Pengungkapan Perselingkuhan yang Menyedihkan
Seorang pria di Inggris menemukan kecurangan istrinya melalui pengawasan kamera CCTV yang sebenarnya dipasang untuk memantau anak mereka. Kejadian ini terjadi ketika pria tersebut mendengar suara mencurigakan dari aplikasi CCTV yang terhubung ke ponselnya saat sedang bekerja.
Lebih mengejutkan lagi, selingkuhan sang istri ternyata adalah rekan kerja suami sendiri, yang selama ini dikenal dekat dengan keluarganya. Kekinian, kejadian ini menjadi perhatian banyak orang karena menggambarkan bagaimana teknologi bisa menjadi alat yang tidak hanya membantu, tetapi juga bisa menjadi sumber masalah jika digunakan secara salah.
Peristiwa ini bermula ketika Marek Fejko, seorang pria berusia 47 tahun asal Slovakia yang telah tinggal di Inggris, sedang bekerja dan memutuskan untuk membuka aplikasi CCTV rumah. Aplikasi tersebut biasa ia gunakan untuk memantau anaknya. Kamera yang dipasang di kamar tidur utama itu sebenarnya dimaksudkan untuk menjaga keamanan anak, tetapi justru menjadi saksi bisu perselingkuhan.
Fejko mendengar suara desahan dan percakapan yang tidak pantas dari istrinya. Istrinya sempat memutar arah kamera ke tembok, tetapi lupa mematikan fitur audio. Akibatnya, semua suara yang berasal dari kamar tersebut tetap terdengar melalui aplikasi yang terhubung langsung ke ponsel Fejko.
Dari suara yang terekam itulah, Fejko langsung menyadari bahwa sang istri sedang berbuat serong dengan pria lain. Tersulut amarah, Fejko langsung bergegas pulang ke rumah untuk mengonfrontasi apa yang baru saja ia saksikan dan dengarkan.
Setibanya di rumah, ia mendapati bahwa pria selingkuhan istrinya bukanlah orang asing. Ternyata, pria tersebut adalah rekan kerjanya sendiri. Situasi memanas ketika Fejko kemudian mengambil sebilah pisau dan mengancam pria tersebut yang mencoba kabur dan mengunci diri di dalam mobil.
Kejadian ini tidak berhenti di situ. Aksi Fejko yang membawa senjata tajam dan melakukan ancaman kemudian berbuntut pada proses hukum. Dalam persidangan yang berlangsung di Inggris, Fejko mengakui bahwa dirinya bersalah atas dua tuduhan, yaitu melakukan tindakan kekerasan dan membawa senjata tajam di tempat umum tanpa alasan yang sah.
Jaksa penuntut, Tim Evans, dalam keterangannya di persidangan menyebutkan bahwa kejadian ini sangat disayangkan. “Perselingkuhan ini sudah terjadi selama lebih dari lima bulan, dan ironisnya baru terbongkar melalui aplikasi CCTV ponsel milik Fejko,” jelas Evans.
Menurut penuturan jaksa, pasangan tersebut memang memiliki kamera pengawas di kamar mereka sebagai upaya untuk menjaga keamanan anak. Kamera tersebut terhubung langsung ke ponsel Fejko, sehingga ia dapat melihat dan mendengar situasi di rumah kapan saja. Namun, usai Fejko berangkat kerja pada pagi itu, sang istri justru membawa pria lain ke rumah mereka.
Dalam kondisi panik, wanita tersebut memutar kamera ke arah tembok namun tidak mematikan suara. Alhasil, aktivitas perselingkuhan itu terekam secara audio dan didengar langsung oleh Fejko di tempat kerjanya.
Setelah tiba di rumah dan melihat sang selingkuhan bersembunyi di dalam mobil, Fejko langsung berteriak “Di mana dia?” sebelum mengambil pisau besar dan mengayunkannya sambil berteriak, “Akan kubunuh kau!” kepada mantan rekan kerjanya itu.
Menurut laporan tambahan, Fejko pindah dari Slovakia ke Inggris 12 tahun lalu untuk mencari kehidupan yang lebih baik setelah pernikahan pertamanya kandas. Ia berharap pernikahan keduanya bisa menjadi awal baru yang lebih bahagia. Namun, harapan tersebut pupus seketika setelah dikhianati oleh orang terdekat.
Setelah mempertimbangkan seluruh fakta, Hakim Nicholas Barker menjatuhkan hukuman kepada Fejko berupa kerja sosial selama 18 bulan tanpa upah sebanyak 120 jam. Selain itu, ia juga dikenai perintah larangan menghubungi korban, yakni pria yang menjadi selingkuhan istrinya, selama satu tahun penuh.
