Tradisi Keagamaan di Masyarakat Muslim Indonesia: Bacaan Surah Yasin dan Tahlil pada Malam Jumat
Di masyarakat Muslim Indonesia, membaca Surah Yasin dan Tahlil pada malam Jumat merupakan tradisi keagamaan yang sangat penting. Amalan ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar untuk memohon ampunan kepada Allah SWT, baik bagi diri sendiri maupun bagi arwah orang-orang beriman yang telah meninggal dunia.
Mengapa Surah Yasin dan Tahlil Dibaca Pada Malam Jumat?
Dalam penanggalan Islam (Hijriyah), pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam (waktu Maghrib). Oleh karena itu, waktu Jumat sebenarnya sudah masuk saat hari Kamis petang setelah Maghrib. Itulah sebabnya amalan malam Jumat dimulai sejak Kamis malam sebagai bagian dari menyambut hari Jumat yang mulia.
Jumat adalah hari yang paling mulia dalam Islam. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai hari yang paling utama. Berdasarkan hadis dari Aus bin Aus RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya hari yang afdhal bagi kalian adalah hari Jumat; padanya Adam diciptakan dan diwafatkan, pada hari Jumat juga sangkakala (pertanda kiamat) ditiup dan padinya juga mereka dibangkitkan, karena itu perbanyaklah bersholawat kepadaku karena sholawat kalian akan diperhadapkan kepadaku.” (HR. Abu Daud, Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Bacaan Surah Yasin
Surah Yasin adalah surah yang sangat istimewa dalam Al-Qur’an. Surah ini sering dibaca sebagai bentuk doa dan pengharapan kepada Allah SWT. Berikut adalah beberapa ayat dari Surah Yasin:
-
يٰسۤ ۚ
Yā sīn
Artinya: Ya Sin -
وَالْقُرْاٰنِ الْحَكِيْمِۙ
Wal-qur`ānil-ḥakīm
Artinya: Demi Al-Qur’an yang penuh hikmah, -
اِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۙ
Innaka laminal-mursalīn
Artinya: Sungguh, engkau (Muhammad) adalah salah seorang dari rasul-rasul, -
عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍۗ
‘Alā ṣirāṭim mustaqīm
Artinya: (yang berada) di atas jalan yang lurus, -
تَنْزِيْلَ الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِۙ
Tanzīlal-‘azīzir-raḥīm
Artinya: (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Allah) Yang Maha Perkasa, Maha Penyayang, -
لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَّآ اُنْذِرَ اٰبَاۤؤُهُمْ فَهُمْ غٰفِلُوْنَ
Litunżira qaumam mā unżira ābā`uhum fa hum gāfilụn
Artinya: Agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai. -
لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلٰٓى اَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ
Laqad ḥaqqal-qaulu ‘alā akṡarihim fa hum lā yu`minụn
Artinya: Sungguh, pasti berlaku perkataan (hukuman) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman. -
اِنَّا جَعَلْنَا فِيْٓ اَعْنَاقِهِمْ اَغْلٰلًا فَهِيَ اِلَى الْاَذْقَانِ فَهُمْ مُّقْمَحُوْنَ
Innā ja’lamā fī a’nāqihim aglālan fa hiya ilal-ażqāni fa hum muqmaḥụn
Artinya: Sungguh, Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, karena itu mereka tertengadah. -
وَجَعَلْنَا مِنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ سَدًّا وَّمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَاَغْشَيْنٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُوْنَ
Wa ja’lamā mim baini aidīhim saddaw wa min khalfihim saddan fa agsyaināhum fa hum lā yubṣirụn
Artinya: Dan Kami jadikan di hadapan mereka sekat (dinding) dan di belakang mereka juga sekat, dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.
Bacaan Tahlil Singkat
Setelah membaca Surah Yasin, biasanya dilanjutkan dengan rangkaian Tahlil. Berikut adalah bagian inti dari bacaan Tahlil:
-
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ، اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ، وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَـــــدٌ ×٣
Artinya: Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.” (3 kali). -
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ، مِنْ شَرِّ مَـــا خَلَقَۙ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ، وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
Artinya: Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”
Doa Tahlil
Doa Tahlil adalah doa yang sering dibaca untuk memohon ampunan dan rahmat dari Allah SWT. Berikut adalah isi doa Tahlil:
“Aku berlindung diri kepada Engkau dari setan yang di rajam. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang yang memperoleh nikmat sama memuji, dengan pujian yang sesuai dengan nikmatnya dan memungkinkan di tambah nikmatnya. Tuhan kami, hanya Engkau segala puji, sebagaimana yang patut terhadap kemuliaan Engkau dan keagungan Engkau.”
Doa ini sering dibaca sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diberi kebaikan dan perlindungan dalam hidup ini serta di akhirat.
