Kunjungan Presiden Trump ke Asia Tenggara
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, saat menandatangani perjanjian perdagangan dengan empat negara Asia Tenggara, menyampaikan bahwa AS akan memberikan dukungan penuh dan persahabatan kepada negara-negara tersebut di masa depan. Dalam pidatinya kepada para pemimpin Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada hari Ahad, Trump mengatakan bahwa AS 100 persen bersama dengan negara-negara Asia Tenggara dan bermaksud menjadi mitra serta sahabat yang kuat bagi banyak generasi mendatang.
Dalam sambutan pembukaannya di KTT AS-ASEAN yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, ia menambahkan bahwa ini adalah “zaman keemasan Amerika” dan bahwa AS berkomitmen untuk Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, dan berkembang. Trump juga menyatakan bahwa sekarang AS berada di posisi terbaik yang pernah mereka alami dan bahwa ini adalah “zaman keemasan Amerika Serikat”.
“Kita akan menciptakan kemakmuran luar biasa bagi negara-negara di kedua sisi Samudra Pasifik dan meraih peluang baru bagi seluruh rakyat kita,” kata Trump.
Sebagai ketua bergilir ASEAN, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan bahwa hubungan antara blok beranggotakan 11 negara tersebut dan AS didasarkan pada tujuan bersama untuk perdamaian dan kesejahteraan, dan telah menjadi kemitraan strategis yang komprehensif. Ia menekankan bahwa ekonomi AS dan Asia Tenggara yang dinamis memiliki potensi besar dalam menciptakan masa keemasan bagi semua negara.
Kesepakatan dengan Empat Negara ASEAN
Pada kesempatan tersebut, Trump menandatangani perjanjian perdagangan timbal balik dengan mitranya dari Thailand, Malaysia, Kamboja, dan Vietnam. Perjanjian ini bertujuan untuk mendorong negara-negara tersebut mengatasi hambatan tarif dan non-tarif. Menurut pernyataan bersama yang dirilis oleh Gedung Putih, AS akan mempertahankan tarif sebesar 19 persen untuk sebagian besar ekspor dari Malaysia, Thailand, dan Kamboja, sedangkan tarif 20 persen untuk Vietnam juga dipertahankan.
Trump juga menandatangani kesepakatan dengan Thailand dan Malaysia untuk bekerja sama dalam mendiversifikasi rantai pasokan mineral penting, di tengah upaya Cina yang bersaing di sektor ini. Cina, sebagai penambang dan pengolah tanah jarang terbesar di dunia, telah memberlakukan kontrol ekspor yang semakin ketat pada teknologi pemurniannya. Hal ini membuat produsen global berebut untuk mengamankan pasokan alternatif bagi mineral penting yang digunakan dalam chip semikonduktor, kendaraan listrik, dan peralatan militer.
Malaysia sepakat untuk tidak melarang atau memberlakukan kuota ekspor mineral penting atau unsur tanah jarang ke AS, demikian pernyataan kedua negara. Namun, pernyataan itu tidak merinci apakah janji Malaysia berlaku untuk tanah jarang mentah atau olahan. Malaysia, yang diperkirakan memiliki 16,1 juta ton deposit tanah jarang, telah melarang perusahaan mengekspor tanah jarang mentah untuk mencegah hilangnya sumber daya seiring upayanya untuk mengembangkan sektor hilirnya.
Peningkatan Kerja Sama Maritim
Selain itu, Malaysia setuju untuk memberikan akses pasar preferensial yang signifikan bagi barang-barang industri dan impor pertanian dari AS. Ini termasuk bahan kimia, mesin, dan kendaraan penumpang, serta produk-produk seperti susu dan unggas. Thailand akan menghapus hambatan tarif pada sekitar 99 persen barang, yang mencakup seluruh rangkaian produk industri, pangan, dan pertanian AS. Thailand, Malaysia, Kamboja, dan Vietnam juga berjanji untuk melindungi hak-hak buruh dan memperkuat perlindungan lingkungan dalam kesepakatan tersebut.
Dalam kesepakatan Washington dengan Hanoi, kedua negara berkomitmen untuk mengatasi dan mencegah hambatan bagi produk pertanian AS di pasar Vietnam. Perjanjian tersebut ditandatangani setelah Trump mengawasi penandatanganan perjanjian gencatan senjata yang disempurnakan antara Thailand dan Kamboja, menyusul bentrokan mematikan di perbatasan antara kedua negara tetangga Asia Tenggara tersebut awal tahun ini.
Demonstrasi Anti-Trump
Pada Ahad sore sekitar pukul 16.00, sekitar 200 pengunjuk rasa berkumpul di Taman Ampang dekat lokasi KTT ASEAN di Kuala Lumpur Convention Centre. Ini adalah demonstrasi kedua pada Ahad yang memprotes kehadiran Trump di KTT ASEAN. Beberapa pengunjuk rasa melemparkan sepatu mereka ke patung Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Namun, protes yang diselenggarakan oleh organisasi non-pemerintah Sekretariat Bantah Trump dan Gegar sebagian besar berlangsung damai dan berakhir sekitar dua jam kemudian.
Sebelumnya pada Ahad pagi, ratusan orang berkumpul di Dataran Merdeka, alun-alun kemerdekaan Malaysia, untuk memprotes kedatangan Trump ke Malaysia. Mereka tidak puas dengan sikap pro-Israel pemerintahan Trump dalam genosida Gaza yang telah menewaskan hampir 70.000 warga Palestina, sepertiganya adalah anak-anak.
