Survei Dishub Jabar: 21,2 juta warga akan bepergian saat Nataru, 60% untuk berwisata

Posted on

KORAN-PIKIRAN RAKYAT – Dari 50,4 juta penduduk Jawa Barat, diperkirakan sebanyak 21,2 juta penduduk Jawa Barat akan melakukan perjalanan atau bepergian selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Dari jumlah itu, berwisata menjadi alasan utama dalam melakukan pergerakan atau mobilitas warga.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Dhani Gumelar Minggu 21 Desember 2025 di Bandung. Menurut dia, menjelang Nataru 2026 Dinas Perhubungan Jawa Barat telah melakukan survei potensi pergerakan warga Jawa Barat pada Natal dan Tahun Baru 2026.

“Dengan jumlah penduduk Jawa Barat sebanyak 50,34 juta jiwa, hasil survei menunjukkan bahwa sebanyak 42% atau 21,2 juta warga Jawa Barat akan melakukan perjalanan atau berpergian pada libur Natal dan Tahun Ba­ru 2026,” ujarnya.

Menurut Dhani Gumelar, dari hasil survei tersebut, tergambarkan bahwa dari 21,2 juta warga yang akan melakukan pergerakan atau perjalanan, ternyata 60% alasannya adalah untuk berwisata. Artinya, alasan berwisata menjadi dominan yang menyebabkan banyak warga Jawa Barat melakukan perjalanan selama Natal dan Tahun Baru 2026.

Selain alasan untuk berwisata, alasan lain warga Jawa Barat melakukan perja­lan­an, yakni sebanyak 35,1%, adalah  mudik atau pulang kampung,  kemudian sebesar 4,1% dengan alasan bersila­turahmi. Alasan lainnya, sebesar 0,1% karena pekerjaan dan sisanya sebesar 0,7% dengan alasan lain-lain.

Dijelaskan Dhani Gumelar, pihak Dinas Perhubungan melakukan survei tersebut ber­tujuan untuk mendapat­kan gambaran potensi perge­rakan atau perjalanan warga Jawa Barat selama Natal dan Tahun Baru 2026. Data ter­sebut menjadi acuan dalam penangganan dan layanan transportasi selama Natal dan Tahun Baru 2026.

Menurut dia, Provinsi Ja­wa Barat tentu menjadi perhatian selama masa libur Natal dan Tahun Baru 2026 di­karenakan posisi geografis strategis Jawa Barat merupakan jalur penghubung utama antara Kota Jakarta dan daerah lain di Pulau Jawa, seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kemudian, persoalan lain menyangkut kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia, Jawa Barat merupakan pro­vinsi dengan populasi terbesar di Indonesia. Dengan de­mikian, Jabar memiliki po­tensi mobilitas yang cukup tinggi.

Selanjutnya, alasan lainnya terkait dengan destinasi wi­sa­ta populer Jawa Barat me­miliki banyak destinasi wisata yang sangat diminati selama libur panjang, seperti Natal dan Tahun Baru 2026.

“Atas kondisi Jawa Barat seperti itu, maka Dinas Perhubungan dengan tupoksi­nya melakukan survei agar mendapatkan gambaran se­perti apa potensi pergerakan atau perjalanan warga Jawa Barat selama Natal dan Ta­hun Baru 2026,” ucap Dhani Gumelar.

Perjalanan 

Menjawab pertanyaan kapan waktu perjalanan yang banyak dipilih warga Jawa Barat selama libur Natal dan Tahun Baru 2026? Dhani Gumelar mengatakan, berda­sarkan hasil survei yang dila­kukan, ternyata sebanyak 5.470.232 orang menyatakan mereka memilih tanggal 25 Desember 2025 sebagai waktu untuk melakukan perjalanan. Sementara itu, seba­nyak 5.384.426 orang memi­lih tanggal 24 Desember 2025 sebagai waktu perjalanan.

“Dari data hasil survei ter­sebut, maka potensi pergerakan perjalanan orang Jawa Barat akan padat terjadi pada tanggal 24 dan 25 Desember 2025. Jumlah orang yang melakukan perjalanan dalam dua hari tersebut bisa mencapai 10,8 juta orang,” ucap Dhani Gumelar.

Dengan pergerakan perjalanan orang selama Natal dan Tahun Baru 2026 di Jawa Barat, ketersediaan terhadap angkutan umum menjadi perhatian. Dinas Perhu­bungan mencapat sekitar 2.425.365 seat atau kursi disiapkan layanan angkutan umum di Jawa Barat selama masa libur Nataru 2025/2026.

Layanan angkutan umum yang disiapkan seperti layanan kereta jarak jauh seba­nyak 48.931 seat per hari, kereta komuter sebanyak 69.895 seat per hari, layanan Whoosh sebanyak 28.848 seat per hari,  dan ketersediaan layanan ASDP sebanyak 11.540 seat per hari.

Namun, diakui Dhani Gu­melar, penggunaan mobil pribadi masih dominasi sebagai alat transportasi warga selama libur Natal dan Tahun Baru 2026. “Sebanyak 65,2% warga memilih menggunakan mobil pribadi sebagai alat transportasi. Sisanya 15,2% menggunakan sepeda motor, sebesar 13,3% menggunakan kereta api dan 3% menggunakan bus umum,” paparnya.

Prasarana 

Sementara itu, kesiapan prasarana transportasi selama masa libur Natal dan Tahun baru 2026, mulai dari kesiapan perlengkapan penerbangan, kesiapan perlengkapan ASDP sampai ke­pada penambahan perlengkapan jalan seperti rambu portabel, water barrier, penerangan jalan umum (PJU) dan lain lainnya.

Menurut Dhani Gumelar, kesiapan prasrana transpor­tasi tersebut dimaksud sebagai dukungan agar layanan selama masa libur Natal dan Tahun Baru 2026. Masyarakat yang melakukan perja­lan­an dapat dilayani secara baik dan perjalanan dapat berjalan lancar dan aman. 

Moda darat

Dijelaskan dia, hasil eva­luasi yang dilakukan Dinas Perhubungan Jawa Barat terhadap pergerakan atau perjalanan warga Jawa Barat menunjukkan, libur Natal dan Tahun Baru yang berdekatan menciptakan periode liburan yang cukup panjang. Kondisi itu mendorong wisatawan untuk melakukan perjalanan darat ke destinasi wisata di Jawa Barat. Kemudian,  perbaikan infrastruktur jalan, dan penyelesaian jalan tol baru (Cisumdawu, Bocimi) membuat perjalanan darat menjadi pilihan masyarakat.

Selanjutnya, pada masa Natal dan Tahun Baru tahun 2024/2025, terjadi lonjakan volume kendaraan di semua destinasi wisata utama, dengan rata-rata peningkatan 20-30% dibandingkan waktu normal. Terakhir, kendaraan pribadi masih menjadi pilihan masyarakat dalam ber mobilisasi pada masa nataru 2024/2025. Namun, terda­pat peningkatan signifikan da­lam penggunaan moda transportasi kereta api oleh masyarakat.***