Tantangan dan Langkah Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih di Lamongan
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Lamongan menghadapi beberapa tantangan dalam operasionalnya. Salah satu masalah utama adalah keterbatasan modal serta minimnya tenaga pendamping yang memadai. Saat ini, terdapat sebanyak 474 KDMP yang berada di bawah naungan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro telah melakukan berbagai langkah strategis. Salah satunya adalah melalui rapat koordinasi dan sosialisasi pengembangan usaha KDMP yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Intensitas rapat koordinasi satuan tugas KDMP telah dimulai sejak 26 Agustus 2025 di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan. Selanjutnya, dilakukan rakor kepala desa se-Kabupaten Lamongan pada minggu pertama bulan September 2025.
Pihak Dinas juga melakukan sosialisasi pengembangan usaha KDMP bersama Bank Jatim, dengan mengundang PT. Pupuk Indonesia, PT. Pertamina, Bulog, dan Idfood kepada KDMP yang menjadi prioritas pengembangan atau percontohan pada tanggal 17 September 2025. Selain itu, dilakukan penguatan kelembagaan dan pengembangan usaha oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan di 8 Kecamatan sesuai kemampuan anggaran pada tanggal 22 September hingga 7 Oktober 2025.
Pelatihan dan Pendampingan Berkelanjutan
Dalam upaya memperkuat kapasitas pengurus dan anggota KDMP, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi 260 peserta selama lima hari. Pelatihan ini mencakup penguatan kelembagaan, manajemen, dan SDM. Selain itu, Dinas juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas keuangan untuk membangun kepercayaan anggota.
Pendampingan berkelanjutan dari dinas koperasi dilakukan agar koperasi tetap konsisten dan adaptif terhadap perubahan. Dengan langkah-langkah tersebut, Kopdes/Kophan dapat menjadi wadah ekonomi kerakyatan yang mandiri dan berkelanjutan.
Mendorong Kemitraan dan Akses Pasar
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lamongan berharap bisa menjalin kemitraan bisnis dengan BUMN, membuka akses pasar, dan memanfaatkan program CSR untuk memperkuat koperasi. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, pihaknya gencar melakukan edukasi dan sosialisasi agar masyarakat aktif berpartisipasi dalam gerakan koperasi.
Selain itu, Pemkab Lamongan komitmen untuk mensukseskan program Presiden RI Prabowo Subianto, salah satunya KDMP ini dengan memfasilitasi biaya Notaris dalam pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Pihaknya juga memberikan fasilitas sarana digital untuk koperasi melalui pendampingan pembuatan akun dan pengoperasian ODS Mandiri, Microsite, dan Simkopdes.
Penguatan Potensi Lokal dan Digitalisasi
Pengembangan usaha berbasis potensi lokal seperti pertanian, UMKM, atau pariwisata desa dilakukan untuk memaksimalkan manfaat langsung bagi anggota. Diversifikasi unit usaha dilakukan untuk meningkatkan pendapatan koperasi dan ketahanan ekonomi anggota. Pemanfaatan teknologi digital dalam manajemen keuangan, pemasaran, dan promosi produk juga menjadi fokus utama.
KDMP juga berperan dalam mengelola hasil pertanian, mendukung pelaku usaha kecil dengan akses modal dan pemasaran, serta mengembangkan produk kreatif lokal. Salah satu contohnya adalah pengembangan produk berbahan dasar kentang seperti kripik kentang.
Peran Anak Muda dan Teknologi Digital
Agar lebih mengakar dan menjadi pilihan, KDMP melibatkan anak-anak muda dalam kegiatan koperasi, seperti melibatkan Karangtaruna dalam kepengurusan KDKMP. Dalam hal penggunaan teknologi digital, pihaknya memaksimalkan dan mempermudah website perkoperasian seperti ODS Mandiri dan Microsite dalam penggunaannya.
