Tiap malam tidur dalam mobil, Supriyono tewas di rumah ibu, pintu kiri dan terpal terbuka sedikit

Posted on

Ringkasan Berita:

  • Seorang pria di Blitar meninggal dunia setelah ditemukan oleh anaknya berada di dalam mobil
  • Tiap malam pria tersebut tidur di dalam mobil yang terparkir di rumah ibu
  • Polisi tidak temukan bekas kekerasan, polisi temukan pintu mobil terbuka sedikit dan terpal penutup mobil terbuka.

 

PasarModern.comTiap malam tidur di dalam mobil yang terparkir di rumah ibunya, Pria di Kabupaten Blitar akhirnya ditemukan tewas suatu pagi, Senin (8/12/2025).

Supriyono (63), warga Desa Gaprang, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, ditemukan meninggal dunia di dalam mobilnya, Senin (8/12/2025).

Korban ditemukan tak bernyawa di bangku tengah mobil Toyota Kijang yang terparkir di halaman rumah orang tuanya di Desa Gaprang. 

Kapolsek Kanigoro Polres Blitar, AKP Didik Sugiarto mengatakan, korban kali pertama diketahui meninggal dunia di dalam mobil oleh anaknya sekitar pukul 06.00 WIB. 

“Korban tiap malam menemani ibunya. Rumah korban dan ibunya satu lingkungan. Tapi, korban tidur di dalam mobil yang parkir di halaman, tidak tidur di dalam rumah,” kata Didik.

Tiap malam tidur di mobil

Korban sudah hampir satu bulan tiap malam tidur di dalam mobil yang terparkir di halaman rumah ibunya. 

Biasanya, habis subuh, korban sudah pulang ke rumahnya. Kali ini, hingga pukul 06.00 WIB, korban belum pulang ke rumah.

“Karena belum pulang, anak korban mengecek ke rumah neneknya. Saat dicek, korban sudah meninggal dunia di dalam mobil,” ujarnya. 

Dikatakannya, polisi masih mendalami penyebab kematian korban.

Polisi belum tahu apakah korban meninggal karena serangan jantung atau hal lain. 

Tapi, dari hasil visum luar yang dilakukan petugas kesehatan dari Puskesmas, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. 

“Keluarga menerima ini sebagai takdir. Memang korban ini setiap hari menemani ibunya, karena rumahnya bertetangga. Tiap hari tidur di dalam mobil,” katanya. 

“Mungkin kondisi mobil terlalu sesak dan berada di bawah pohon atau ada dugaan keracunan ini dalam pendalaman. Kalau hasil visum luar tim kesehatan, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban,” lanjutnya. 

Menurutnya, saat ditemukan korban tidur dalam posisi miring di bangku bagian tengah mobil. 

Posisi pintu mobil sebelah kiri dibuka sedikit. Bodi mobil juga dalam kondisi ditutup terpal sebagian.

“Menurut keluarga, korban tidak punya riwayat penyakit,” katanya. (Samsul Hadi/TribunJatim).

Bahayanya tidur dalam mobil

Tidur di dalam mobil semalaman berbahaya secara ilmiah terutama karena risiko keracunan gas karbon monoksida (CO), yaitu gas beracun yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa.

Gas itu berasal dari hasil pembakaran mesin kendaraan, terutama jika mesin tetap menyala atau kendaraan diparkir di ruang tertutup seperti garasi atau area minim sirkulasi udara.

Karbon monoksida memiliki kemampuan mengikat hemoglobin dalam darah hingga sekitar 200 kali lebih kuat dibanding oksigen sehingga menghambat suplai oksigen ke jaringan vital seperti otak dan jantung.

Hal itulah yang dapat menyebabkan gejala awal berupa pusing, kantuk berlebihan, mual, sakit kepala, hingga kehilangan kesadaran.

Dalam kadar tinggi bisa berujung kematian tanpa disadari saat tertidur, selain itu suhu di dalam mobil yang tertutup juga dapat berubah ekstrem akibat efek rumah kaca.

Seperti suhu baik menjadi terlalu panas di siang hari maupun sangat dingin pada malam hari sehingga mengganggu mekanisme pengaturan suhu tubuh dan meningkatkan risiko hipotermia atau dehidrasi.

Kondisi makin memprihatinkan jika ditambah lagi posisi tidur yang sempit dan tidak ergonomis dapat menekan aliran darah, mengiritasi saraf, serta memicu nyeri otot dan sendi.

Sementara kualitas tidur yang buruk akibat rendahnya kadar oksigen, kebisingan, dan getaran lingkungan juga berdampak pada fungsi otak, sistem imun, serta keseimbangan hormon.

Sehingga secara keseluruhan tidur semalaman di dalam mobil bukan hanya tidak nyaman tetapi juga mengandung risiko kesehatan serius yang dapat berujung fatal.

Tewas setelah terjebak 9 jam dalam mobil

Kisah serupa, ada seorang pria yang juga tewas karena terjebak di mobil macet 9 jam.

Seorang pria meninggal dunia saat terjebak macet di Puncak Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/9/2024) pukul 21.00 WIB.

Tercatat, ada 140 ribu kendaraan melintas wilayah tersebut.

Jenazah J disemayamkan sementara di masjid sekitar lokasi.

“Infonya korban ini punya (penyakit) asma,” kata warga di sekitar lokasi kejadian, dikutip dari Tribunnews.com via Tribun Jambi.

Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Rizky Guntama buka suara terkait kondisi jalan di Puncak Bogor.

Menurutnya, jumlah kendaraan yang berada di Jalan Raya Puncak Bogor ada 140.000 kendaraan.

Kemacetan bukan hanya dialami pengendara roda empat.

Kendaraan roda dua pun terjebak kemacetan.

Lebih dari seratus ribu kendaraan yang melintas di sana pada pukul 00.00 hingga 23.00 WIB.

Sementara itu, ambulans untuk mengevakuasi jenazah korban tidak bisa langsung mencapai titik lokasi lantaran tidak bisa menembus kemacetan.

Akhirnya, jenazah korban disemayamkan sementara di masjid di sekitar lokasi.

“Sudah minta ambulans. Tapi lokasi tidak bisa dicapai ambulans, Jalan Raya depan Gunung Mas tidak bergerak ke arah Jakarta,” lanjutnya.

Wisatawan juga mengatakan di area Gunung Mas pun macet, kendaraan tidak gerak. 

“Ngantre mau keluar,” kata wisatawan bernama Ani.

“Almarhum disemayamkan di Masjid Al Bustam, dekat kantor agro,” imbuhnya.

Ani mengatakan, korban bersama rombongannya terjebak macet selama delapan jam di jalur Puncak Bogor.

“Bus yang terdapat korban meninggal terjebak di Gunung Mas sejak pukul 13.00 WIB,” ujar Ani.

Sebelum meninggal dunia, dia menambahkan, korban diketahui sempat turun dari bus yang ditumpanginya.

“Bapak ini (korban) turun dari bus, kemungkinan mau mencari kamar kecil,”

“Bus masih di parkiran, jauh dari pintu gerbang,” tandasnya.

Sebelumnya kawasan Puncak Bogor benar-benar mengalami kemacetan parah saat ‘Long Weekend’ Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (15/9/2024).

Arus lalu lintas baik dari dan menuju kawasan Puncak macet parah.

Warga bernama Ryreen yang terjebak kemacetan horor sejak pukul 10.00 WIB, menyebut situasi lalu lintas di sekitar masjid At Taawun benar-benar tidak dapat bergerak sama sekali alias ‘stuck’.

Dari arah bawah arus kendaraan bermotor tidak dilakukan penutupan sehingga memperparah kemacetan.

“Banyak(kendaraan dari bawah) terutama motor masih banyak arah naik dan mobil arah naik stuck juga aku arah turun,” ujar Ryreen.

Ryreen pun saat ini harap-harap cemas.

Sebab kendaraan roda empat yang ditumpanginya kondisi bahan bakar minyak (BBM) mulai menipis.

“Enggak nyampai setengahnya ini harus hemat-hemat,” kata dia.

Serupa dengan Ryreen, Titik juga terjebak kemacetan parah.

Bedanya, Titik hendak naik ke atas atau menuju arah Cianjur, Jawa Barat.

Sejak pukul 13.30 WIB kendaraan bermotor yang ditumpanginya baru tiba di Cipanas, Jawa Barat.

“Aku dari pukul 13.30 WIB dari Cibodas baru sampai Cipanas jam segini,” katanya. 

Satlantas Polres Bogor pun memberlakukan sistem satu arah untuk mengatasi kemacetan parah di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. 

Sistem one way ke arah Jakarta ini diberlakukan selama 14 jam, dimulai dari Minggu (15/9/2024) siang hingga Senin (16/9/2024) dini hari.

Pemberlakuan one way karena ada lonjakan volume kendaraan yang luar biasa di kawasan itu. 

Pihak kepolisian memprediksi puncak arus libur panjang di Puncak akan terjadi pada Senin siang.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews PasarModern.com