Tuding ada akal-akalan, Dokter Tifa protes ijazah Jokowi tak boleh disentuh, boleh dilihat 10 menit

Posted on

Ringkasan Berita:

  • Dokter Tifa mengkritik durasi penunjukan ijazah Jokowi hanya 10 menit dan dilarang disentuh.
  • Dokter Tifa menyoroti waktu penunjukan di tengah malam dianggap sebagai upaya manipulasi saat peserta sudah kehilangan fokus.
  • Dokter Tifa dkk akan fokus meneliti 700 lebih dokumen yang disita dari UGM untuk mengungkap fakta lebih lanjut.

PasarModern.com– Gelar perkara khusus terkait keaslian Ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Polda Metro Jaya justru menyisakan keraguan besar bagi tersangka.

Pegiat media sosial, Dokter Tifa, mengatakan bahwa prosedur yang dijalankan pada Senin (15/12/2025) tersebut jauh dari prinsip transparansi yang diharapkan.

“Gelar perkara khusus hanyalah permainan ilusi transparansi. Jokowi berjanji akan menunjukkan ijazah ke pengadilan. Ternyata dia, melalui Polda, menunjukkan ijazahnya di gelar perkara khusus. Ditunjukkannya ijazah itu, yang hanya berlangsung kurang dari 10 menit dan berbagi adu kepala dengan puluhan orang yang hadir,” tulis Tifa dalam unggahan pribadinya, Selasa (16/12/2025).

Keraguan muncul karena pihak kepolisian hanya memberikan waktu kurang dari 10 menit bagi peserta untuk melihat dokumen yang diklaim asli tersebut.

Kondisi ruangan yang sesak dengan puluhan orang membuat proses observasi terhadap lembaran ijazah menjadi sangat tidak efektif bagi Dokter Tifa dkk.

Dokter Tifa juga menyoroti adanya larangan ketat untuk menyentuh, meraba, atau menguji secara langsung kertas ijazah ayah Gibran itu.

Baginya, pembatasan akses fisik ini menutup celah bagi para ahli untuk membuktikan kebenaran materiil dari dokumen yang dipermasalahkan.

“Tanpa memegang dan menguji secara sains, keraguan terhadap keaslian ijazah ini tidak akan pernah hilang,” tulis Tifa.

Tifa juga merasa heran mengapa Ijazah Jokowi itu dibuka di akhir gelar perkara.

Ia menilai para polisi sengaja membuka Ijazah Jokowi di akhir gelar perkara, yakni pada waktu yang hampir mendekati tengah malam.

Tujuannya, menurut dia, adalah untuk mempermainkan psikologis para pemerhati ijazah lainnya dan media yang sudah kelelahan menantikan jalannya gelar perkara ini.

Ilmuwan yang juga penulis itu mengatakan hal ini adalah bagian dari trik atau permainan akal-akalan polisi.

“Saya meminta ijazah ditunjukkan di saat awal gelar perkara. Tetapi dipenuhi di saat terakhir, setelah 6 jam diskusi yang sangat melelahkan. Dilakukan hampir tengah malam. Ketika otak sudah lelah berpikir.”

“Masyarakat harus paham dan tidak boleh terjebak dalam ilusi transparansi yang sedang dimainkan ini. Sebab, Ini bukan soal asli dan tidaknya ijazahnya tersebut. Pembuktian keaslian ijazah bagi RRT sudah selesai. Sudah kami tuntaskan secara science-based. Ini adalah perang konsistensi. RRT (Roy, Rismon, dan Tifa) tetap konsisten dengan hasil penelitiannya. Jokowi tetap konsisten dengan kebohongannya,” tegas Tifa.

Di luar bukti fisik ijazah, Tifa membongkar adanya ratusan dokumen pendukung lain yang dinilai memiliki banyak inkonsistensi.

Beberapa poin yang diragukan antara lain transkrip nilai yang dianggap berantakan hingga status registrasi program studi yang tidak sinkron.

Tifa juga menyinggung adanya dokumen skripsi dengan penomoran tahun yang tidak masuk akal serta catatan KKN yang dilakukan sebanyak dua kali.

Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian telah menyita sekitar 700 dokumen dari UGM yang kini menjadi fokus penelitian lanjutan timnya.

Dokter Tifa bersama Roy Suryo dan Rismon Sianipar berkomitmen untuk tetap melanjutkan penelitian tentang keaslian Ijazah Jokowi.

Ijazah Jokowi Sama dengan yang Beredar

Pengacara Roy Suryo c.s., Ahmad Khozinudin, menjelaskan Ijazah Jokowi yang disita polisi tersebut ternyata memiliki kesamaan dengan yang selama ini beredar di publik.

Hal itu diungkapkan Khozinudin dalam program Sapa Indonesia Malam di YouTube Kompas TV, dikutip pada Selasa (16/12/2025).

Menurutnya, ijazah Jokowi saat ini masih disita kepolisian, bukan berarti ijazah asli mantan Wali Kota Solo itu.

“Akhirnya (polisi) mengambil keputusan segel barang bukti dan menunjukan ijazah Jokowi. Ditunjukan saat gelar perkara khusus sesi pertama tadi (kemarin) dengan tersangka Bu Kurnia Tri Royani, Riza Fadillah, Rusman Effendi. Yang ditunjukan itu hanya mengkonfirmasi ijazah itu, ya benar disita penyidik, bukan kesimpulan ijazah itu asli.”

“Ciri fisik paling utama (dari ijazah Jokowi yang ditunjukan) adanya foto seorang laki-laki berkacamata. Jadi artinya, yang ditunda-tunda atau tidak kunjung ditunjukan, end of faktanya adalah sama dengan apa yang di-upload oleh Dian Sandi (kader PSI),” ujar Khozinudin.

Kini yang dilakukan kliennya hanya menunggu perkara ini disidangkan.

Ia menegaskan pihak yang berwenang untuk menyatakan Ijazah Jokowi asli atau palsu adalah hakim.

“Karena kewenangan penyidik tidak sampai kepada menyimpulkan bukti, kesimpulan itu kan nanti di persidangan,” kata Khozinudin.

Roy Suryo Ragukan Pasfoto Jokowi

Dalam kesempatan lain, pakar telematika Roy Suryo mengaku merasa ada kejanggalan soal pasfoto yang tertempel di ijazah Jokowi.

Ia menilai usia pasfoto yang tertempel di ijazah Jokowi itu masih terbilang baru karena warna tintanya masih tajam.

Roy Suryo pun meragukan pasfoto di ijazah Jokowi itu sudah berusia lebih dari 40 tahun.

“Saya harus berkata dengan terus terang. Saya bukan hanya hobi komputer. Saya adalah seorang tukang potret sejak zaman analog dulu. Saya memotret sejak zaman film seluloid dan saya bukan hanya bekerja di lapangan sebagai tukang foto, saya adalah orang yang juga bekerja di kamar gelap. Jadi saya mengerti bagaimana komposisi, kalau misalnya kita pakai pengembang, film itu dicuci, kemudian dicetak, kemudian kertas film apa.”

“Untuk pasfoto yang tertempel di barang yang disebut ijazah itu, saya dengan lantang dan tegas mengatakan saya sangat ragu bahwa itu usia sudah lebih dari lebih dari 40 tahun. (Pasfoto) terlalu tajam, terlalu baru barang itu sebagai sebuah foto yang dicetak dengan kertas foto di tahunnya ya. Karena kertas foto di tahun itu ada usianya,” kata Roy Suryo di Polda Metro Jaya, Senin (15/12/2025).

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu juga membandingkan pas foto Jokowi itu dengan pasfoto di ijazah milik rekannya, Rismon Sianipar.

“Bahkan ijazah Dr. Rismon sendiri yang usianya baru sekitar kira-kira 23 tahun itu pun sudah mulai meluber ya. Ini masih sangat tegas dan jelas ya tidak,” jelas Roy Suryo.

Sehingga, ia tetap menyimpulkan ijazah Jokowi yang ditunjukkan Polda Metro Jaya, palsu.

“Jadi hasil dari kami 99,9 persen palsu tidak berubah. Bahkan sampai the last minute, kami akhirnya tadi ditunjukkan sebuah barang yang diklaim bahwa ijazah asli katanya, ijazah analog milik seorang yang namanya Joko Widodo,” kata Roy Suryo.(*)

Artikel telah tayang di Tribunnews