Siapa Budisatrio Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Pimpin Karang Taruna Nasional?

Posted on

Pemimpin Baru Karang Taruna Nasional

Budisatrio Djiwandono resmi menjabat sebagai Ketua Umum Karang Taruna Nasional untuk periode 2025–2030. Pengangkatannya ini menjadi perhatian khusus di media sosial, terutama di platform X. Beberapa pengguna mengunggah berbagai tangkapan layar dan komentar yang menyentuh isu hubungan kekerabatan antara Budisatrio dengan Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu akun pengguna, @Bo****sjfk, membagikan foto headline berita yang menyebutkan “Keponakan Prabowo Jadi Ketum Karang Taruna Nasional, Mensos: Hasil Musyawarah” pada tanggal 25 Agustus 2025. Unggahan ini mendapat banyak respons dari warganet, termasuk komentar yang menyatakan ketidakpuasan terhadap sistem perekrutan jabatan yang dinilai tidak transparan.

Komentar-komentar seperti “Mau siapa presiden nya pasti keluarga dapet jabatan atau proyek” dan “Sistemnya membuka lapangan pekerjaan tapi s&k only” menunjukkan kekhawatiran masyarakat akan adanya prinsip keterlibatan keluarga dalam pemerintahan. Selain itu, beberapa pengguna juga mengungkapkan ketidaktahuan mereka tentang fungsi dan tujuan Karang Taruna Nasional.

Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan

Budisatrio Djiwandono lahir dari pasangan Sudrajad Djiwandono dan Bianti Djiwandono pada 25 September 1981. Ayahnya pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia dari tahun 1993 hingga 1998, sedangkan ibunya adalah kakak kandung dari Presiden Prabowo Subianto. Sejak kecil, Budisatrio tumbuh dalam lingkungan yang kental dengan tradisi politik dan kebijakan publik.

Dalam sejarah keluarga, Sudrajad Djiwandono sempat menjalani masa krisis ekonomi Asia saat menjabat di Bank Indonesia. Sementara itu, Prabowo Subianto melanjutkan perjalanan karier di dunia militer dan politik hingga akhirnya menjadi Presiden Republik Indonesia.

Budisatrio menempuh pendidikan dasar di SD Santa Theresia dan melanjutkan ke SMP Pelita Harapan. Saat remaja, ia pindah ke Amerika Serikat untuk bersekolah di Berkshire School. Setelah lulus, ia meraih gelar sarjana bidang Government & International Relation dari Clark University, AS.

Perjalanan Karier Budisatrio

Pada tahun 2017, Budisatrio memulai kiprahnya di DPR RI sebagai anggota Pergantian Antar Waktu untuk sisa masa jabatan 2014–2019. Ia menggantikan Luther Kombong yang meninggal pada Juni 2017. Pada periode 2019–2024, Budisatrio kembali terpilih dan menjabat Wakil Ketua Komisi IV yang membidangi pertanian, kehutanan, kelautan, dan lingkungan hidup.

Posisi ini membuatnya terlibat langsung dalam isu-isu penting seperti pangan dan sumber daya alam. Selain di parlemen, Budisatrio juga aktif dalam partai politik. Ia menjadi Juru Bicara Pemenangan Pemilu 2024 untuk Partai Gerindra.

Di dunia usaha, Budisatrio pernah menjabat Wakil Direktur PT Nusantara Energy dan Komisaris PT Satrio Putra Tidar. Ia juga pernah menjabat Direktur Utama PT Nusantara Pandu Energi, Direktur PT Kertas Nusantara, dan Komisaris Utama PT Karunia Tidar Abadi.

Diangkat Jadi Ketua Karang Taruna Nasional

Budisatrio ditetapkan sebagai Ketua Umum Karang Taruna Nasional melalui Temu Karya Nasional IX di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial. Ia menggantikan Didik Mukrianto sebagai Ketua Umum untuk periode 2025–2030. Proses pemilihan dilakukan melalui musyawarah mufakat sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dalam pidatonya, Budisatrio menyampaikan pesan yang diwariskan oleh pamannya, Presiden Prabowo Subianto. Pesan tersebut menekankan pentingnya membantu orang lain sesuai kemampuan. Ia menjelaskan bahwa pesan ini menjadi prinsip hidupnya, yaitu memberi bantuan sebanyak-banyaknya jika mampu, atau setidaknya sebisa-bisanya jika belum cukup.

Selain itu, Budisatrio menegaskan bahwa nilai-nilai yang ditanamkan dalam dirinya akan menjadi arah kepemimpinan Karang Taruna nasional lima tahun ke depan. Ia berkomitmen untuk menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong dalam menjalankan tugas sebagai ketua umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *