Ringkasan Berita
Jawa Barat, yang dikenal sebagai provinsi dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia, masih menghadapi tantangan besar dalam menurunkan tingkat pengangguran. Meskipun memiliki angka pengangguran yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional, provinsi ini tetap menjadi pusat perhatian karena kinerja ekonominya yang kuat.
Paradoks Investasi dan Pengangguran
Meski Jawa Barat meraih peringkat pertama nasional dalam hal realisasi investasi, tingkat pengangguran di provinsi ini masih relatif tinggi. Fenomena ini menunjukkan adanya paradoks antara investasi yang besar dan kesempatan kerja yang tidak seimbang.
Kawasan Industri dan Tingkat Pengangguran
Wilayah dengan investasi besar dan upah minimum kabupaten/kota (UMK) tinggi justru mengalami pengangguran tertinggi. Hal ini mencerminkan ketidakseimbangan antara jumlah investasi dan penyerapan tenaga kerja lokal.
Ketimpangan Antar Wilayah
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan perbedaan signifikan antara kawasan industri di utara dan pusat Jawa Barat dengan wilayah agraris atau wisata di selatan. Perbedaan ini memperlihatkan ketimpangan ekonomi yang semakin melebar.
Tingkat Pengangguran di Kabupaten dan Kota Jawa Barat
Berdasarkan data BPS, Jawa Barat masih masuk dalam daftar provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia. Pada laporan tahun 2025/2026, tingkat pengangguran Provinsi Jawa Barat mencapai 6,77 persen, meningkat dari 6,75 persen pada tahun 2024. Bahkan, pada masa pandemi 2020, angka ini sempat mencapai 10,46 persen.
Dari 27 wilayah di Jawa Barat, Bekasi menjadi wilayah dengan tingkat pengangguran tertinggi, yaitu 8,78 persen. Meskipun Bekasi merupakan wilayah industri dengan UMK tertinggi, banyak warga lokal tidak mampu menemukan pekerjaan di sana.
Berikut adalah urutan tingkat pengangguran di Jawa Barat tahun 2025, dari yang tertinggi hingga terendah:
- Bekasi: 8,78 persen
- Kota Cimahi: 8,75 persen
- Kota Sukabumi: 8,19 persen
- Karawang: 7,99 persen
- Kota Bogor: 7,95 persen
- Bogor: 7,69 persen
- Kuningan: 7,59 persen
- Purwakarta: 7,54 persen
- Kota Bekasi: 7,33 persen
- Sukabumi: 7,23 persen
- Kota Bandung: 7,22 persen
- Subang: 6,80 persen
- Bandung: 6,68 persen
- Bandung Barat: 6,60 persen
- Garut: 6,54 persen
- Kota Depok: 6,52 persen
- Indramayu: 6,47 persen
- Kota Tasikmalaya: 6,43 persen
- Cirebon: 6,42 persen
- Kota Cirebon: 6,41 persen
- Cianjur: 6,17 persen
- Sumedang: 6,08 persen
- Kota Banjar: 5,26 persen
- Ciamis: 4,08 persen
- Tasikmalaya: 3,69 persen
- Majalengka: 3,62 persen
- Pangandaran: 1,91 persen
Masalah Pengangguran di Jawa Barat
Tingkat pengangguran di Jawa Barat seringkali berada di kisaran 6,5 persen hingga 7,5 persen, jauh melampaui rata-rata nasional yang berkisar antara 4,8 persen hingga 5,3 persen. Wilayah industri seperti Bekasi dan Kota Cimahi memiliki tingkat pengangguran yang sangat tinggi, meskipun mereka memiliki investasi besar.
Faktor-faktor seperti populasi yang besar, migrasi penduduk, otomasi industri, serta ketimpangan wilayah turut memengaruhi tingkat pengangguran di Jawa Barat. Gubernur Dedi Mulyadi menghadapi tantangan besar dalam memastikan bahwa investasi senilai Rp296,8 triliun benar-benar terserap menjadi lapangan kerja bagi warga lokal.
Investasi dan Peluang Kerja
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan kebahagiaan atas pencapaian Jawa Barat sebagai provinsi dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia. Dalam video yang diunggah di Instagram pribadinya, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah berkontribusi dalam menjaga investasi di Jawa Barat.
Dedi Mulyadi berharap bahwa tingginya investasi di Jawa Barat akan menjadi peluang untuk menyerap kesempatan kerja, khususnya bagi warga Jawa Barat itu sendiri. Ia juga menekankan pentingnya menjaga investasi tersebut agar bisa meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat.
Daftar 5 Provinsi dengan Investasi Tertinggi
Berikut adalah daftar 5 provinsi dengan investasi tertinggi di Indonesia:
- Jawa Barat: Rp 296,8 triliun (15,4 persen)
- DKI Jakarta: Rp 270,9 triliun (14,0 persen)
- Jawa Timur: Rp 145,1 triliun (7,5 persen)
- Banten: Rp 130,2 triliun (6,7 persen)
- Sulawesi Tengah: Rp 127,2 triliun (6,6 persen)
Investasi di Jawa Barat terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). PMA mencapai USD 9,2 miliar, sedangkan PMDN mencapai Rp 148,8 triliun.


