Tragedi yang Membuat Pilu dan Menggemparkan
Sebuah kejadian tragis yang menimpa sepasang pendaki muda di Gunung Jawa Barat kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Kisah ini awalnya tidak terdengar, namun berubah menjadi viral setelah disampaikan oleh seorang saksi mata bernama Hilya melalui podcast Denny Sumargo.
Kisah ini memperlihatkan bagaimana dua orang muda, yang diduga masih berusia belasan tahun, meninggal dalam kondisi yang sangat aneh dan tak lazim. Keduanya ditemukan dalam posisi saling menempel erat di dalam tenda, dengan alat kelamin yang tidak bisa dipisahkan. Fenomena ini dikenal sebagai “gancet” atau dalam dunia medis disebut sebagai Penis Captivus.
Penemuan yang Menyedihkan
Hilya mengungkapkan bahwa awalnya dia dan timnya mengira pasangan itu sedang tidur. Namun setelah dipanggil berkali-kali tanpa respons, mereka mulai curiga. Saat tenda dibuka, pemandangan yang dilihatnya membuatnya kaget dan shock. Pasangan tersebut dalam posisi yang tidak wajar: laki-laki di bawah, perempuan di atas, tanpa pakaian. Tubuh mereka sudah membiru, matanya terbuka, dan otot-otot tubuh mereka kaku.
Menurut keterangan Hilya, saat pemeriksaan medis dilakukan, alat kelamin keduanya tidak bisa dipisahkan bahkan setelah mereka dinyatakan meninggal. Akhirnya, dokter harus memotong organ pria tersebut agar bisa dilepaskan.
Penyebab Kematian yang Tak Terduga
Dari hasil autopsi, diketahui bahwa penyebab kematian keduanya bukan karena kekerasan, melainkan akibat kontraksi otot yang sangat kuat pada vagina korban perempuan. Hal ini menyebabkan alat kelamin pria terjepit dan tidak bisa dilepaskan, bahkan setelah keduanya meninggal.
Kondisi ini disebut sebagai vaginismus, yaitu kontraksi tak terkendali pada otot vagina. Dalam kasus ekstrem seperti ini, terutama jika terjadi di suhu dingin dan tanpa bantuan medis, risiko kematian sangat tinggi.
Peringatan untuk Pendaki
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi para pendaki agar selalu menjaga etika, kesehatan, dan keselamatan selama berada di alam bebas. Hilya juga menyampaikan bahwa sebelum insiden terjadi, pendaki wanita tampak sangat lelah dan beberapa kali menangis, meminta turun dari gunung. Namun, pasangan tersebut tetap memaksa untuk terus naik.
Saat sampai di Pos 4, kondisi korban semakin memburuk. Dia bahkan bertingkah aneh hingga pingsan. Meskipun ada kecurigaan akan hal-hal yang tidak biasa, Hilya dan timnya hanya berpikir bahwa itu adalah kelelahan.
Pemandangan Mengerikan di Pagi Hari
Pagi harinya, Hilya sempat naik ke puncak untuk melihat sunrise. Namun, saat kembali ke area camp, tenda pasangan itu masih tertutup rapat. Setelah mencoba memanggil dan memberikan makanan tanpa respons, dia akhirnya membuka tenda dan menemukan kondisi yang sangat mengerikan.
Tubuh keduanya sudah tidak bernyawa dalam posisi yang sangat tidak wajar. Awalnya Hilya mengira hanya satu orang di dalam sleeping bag, namun ternyata ada dua orang. Kejadian ini membuatnya shock dan tidak bisa bergerak.
Apa Itu Gancet?
Secara medis, fenomena gancet atau Penis Captivus memang bisa terjadi, meskipun sangat langka. Kondisi ini terjadi ketika otot vagina mengalami kontraksi yang sangat kuat, sehingga menjepit penis dan membuatnya sulit untuk dilepaskan. Dalam kasus ekstrem, jika tidak ada bantuan medis, risiko kematian sangat tinggi.
Gancet bisa disebabkan oleh faktor fisik, emosional, atau psikologis. Misalnya, kecemasan atau ketakutan bisa memicu kontraksi otot yang berlebihan. Dokter seksual asal Inggris, Dr John Dean, menjelaskan bahwa otot-otot dasar panggul perempuan berkontraksi secara berirama saat orgasme. Saat terjadi kontraksi, penis yang teraliri darah juga semakin besar, sehingga potensi terjadi gancet lebih tinggi.
Namun, jika otot vagina mengendur, darah kembali mengalir dari penis sehingga kedua organ ini bisa dipisahkan. Dalam kasus yang terjadi pada pasangan muda tersebut, kontraksi otot terlalu kuat dan tidak bisa diatasi.
Kesimpulan
Tragedi ini mengingatkan kita semua untuk selalu waspada dan menjaga kesehatan serta keselamatan saat melakukan aktivitas di alam bebas. Jika mengalami kondisi yang tidak biasa, jangan panik dan segera cari bantuan medis. Jangan mencoba memaksakan sesuatu yang bisa berbahaya.


