Soal dan Kunci Jawaban TAM Profesional Akidah Akhlak PPG Dalam Jabatan Batch 4 Tahun 2025
Berikut ini adalah soal dan kunci jawaban Tes Akhir Modul (TAM) profesional Akidah Akhlak dalam program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch 4 tahun 2025. Soal-soal ini dapat diakses melalui portal LMS PPG Kemenag di alamat lms.ppgkemenag.id.
Soal 1
Nama Allah al-Rahmān ini secara umum diterjemahkan dengan makna Maha Pengasih. Namun makna ini tidak bisa menggambarkan ke-Maha Pengasih-an Allah. Allah lebih dari hanya sekadar mengasihi, bahkan Allah tidak pilih kasih. Nama al-Rahmān ini juga nama yang Allah perkenalkan sendiri melalui Al-Qur’an, khususnya dalam surah Al-Isra ayat 110 sebagai berikut:
قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنُ أَيَّا مَّا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى
Katakanlah, “Serulah Allah atau serulah al-Rahmān. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al-Asmā’ al-Ḥusnā (nama-nama yang terbaik).” (Q.S. Al-Isra: 110).
Contoh yang membuktikan bahwa Allah memiliki sifat al-Rahmān (Maha Pengasih), kecuali:
– A. Allah memberikan oksigen kepada seluruh makhluk hidup yang membutuhkan setiap hari
– B. Allah memberi makan kepada hewan yang ada di laut tanpa ada yang kekurangan
– C. Allah memberikan ketenangan hati kepada orang-orang yang taat
– D. Allah menjaga bayi yang ada dalam kandungan melalui kokohnya rahim
– E. Allah menurunkan hujan sesuai takarannya dan menjadi berkah bagi seluruh alam
Jawaban:
C. Allah memberikan ketenangan hati kepada orang-orang yang taat
Soal 2
Baca dengan tartil, dan telaah makna dari surah Asy-Syu’ara [26] ayat 63 berikut ini!
فَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنِ ٱضْرِب بِّعَصَاكَ ٱلْبَحْرَ ۖ فَٱنفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍۢ كَٱلطَّوْدِ ٱلْعَظِيمِ
Lalu Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah laut itu dengan tongkatmu.” Maka terbelahlah lautan itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar.
Ayat tersebut menerangkan sebuah kisah masa lalu yang bisa dijadikan pelajaran bagi umat Nabi Muhammad saw., dengannya dapat diketahui kemampuan luar biasa yang dimiliki Nabi Musa a.s. Penjelasan yang bisa menggambarkan makna mukjizat adalah …
- A. Kemampuan yang dimiliki orang yang Allah kehendaki, sebagai bukti takwaannya
- B. Kehebatan yang Allah titipkan kepada utusan Allah, sebagai senjata dalam menjalankan tugas di muka bumi
- C. Kejadian mistis yang tidak biasa terjadi bagi siapa saja yang mempelajari dan mengamalkannya
- D. Peristiwa luar biasa yang terjadi dari seseorang Nabi, sebagai bukti kenabiannya, sebagai tantangan terhadap orang yang meragukannya
- E. Peristiwa hebat yang terjadi dari orang yang taat kepada Allah, sebagai penguat keimanannya
Jawaban:
D. Peristiwa luar biasa yang terjadi dari seseorang Nabi, sebagai bukti kenabiannya, sebagai tantangan terhadap orang yang meragukannya
Soal 3
Baca dengan tartil, dan telaah makna dari surah an-Naml [27] ayat 40 sebagai berikut! Seorang yang mempunyai ilmu dari Kitab berkata, “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata, “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barangsiapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhan-Ku Mahakaya, Mahamulia.”
Ayat tersebut menerangkan bahwa terdapat kemampuan luar biasa yang Allah titipkan kepada hambanya. Kemampuan ini adalah kemampuan yang terjadi pada masa Nabi Sulaiman a.s., dan juga Allah berikan pada masa setelahnya. Pernyataan yang dapat menggambarkan makna karamah adalah sebagai berikut …
- A. Kemampuan yang dimiliki salah seorang nabi dalam melaksanakan tugas kenabian
- B. Aktivitas luar biasa yang terjadi pada orang-orang yang Allah kehendaki karena keistiqamahan dan ketaatannya
- C. Keadaan yang dirasakan wali Allah karena sebuah proses memohon dan mempelajari secara sungguh-sungguh
- D. Pertolongan yang Allah berikan kepada seluruh umat manusia yang membutuhkan
- E. Kesaktian yang dapat memanipulasi indra atau lingkungan agar terlihat seolah-olah terjadi
Jawaban:
B. Aktivitas luar biasa yang terjadi pada orang-orang yang Allah kehendaki karena keistiqamahan dan ketaatannya
Soal 4
Rasulullah saw. diutus ke dunia untuk memperbaiki akhlak umatnya agar memiliki akhlak mulia. Tugas mulia ini dilakukan oleh Rasulullah dan seluruh akhlaknya tergambar dalam Al-Qur’an. Apa yang diperintahkan dan dilarang dalam Al-Qur’an, semuanya diamalkan oleh Rasulullah. Kalimat yang dapat menggambarkan makna Akhlak al-Karimah adalah …
- A. Hal yang dilakukan berdasarkan dorongan jiwa yang secara sengaja dan terbiasa tanpa berpikir panjang
- B. Amalan yang dilaksanakan berdasarkan cara dan waktu yang sudah ditetapkan agar mendapat pahala
- C. Perbuatan sesuai ketentuan syariat yang dilakukan dengan niat mendapat ridha Allah
- D. Kemuliaan dan kebaikan yang dilakukan secara sadar karena dorongan jiwa yang sudah terbiasa tanpa harus dipertimbangkan
- E. Perasaan seperti diawasi dan diamati oleh sesuatu sehingga selalu melakukan kebaikan
Jawaban:
D. Kemuliaan dan kebaian yang dilakukan secara sadar karena dorongan jiwa yang sudah terbiasa tanpa harus dipertimbangkan
Soal 5
Orang yang memiliki Quwwah al-Ilmi akan menghasilkan hikmah. Hikmah ini akan memberikan turunan akhlak yang nantinya secara otomatis akan dimiliki orang tersebut dan akan membimbing dalam akhlak yang baik. Di antara yang akan dimiliki seseorang yang mendapatkan Hikmah yang berasal dari Quwwah al-Ilmi, kecuali …
- A. memiliki kemampuan untuk dapat berpikir memperoleh kebijaksanaan ketika dihadapkan pada pendapat yang mirip-mirip dan mengandung pertentangan-pertentangan dalam implementasi
- B. memiliki kemampuan untuk berani menjadikan dirinya sebagai ahli dalam hal kemuliaan dengan penuh kerendahan hati dan menghindari perdebatan pada urusan-urusan yang sedikit manfaatnya. Ia sangat menghormati ulama
- C. mendapatkan taufiq dari Allah Swt. dengan kesesuaian antara dugaan yang terdapat dalam alam pikirannya, dengan kebenaran hakiki tanpa harus lama-lama memikirkannya
- D. mempunyai kecepatan kemampuan dalam menghubungkan data-data yang dimilikinya dengan sebab akibat yang menghasilkan kemaslahatan dalam kehidupan masyarakat
- E. memiliki kemampuan untuk dapat berpikir memperoleh kebijaksanaan ketika dihadapkan pada pendapat yang mirip-mirip dan mengandung pertentangan-pertentangan dalam implementasi
Jawaban:
B. memiliki kemampuan untuk berani menjadikan dirinya sebagai ahli dalam hal kemuliaan dengan penuh kerendahan hati dan menghindari perdebatan pada urusan-urusan yang sedikit manfaatnya. Ia sangat menghormati ulama
Soal 6
Pak Abdul adalah seorang guru yang sedang berupaya meningkatkan kualitas diri dan profesionalitas profesi dengan mengikuti program Pendidikan Profesi Guru. Beliau memiliki keterbatasan dan hambatan dalam pelaksanaannya karena tempat tinggal yang susah signal internet. Hal ini akan membuat perjuangannya semakin tidak mudah, apalagi listrik di wilayahnya juga sering padam. Pada kondisi ini, Pak Abdul ingin tetap mengamalkan tawakal dalam setiap aktivitasnya. Bentuk tawakal yang perlu dilakukan Pak Abdul adalah …
- A. Berdoa kepada Allah agar signal dan listrinya selalu bisa diandalkan dalam setiap kondisi
- B. Mencari cara agar dapat mengatasi susah signal dan padamnya listrik, sehingga setiap tuntutan program kegiatan dapat terselesaikan dan mendapatkan hasil terbaik
- C. Mengikuti setiap program yang ada, namun menyampaikan kepada pengelola program bahwa di tempat tinggal susah signal dan sering padam listrik
- D. Menginformasikan kepada Provider dan PLN bahwa Pak Abdul sedang mengikuti kegiatan PPG Daring
- E. Membiarkan keadaan yang ada dan menyerahkan hasilnya kepada Allah
Jawaban:
B. Mencari cara agar dapat mengatasi susah signal dan padamnya listrik, sehingga setiap tuntutan program kegiatan dapat terselesaikan dan mendapatkan hasil terbaik
Soal 7
Baca dengan tartil, dan telaah makna dari surah al-Baqarah ayat 186 berikut ini!
“Dan jika hamba-hamba-ku bertanya kepada kamu (Wahai Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat (bukan dalam pengertian jarak), Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa jika ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memohon terkabulkan doa kepada-Ku dan beriman kepada-Ku, semoga mereka mendapatkan petunjuk” (QS. al-Baqarah: 186).
Ayat ini mengarahkan hamba Allah untuk berdoa dan meminta agar doanya dikabulkan. Namun pada hakikatnya, doa tidak bisa mendobrak dinding takdir yang sudah Allah ciptakan. Tidak ada satu pun makhluk Allah yang bisa membujuk agar takdir menjadi berubah. Kaitan dengan hal tersebut, berikut ini pernyataan yang sesuai dengan ayat dan penjelasan di atas adalah …
- A. Doa dapat mengubah takdir yang sudah Allah tetapkan, misalnya musibah yang batal terjadi
- B. Ibadah yang dilakukan bisa mengubah ketetapan Allah, misalnya silaturahmi yang bisa memanjangkan umur dan memperbanyak rezeki
- C. Sedekah dapat mengubah takdir, misalnya akan tertimpa bala namun terselamatkan
- D. Sedekah dapat mendobrak takdir seseorang yang sakit, dengan bersedekah menjadi sembuh
- E. Doa yang dipanjatkan adalah untuk memilih takdir terbaik yang Allah siapkan, misalnya dengan berdoa nasib pekerjaan menjadi meningkat
Jawaban:
E. Doa yang dipanjatkan adalah untuk memilih takdir terbaik yang Allah siapkan, misalnya dengan berdoa nasib pekerjaan menjadi meningkat
Soal 8
Baca dengan tartil, dan telaah makna dari surah Thaha ayat 76 sebagai berikut:
“(yaitu) surga-surga ‘Adn, yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah balasan bagi orang yang menyucikan diri”. (Q.S. Thaha [20]: 76)
Ayat di atas menggambarkan kenikmatan surga. Kenikmatan surga disebutkan dalam Al-Qur’an banyak jenisnya. Saking nikmatnya, kenikmatan itu tidak terbayangkan. Namun untuk menggambarkan kenikmatan, Allah menggambarkan dengan adanya sungai mengalir dan lain sebagainya. Bahkan mungkin bagi sebagian orang yang tinggal di wilayah banyak sungai jernih akan biasa saja memandangnya. Berikut ini adalah pernyataan yang menggambarkan nikmat surga agar mudah dipahami, kecuali …
- A. Seorang yang berada di padang pasir tandus dan panas, tidak mendapatkan air berhari-hari, tiba-tiba mendapati sungai jernih yang mengalir
- B. Seorang pelajar yang dengan tekun, bersusah payah belajar siang malam, mendapati dirinya lulus Perguruan Tinggi impiannya
- C. Peserta PPG yang dengan sungguh-sungguh mengikuti seluruh tahapan kegiatan, bisa lulus dan dinyatakan sebagai Guru Profesional
- D. Seorang pegawai yang selalu bekerja setiap hari, mampu membeli makan siang demi memenuhi kebutuhan hariannya
- E. Seorang guru yang dengan tabah mendidik, menyaksikan peserta didiknya menggapai kesuksesan
Jawaban:
D. Seorang pegawai yang selalu bekerja setiap hari, mampu membeli makan siang demi memenuhi kebutuhan hariannya
Soal 9
Hadis riwayat ‘Aisyah: “Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah saw. sembari bertanya perihal kiamat (al-sa’ah). Seketika itu juga, Rasul melihat kepada anak kecil yang berada di antara mereka dan berkata, ‘Anak ini akan meninggal sebelum masa tuanya, hingga kalian akan menemui ajal masing-masing (‘alaikum sa’atukum)”, (H.R. al-Bukhari dan Muslim). Mayoritas ulama memahami kata al’sa’ah dalam hadis ini dengan kiamat kecil, yang berarti kematian. Kiamat sugra adalah kematian yang dialami oleh seluruh makhluk, sedangkan tidak semua makhluk mengalami kiamat kubra. Namun tanda-tanda kiamat sugra bukan hanya kematian, ada juga beberapa tanda kiamat sugra yang terjadi. Berikut adalah tanda kiamat sugra, kecuali …
- A. Merebaknya Perzinaan
- B. Riba Merajalela
- C. Munculnya Dabbah
- D. Diangkatnya Ilmu dan Fenomena Kebodohan
- E. Maraknya Khamer dan Menganggapnya Halal
Jawaban:
C. Munculnya Dabbah
Soal 10
Memberi maaf adalah sikap yang sangat dianjurkan oleh Al-Qur’an bahkan telah sangat jelas dicontohkan oleh Nabi kepada Yahudi buta yang selalu memakinya. Berikut ini yang bukan merupakan alasan pentingnya sikap memberi maaf terhadap sesama adalah …
- A. Manusia sebagai makhluk sosial
- B. Manusia tidak dapat hidup sendiri
- C. Terdapat hak orang lain dalam rezeki kita
- D. Menunjukkan kemampuan diri
- E. Asas tolong menolong
Jawaban:
D. Menunjukkan kemampuan diri
Soal 11
Baca dengan tartil, dan telaah makna dari surah an-Nur [24] ayat 22 berikut! “Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kerabat(nya), orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”. Ayat tersebut adalah dalil yang meminta sesama manusia untuk memberikan maaf. Pernyataan berikut yang dapat menggambarkan memberi maaf, kecuali …
- A. Seorang raja memberikan ampunan atas kesalahan yang dilakukan pengawalnya
- B. Seorang balita yang selalu kembali pada orang tuanya walau orang tuanya sering membentak
- C. Seorang amnesia yang melupakan kejadian buruk yang menimpanya
- D. Seorang pedagang yang mengizinkan pembeli datang ke tokonya, padahal ia tahu pembeli itu pernah mencuri di tokonnya
- E. Seorang istri yang tetap melayani suaminya, padahal ia tahu bahwa suaminya pernah mengecewakannya
Jawaban:
C. Seorang amnesia yang melupakan kejadian buruk yang menimpanya
Soal 12
Perhatikan hadis berikut: (1). “Sekali-kali tidaklah kalian beriman sebelum kalian mengasihi”, (2) “Kasih sayang itu tidak terbatas pada kasih sayang salah seorang di antara kalian kepada sahabatnya (mukmin), tetapi bersifat umum (untuk seluruh umat manusia)” (H.R. Thabrani). Hadis tersebut menjelaskan hal yang berkaitan dengan saling berkasih sayang dengan sesama muslim. Berikut adalah gambaran memberikan kasih sayang yang tepat, kecuali …
- A. Seorang pria memberikan kasih sayang kepada wanita yang menjadi istri temannya
- B. Orang yang berkecukupan memberikan secara rutin bantuan berupa sembako kepada yang kekurangan
- C. Seorang guru yang selalu memperhatikan kondisi murid-muridnya
- D. Seorang bos yang menyayangi keluarga anak buahnya seperti keluarganya sendiri
- E. Seorang kepala sekolah yang memperhatikan kesejahteraan karyawan di sekolahnya
Jawaban:
A. Seorang pria memberikan kasih sayang kepada wanita yang menjadi istri temannya
