoh kolaborasi lintas institusi yang bertujuan mengembangkan produk kopi lokal. Kolaborasi ini tidak hanya terjadi di hilir (promosi/pemasaran), tetapi juga di hulu (produksi), sehingga produk UMKM kopi lokal bisa dikelola secara holistik. Dengan produksi yang berkualitas dan diminati oleh banyak konsumen, produk UMKM semakin menjangkau jejaring nasional dan internasional.
