Sosok Irwan Bachri Syam bupati Luwu Timur diduga umroh saat larangan kepala daerah ke luar negeri

Posted on

Ringkasan Berita:

  • Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menjadi sorotan setelah video dirinya diduga berangkat umroh pada Kamis (11/12/2025) viral. 
  • Kepergian ini terjadi di tengah Surat Edaran Mendagri Tito Karnavian yang melarang kepala daerah ke luar negeri hingga 15 Januari 2026 akibat bencana dan cuaca ekstrem.

 

PasarModern.comSosok Bupati Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Irwan Bachri Syam, jadi sorotan usai videonya diduga tengah menjalankan ibadah umroh, viral di media sosial.

Kepergian Irwan ke Tanah Suci Mekkah kali pertama diketahui dari unggahan Facebook Sinar Ali.

Dalam unggahan itu tampak Irwan Bachri Syam berada di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, bersama rombongan, Kamis (11/12/2025). 

Unggahan ini menuai respons dari warganet, sebab Irwan diduga berangkat umroh di tengah larangan kepala daerah bepergian ke luar negeri. 

Sayangnya, hingga saat ini belum ada konfirmasi dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur terkait kabar kepergian Irwan ke Mekkah. 

Larangan Kepala Daerah ke Luar Negeri 

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menerbitkan surat edaran (SE) yang melarang seluruh kepala daerah untuk bepergian ke luar negeri sampai 15 Januari 2026 imbas terjadinya bencana dan cuaca ekstrem.

Langkah ini diambil setelah Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, berangkat umrah ketika daerahnya dilanda bencana banjir dan longsor.

Kemendagri lalu menjatuhkan sanksi pemberhentian sementara selama 3 bulan kepada Mirwan.

Tito menegaskan, seluruh kepala daerah harus bersiaga di daerahnya masing-masing, terutama bagi kepala daerah di Sumatera yang kawasannya terdampak bencana.

“Jadi betul-betul standby, terutama yang terdampak di daerah masing-masing,” kata Tito di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025), dikutip PasarModern.comdari Kompas.com.

Tito menegaskan, khusus para kepala daerah yang daerahnya dilanda bencana, dia memastikan bahwa mereka tidak akan menghadapi situasi itu sendirian.

Ia menekankan, daerah-daerah yang terdampak bencana akan didukung oleh semua kekuatan, baik dari provinsi maupun pemerintah pusat.

Tito juga menegaskan bahwa keberadaan kepala daerah sangat diperlukan karena memiliki kewenangan untuk tanggap bencana.

Menurut dia, jika kepala daerah tidak ada di tempat, maka kinerja perangkatnya pun tidak akan terarah.

“Apalagi kepala daerah juga adalah ketua Forkopimda, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah,” kata mantan kapolri tersebut.

Sosok Irwan Bachri Syam

Irwan Bachri Syam terpilih sebagai Bupati Luwu Timur periode 2025-2030.

Ia dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, Kamis (20/2/2025).

Pria kelahiran Wasuponda, 20 November 1977, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, ini akrab disapa Ibas. 

Dari Keluarga Sederhana

Lahir dari keluarga sederhana, Ibas tak pernah menyangka dirinya akan menjadi pemimpin di tanah kelahirannya.

Pilkada 2024 menjadi saksi bagaimana kerja keras dan tekadnya mengantarkannya ke kursi bupati.

Berpasangan dengan Puspawati Husler, ia meraih kemenangan mutlak dengan 88.748 suara, unggul atas Budiman-Akbar (63.787 suara) dan Isrullah-Usman (18.984 suara).

“Kemenangan ini bukan sekadar angka, tetapi bukti kepercayaan rakyat Luwu Timur kepada saya,” ujarnya.

Ibas bukanlah anak pejabat atau pengusaha kaya. Ayahnya seorang petani, sementara ibunya berdagang di pasar. Keterbatasan ekonomi membuatnya harus bekerja keras untuk bisa melanjutkan pendidikan.

Meskipun memiliki semangat belajar tinggi, ia menghadapi banyak tantangan finansial.

Demi membayar kuliah, ia menjadi sopir pete-pete (angkutan dalam kota) dan mengantarkan dagangan keluarganya dari Wasuponda ke Towuti.

“Saya tahu bagaimana rasanya tak punya biaya untuk sekolah. Karena itu, saya ingin pendidikan di Luwu Timur bisa diakses oleh semua anak, tanpa terkendala ekonomi,” ungkapnya.

Pendidikan dan Karier Politik

Ibas meraih gelar Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Muslim Indonesia pada 2002, serta menyelesaikan Program Profesi Studi Insinyur pada 2019.

Karier politiknya dimulai ketika ia menjadi Wakil Bupati Luwu Timur periode 2016-2021, mendampingi Thorig Husler.

Pada Februari 2021, setelah Thorig Husler wafat, Ibas dilantik menjadi Bupati Luwu Timur oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, meskipun hanya menjabat selama sepekan hingga akhir masa jabatan.

Sebagai Ketua DPD Partai Nasdem Luwu Timur, ia kembali maju dalam Pilkada 2024 dan berhasil memenangkan pemilihan dengan perolehan suara tertinggi.

Program Unggulan: Tiga Kartu Sakti

Dari pengalamannya menghadapi kesulitan ekonomi saat kuliah, Ibas menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama.

Salah satu program unggulannya adalah “Tiga Kartu Sakti”, yang terdiri dari:

  • Kartu Luwu Timur Pintar: Beasiswa penuh hingga perguruan tinggi, seragam gratis, dan bantuan pendidikan lainnya.

  • Kartu Luwu Timur Sehat: Akses layanan kesehatan gratis, termasuk rumah singgah bagi pasien rujukan ke luar daerah.

  • Kartu Lansia: Bantuan tunai Rp 1 juta per bulan bagi warga lanjut usia (60 tahun ke atas)

===

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.  

Klik di sini untuk untuk bergabung