TVL Solana Tembus Rp13 Triliun

Posted on

Pencapaian Signifikan Solana dalam Ekosistem DeFi

Jaringan Solana kembali mencatatkan pencapaian penting dalam ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi) dengan total nilai terkunci (TVL) melampaui angka US$13 miliar. Pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi para pengguna yang ingin melakukan trading crypto. Namun, sebelum memulai trading, langkah awal yang harus dilakukan adalah memilih platform trading crypto yang terbaik.

Platform trading crypto yang baik biasanya menawarkan fitur lengkap, biaya rendah, serta keamanan berlapis untuk melindungi aset crypto pengguna. Selain itu, kemudahan dalam membeli SOL/USDT atau aset crypto lainnya akan mendukung diversifikasi aset, sehingga bisa menghindari risiko kerugian.

Di Indonesia, terdapat beberapa platform yang telah mendukung trading futures crypto. Beberapa di antaranya menyediakan fitur leverage dan charting yang lengkap, cocok untuk trader profesional. Salah satu contohnya adalah Pintu Futures, sebuah fitur trading derivatif di aplikasi Pintu yang memungkinkan pengguna untuk memperdagangkan kontrak berjangka aset crypto dengan leverage.

Dengan antarmuka yang simpel, dukungan leverage tinggi, stop order, limit order, serta biaya trading kompetitif, Pintu Futures cocok untuk trader pemula maupun profesional. Selain itu, platform ini juga menawarkan fitur-fitur canggih yang dapat meningkatkan pengalaman trading pengguna.

Rekor TVL dan Kapitalisasi Pasar Solana

Mengacu pada data dari DefiLlama, Solana mencapai rekor terbaru dengan mencatatkan angka tertinggi yang pernah dicapai oleh jaringan ini. Pencapaian ini menunjukkan bahwa peran Solana semakin menguat dalam dunia DeFi dan menjadikannya salah satu pemain penting di sektor cryptocurrency.

Peningkatan TVL yang signifikan ini menarik perhatian terhadap kemungkinan masa depan Solana. Melewati angka US$13 miliar, Solana menunjukkan capaian yang berdampak tidak hanya pada ekosistemnya sendiri tetapi juga terhadap posisi di pasar global.

Alasan di Balik Lonjakan TVL Solana

Beberapa faktor utama berkontribusi terhadap lonjakan TVL Solana. Salah satu pendorong terbesar adalah aktivitas staking, di mana banyak investor mengoptimalkan keuntungan dari penguncian aset yang dilakukan dalam beberapa jangka waktu tertentu.

Selain itu, Solana juga mencatatkan kapitalisasi pasar tertinggi sepanjang masa. Harga SOL terus meroket dan memicu kapitalisasi pasar mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah. Data dari CoinMarketCap menunjukkan bahwa harga Solana naik sebesar 6 persen dari US$224 menjadi US$237, yang merupakan angka tertinggi dalam tujuh bulan terakhir.

Kenaikan harga disertai lonjakan volume transaksi harian hingga 30 persen, mencapai angka US$11,57 miliar. Dengan momentum ini, kapitalisasi pasar Solana kini mencapai US$128,4 miliar, menjadi rekor tertinggi sejak diluncurkan pada Maret 2020. Capaian ini juga menjadikan Solana sebagai aset crypto terbesar kelima, melewati BNB (BNB).

Didorong oleh Antusiasme ETF Solana Spot

Dalam laporannya, Chief Investment Officer Bitwise, Matt Hougan, mengatakan bahwa ada potensi bagi Solana untuk mengalami reli luar biasa di akhir tahun. Ia mengungkapkan dua faktor utama yang akan mendorong ini, yaitu aliran dana dari ETF spot dan akumulasi Solana oleh perusahaan besar untuk tujuan cadangan treasury.

Sejumlah perusahaan sepanjang tahun 2025 telah diketahui mengumpulkan Solana dalam jumlah besar. Misalnya, Upexi dan DeFi Development Corp. melaporkan kepemilikan masing-masing lebih dari US$400 juta sejak awal tahun. Tren ini semakin menguat berkat pengumuman dari Forward Industries minggu lalu, yang berencana menginvestasikan US$1,65 miliar melalui skema investasi publik di perusahaan untuk membangun treasury Solana.

Inisiatif ini dipimpin oleh Kyle Samani dari Multicoin Capital dan berpotensi menciptakan treasury publik terbesar untuk Solana jika terealisasi. Hougan memperkirakan, jika rencana alokasi treasury dari Forward terealisasi sepenuhnya, nilainya setara dengan pembelian Bitcoin yang mencapai US$33 miliar.

Sementara itu, pengelola aset seperti Bitwise, Canary Funds, dan 21Shares telah mengajukan proposal ETF berbasis Solana kepada SEC. Para analis menduga bahwa keputusan terkait ETF untuk Solana, XRP, dan Dogecoin kemungkinan akan diumumkan pada tahun 2025.

Upgrade Alpenglow dan Partisipasi Komunitas

Catatan rekor terbaru ini juga tak bisa lepas dari komunitas Solana secara resmi memberikan persetujuan untuk upgrade besar-besaran yang dinamakan Alpenglow, yang dianggap sebagai transformasi teknis paling berarti dalam sejarah jaringan ini.

Data dari akun X Solana Status menunjukkan bahwa 98,27 persen dari pemilik SOL yang berpartisipasi dalam voting mendukung proposal Alpenglow. Saat ini, 1,05 persen menolak dan 0,36 persen memilih untuk tidak memberikan suara. Partisipasi mencapai 52 persen dari jumlah total staker, menunjukkan betapa terlibahnya komunitas dalam proses pengelolaan.

Perubahan Konsensus Melalui Alpenglow

Alpenglow membawa protokol konsensus yang baru, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi jaringan serta mempercepat waktu penyelesaian transaksi secara signifikan. Inti dari pembaruan ini mencakup dua elemen penting, yaitu Votor dan Rotor, yang akan menggantikan sistem lama Solana, yaitu Proof-of-History (PoH) dan TowerBFT.

Votor diperkirakan dapat mempercepat waktu penyelesaian transaksi dari lebih dari 12 detik menjadi sekitar 150 milidetik saja, memberikan pengalaman konfirmasi yang hampir instan bagi pengguna. Sementara itu, Rotor, yang akan diluncurkan di tahap selanjutnya, bertujuan untuk meminimalkan kebutuhan pengiriman data antar validator.

Peningkatan ini sangat penting untuk aplikasi dengan permintaan tinggi seperti keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan permainan berbasis blockchain. Lebih jauh lagi, Alpenglow memperkenalkan model ketahanan baru yang disebut “20+20,” yang dirancang agar jaringan tetap berfungsi meskipun 20 persen dari validator bersikap jahat (adversarial) dan 20 persen lainnya tidak merespons.

Volume transaksi yang terus meningkat di bursa terdesentralisasi (DEX) berbasis Solana juga meningkatkan arus likuiditas di dalam jaringan. Ketertarikan terhadap tokenisasi aset serta pertumbuhan aplikasi DeFi lainnya, termasuk protokol peminjaman dan stablecoin, memberikan kontribusi yang signifikan.

Di samping itu, masuknya modal dari institusi memperkuat dasar-dasar jaringan. Data terkini menunjukkan bahwa Galaxy Digital, sebuah perusahaan investasi aset digital, telah mengumpulkan sekitar 933.000 SOL, yang bernilai sekitar US$228 juta. Langkah ini menunjukkan meningkatnya ketertarikan institusi terhadap Solana, di luar eksposur tradisional mereka terhadap Bitcoin dan Ethereum.

Arus masuk besar dari pemain institusional seperti Galaxy menunjukkan keyakinan terhadap prospek jangka panjang Solana sebagai jaringan blockchain cepat dengan biaya transaksi yang rendah.

Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif. Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.