Ringkasan Berita:
- Proyek Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) Paket 3 sepanjang 5,8 km telah mencapai progres 90,66 persen dan direncanakan dibuka secara gratis saat libur Natal dan Tahun Baru.
- Waskita Karya menilai tol ini akan mengurangi waktu tempuh hingga 60 persen, memperlancar logistik.
- Kemudian dibukanya ini dapat mengurai kemacetan Pantura, serta mendorong pariwisata dan investasi di Jawa Timur.
PasarModern.com| Situbondo –Pembangunan infrastruktur strategis di ujung timur Pulau Jawa kini memasuki fase yang paling dinantikan oleh masyarakat.
Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) semakin mendekati garis akhir dan siap memberikan dampak signifikan terhadap mobilitas, logistik, hingga pariwisata Jawa Timur.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk terus memacu penyelesaian Tol Probowangi Paket 3 yang membentang di Kabupaten Probolinggo hingga Situbondo. Ruas sepanjang 5,8 kilometer ini telah mencapai progres 90,66 persen dan direncanakan dapat difungsikan secara gratis selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini.
Kehadiran tol ini diharapkan menjadi solusi atas kemacetan panjang yang selama ini sering terjadi di jalur pantai utara (Pantura) Jawa Timur, terutama saat musim liburan.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pembangunan Jalan Tol Trans Jawa bukan sekadar menyediakan infrastruktur fisik, melainkan bagian dari strategi besar dalam memperkuat perekonomian dan sosial masyarakat.
Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris Perusahaan Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menilai Tol Probowangi akan memberikan efek ganda yang luas bagi daerah yang dilintasinya.
“Jalan tol ini diproyeksikan tidak hanya memperlancar logistik, tetapi juga meningkatkan sektor pariwisata Jawa Timur secara signifikan,” kata Ermy, Rabu (10/12/2025).
Tol Probowangi akan menjadi akses utama menuju berbagai destinasi wisata unggulan dan superprioritas di Jawa Timur, mulai dari Kawah Ijen, Pantai Pulau Merah, Taman Nasional Baluran, Taman Nasional Alas Purwo, hingga kawasan Bromo Tengger Semeru. Kehadiran tol ini juga melengkapi jaringan Tol Trans Jawa dari Merak hingga Banyuwangi serta memangkas jarak tempuh dari kota-kota besar seperti Surabaya dan Malang menuju ujung timur Pulau Jawa.
Salah satu daya tarik utama proyek ini adalah Jembatan Paiton, jembatan raksasa sepanjang 450 meter yang melintasi perbukitan. Struktur megah ini direncanakan menjadi ikon baru Jawa Timur.
“Tidak mudah membangun jembatan ini, karena lokasinya membelah bukit dan jurang. Meski begitu, kami berupaya menyelesaikannya secara maksimal agar bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat,” kata Ermy.
Selain fungsi konektivitas, jembatan tersebut juga menawarkan pemandangan alam yang menarik dan berpotensi menjadi daya tarik wisata tersendiri.
Dari segi ekonomi, Tol Probowangi diyakini membawa manfaat besar bagi sektor logistik dan investasi. Waktu tempuh dari Probolinggo menuju Besuki yang sebelumnya sekitar satu jam 15 menit diperkirakan dapat dipangkas menjadi hanya 30 menit dengan kecepatan rata-rata 80–100 kilometer per jam.
Efisiensi waktu lebih dari 60 persen ini dinilai sangat penting bagi kelancaran distribusi barang, efisiensi biaya logistik, serta peningkatan daya saing produk lokal.
Pembangunan Tol Probowangi sendiri terbagi dalam tiga paket, yaitu Paket 1 Gending–Kraksaan, Paket 2 Kraksaan–Paiton, dan Paket 3 Paiton–Besuki. Dalam pelaksanaannya, Waskita Karya juga menunjukkan komitmen terhadap dampak sosial dengan melibatkan tenaga kerja lokal hingga 44,34 persen.
Sebagai BUMN konstruksi yang telah berpengalaman lebih dari 65 tahun, kontribusi Waskita Karya dalam pembangunan jaringan tol nasional sangat besar. Dalam 10 tahun terakhir, perusahaan telah menyelesaikan 23 ruas jalan tol dengan total panjang lebih dari 1.000 kilometer.
“Kami percaya semakin banyak infrastruktur yang dibangun, maka semakin merata pula layanan, bantuan, serta fasilitas yang diterima masyarakat. Dengan demikian mampu mendorong perekonomian daerah,” tutup Ermy.
Profil Prosowangki
Pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) tahap 1 segera akan selesai dalam waktu dekat.
Proyek strategis nasional ini dianggap sebagai jalur penghubung penting antara Jawa Timur bagian barat dan timur, sekaligus melengkapi jaringan Tol Trans Jawa yang membentang dari Banten hingga ujung timur Pulau Jawa.
Pada tahap pertama, seluruh pembangunan tol Prosiwangi berada di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Panjang ruas ini mencapai 49 kilometer, membentang dari Gending hingga Paiton.
Berdasarkan informasi terbaru, pengerjaan tahap 1 sudah memasuki tahap akhir dan hampir bisa dikatakan selesai.
Jalan tol pada tahap ini berakhir di wilayah Paiton, yang menjadi simpul penting akses ke timur Jawa Timur.
Penyelesaian tahap 1 ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas logistik dan perjalanan masyarakat dari arah Pasuruan dan Probolinggo menuju Situbondo, serta mengurangi waktu tempuh antarwilayah di kawasan Tapal Kuda.
Sementara itu, tahap 2 pembangunan dari arah Paiton juga menunjukkan progres positif. Pekerjaan fisiknya dilaporkan telah mencapai lebih dari 80 persen dan akan berakhir sementara di Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo.
Pada tahap ini, total panjang jalan tol yang akan dibangun di wilayah Situbondo mencapai sekitar 125 kilometer. Nantinya, ruas tol ini akan terus diperpanjang hingga ke Kabupaten Banyuwangi, sesuai dengan rencana awal proyek.
Dengan demikian, jika seluruh tahapan selesai, jalan tol Prosiwangi benar-benar akan menembus hingga ke ujung timur Pulau Jawa, menjadikannya bagian akhir dari jaringan Tol Trans Jawa yang telah terhubung dari Banten hingga Banyuwangi.
Penyelesaian jalan tol Prosiwangi diharapkan tidak hanya memperlancar arus kendaraan dan logistik, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan timur Jawa Timur.
Kawasan industri, pertanian, dan pariwisata di Probolinggo, Situbondo, hingga Banyuwangi diperkirakan akan ikut terdorong karena aksesibilitas semakin mudah.
Meskipun demikian, jadwal pembangunan tahap 3 yang akan melanjutkan proyek dari Suboh menuju Banyuwangi masih menunggu keputusan resmi pemerintah pusat dan pihak pengelola jalan tol. Sampai saat ini, belum ada kepastian kapan tahap akhir tersebut akan dimulai.
Jika seluruh tahapan selesai, Tol Prosiwangi akan menjadi salah satu jalur strategis yang menghubungkan seluruh jalur Tol Trans Jawa, membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat dan dunia usaha di ujung timur Indonesia.
Nama Jalan Tol Resmi Berubah Menjadi Prosiwangi
Nama Jalan Tol Probowangi secara resmi berubah menjadi Prosiwangi. Perubahan ini disampaikan langsung oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, saat meninjau pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Prosiwangi pada Senin, 10 November 2025.
Dalam kunjungannya, Bupati Rio menegaskan bahwa kehadiran tol ini menjadi kunci penting untuk meningkatkan konektivitas antardaerah serta mempercepat mobilitas barang dan logistik, yang pada akhirnya memberi dampak nyata bagi perekonomian masyarakat Situbondo. Setelah melakukan peninjauan di area proyek, Bupati Rio melanjutkan perjalanan ke Desa Tepos, Kecamatan Banyuglugur, di bagian barat Situbondo.
Di wilayah tersebut, ia memantau perbaikan sejumlah ruas jalan kabupaten yang didanai APBD. Jalan-jalan ini nantinya akan terhubung langsung dengan akses utama Tol Prosiwangi, sehingga pembangunan kedua infrastruktur ini saling melengkapi dan memperkuat jaringan transportasi daerah.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan rasa bangganya atas perubahan nama tol dari Probowangi menjadi Prosiwangi, sebuah perubahan yang ia sebut memiliki makna penting bagi masyarakat Situbondo.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Anggota DPR RI, Nasim Khan, yang berperan memperjuangkan perubahan nama tersebut. Informasi penggantian nama ini sendiri telah diumumkan oleh Humas Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) melalui akun resmi mereka, bersamaan dengan kabar uji laik fungsi pada seksi 1 dan seksi 2.
Pembangunan Tol Prosiwangi yang melintasi dari Probolinggo hingga Banyuwangi kini telah memasuki tahapan yang signifikan. Seksi 1 Gending–Kraksaan dan Seksi 2 Kraksaan–Paiton direncanakan mulai beroperasi pada periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026 untuk mendukung kelancaran arus kendaraan saat puncak liburan.
Sementara itu, progres pengerjaan seksi 3 Paiton–Besuki yang dikerjakan oleh PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi telah mencapai 85,23 persen. Kehadiran tol ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh Banyuwangi–Probolinggo menjadi sekitar 45 menit dari sebelumnya lebih dari dua jam, sekaligus mengurangi kepadatan jalur Pantura yang sering menjadi titik kemacetan.
Dengan nilai investasi mencapai Rp21 triliun, Tol Prosiwangi akan menjadi bagian penting dari jaringan Tol Trans Jawa.
Selain meningkatkan kelancaran transportasi, tol ini diyakini membuka peluang besar di sektor industri pengolahan hasil laut, pertanian, pariwisata, dan logistik.
Meskipun demikian, Bupati Rio menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada tol saja. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pembangunan tol, peningkatan akses lokal, serta program pengembangan ekonomi daerah agar manfaatnya dapat dirasakan oleh pelaku UMKM dan masyarakat luas.
Tol Prosiwangi diproyeksikan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Situbondo.
Daftar Kecamatan yang Dilewati:
- Banyuglugur
- Besuki
- Suboh
- Mlandingan
- Bungatan
- Kendit
- Panarukan
- Kota Situbondo
- Panji
- Kapongan
- Arjasa
- Kapal layar
- Asembagus
- Banyuputih
- Sumbermalang
- Mangaran
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman
(PasarModern.com)
