Sepak terjang Ilham Arif dan Andi Baso calon kuat ketua perkumpulan domino di Sulsel

Posted on

PasarModern.com Ilham Arief Sirajuddin (IAS) berpeluang menjadi Ketua Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (Pordi) Provinsi Sulawesi Selatan. 

Wali Kota Makassar 2 periode yakni 2004–2009 dan 2009–2014 itu akan menantang Andi Baso Ryadi Mappasulle dalam musyawarah provinsi (Musprov) I Pordi Sulsel.

Musprov I Pordi Sulsel  berlangsung pada 27–28 Desember. 

Selama empat hari masa pendaftaran di Sekretariat Panitia Penjaringan, Jl Pengayoman, Panakkukang, Makassar, hanya IAS dan Andi Baso menyerahkan berkas hingga penutupan, Minggu malam.

IAS menjadi pendaftar pertama pada Sabtu, diwakili tiga orang terdekatnya,  Yusuf Said, Jefri Timbo, dan Saad Iranda Dollar. 

Sehari kemudian, Ketua Pordi Sulsel saat ini, Andi Baso Ryadi Mappasulle, menyusul mendaftar untuk kembali bertarung mempertahankan kursinya. 

Masa jabatannya akan berakhir pada 26 Desember mendatang.

Agenda ini akan menjadi ajang penentuan antara petahana Andi Baso dan penantang kuat IAS dalam perebutan kursi ketua.

Dewan Pendiri PPoldi Sulsel, Andi Baso Ryadi Mappasulle, menegaskan kembali komitmennya untuk membangun domino sebagai olahraga otak yang mampu melahirkan prestasi.

Ia menilai perjalanan Pordi Sulsel dalam empat tahun terakhir telah menunjukkan kemajuan signifikan, meski masih menyisakan sejumlah pekerjaan besar yang harus dituntaskan.

“Saat awal berdiri, saya membangun Pordi dari nol. Tahun 2020, sangat sedikit yang mau menjadi pengurus. Tetapi alhamdulillah, mungkin karena izin Allah, pada 2025 ini Pordi Sulsel bisa menjadi parameter dan barometer organisasi Pordi di Indonesia,” ujarnya.

Meski bersyukur dengan perkembangan yang ada, Andi Baso menegaskan bahwa tujuan besar organisasi belum tercapai.

Pordi, kata dia, masih berjuang untuk menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). 

Menurutnya, proses menuju keanggotaan KONI adalah amanah moral yang harus ia kawal hingga tuntas.

“Tujuan dan cita-cita belum sampai karena Pordi belum masuk anggota KONI. Ini beban moral saya. Jika Pordi sudah masuk KONI, maka tugas saya selesai,” tegasnya.

Ia juga menanggapi dinamika internal menjelang pemilihan ketua. Andi Baso menegaskan rasa hormatnya kepada Ilham, tokoh senior organisasi, yang juga disebut-sebut dalam bursa kandidat.

“Saya tidak menganggap Pak Ilham tidak paham Pordi. Saya sangat menghargai beliau sebagai senior, beliau sudah khatam soal organisasi. Hanya saja, Pordi ini masih butuh orang yang benar-benar melihat potensinya dan mengantarnya menjadi anggota KONI,” jelasnya.

Andi Baso menyebut sudah ada 16 pengurus kabupaten/kota yang memberikan rekomendasi kepadanya untuk melanjutkan kepemimpinan. Karena itu, ia memastikan tetap maju pada pemilihan ketua Pordi Sulsel mendatang.

“Saya tetap akan maju. Saya hormat dan mohon izin kepada senior, Kak Aco. Tapi dalam organisasi, kita harus siap berkompetisi secara sehat,” tutupnya.

Salah satu anggota Pordi Makassar, Faisal Arsyad menyampaikan, nama besar bukan jaminan untuk memimpin organisasi ini. 

“Organisasi ini mengedepankan kekeluargaan dan persahabatan jadi kita butuh orang yang bisa merangkul bukan yang mau menguasai,” katanya. 

Menurut kepengurusan Sulawesi Selatan saat ini sudah sangat bagus dengan membangun dewan pengurus cabang se kabupaten/kota. 

“Dan berjalan dengan baik. Jadi kepemimpinan Andi Baso sebaiknya dilanjutkan untuk periode kedua,” katanya. 

Rekam jejak  Andi Baso Ryadi Mappasulle

Sosok Andi Baso Ryadi Mappasulle jadi perhatian saat Prof Dr Nurdin Abdullah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 28 Februari 2021 lalu.

Penangkapan terhadap Gubernur Sulsel yang baru menjabat selama kurang lebih tiga tahun tersebut, menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Salah satu yang mensyukuri penangkapan tersebut adalah, Andi Baso Ryadi Mappasulle.

Warga Bulukumba ini bahkan mengunggah rasa syukurnya di dinding Facebook pribadinya.

 Andi Baso menuliskan bahwa ia bersyukur atas ditetapkannya Nurdin Abdullah, Gubernur Sulawesi Selatan sebagai tersangka tindak pidana korupsi oleh KPK, Minggu 28 Februari lalu.

Andi Baso mengaku hari ditetapkannya Nurdin Abdullah sebagai tersangka bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-47.

“Hari ini tanggal 28 Februari, genap usiaku 47 tahun. Bertepatan Gubernur Profesor Andalan ditetapkan tersangka atas tindak pidana korupsi,” tulis Andi Baso dalam statusnya.

Ia juga mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Allah SWT, peristiwa penangkapan tersebut merupakan kado istimewa baginya.

“Terima kasih ya Allah, atas kado yang paling spesial sepanjang hidupku sampai saat ini,” tutur Andi Baso.

 “Aku selalu yakin Allah Maha Adil, cepat atau lambat pasti membalas dan menjawab doa-doa orang terdzolimi, entah kapan dan cara bagaimana, hanya Allah yang tahu akan itu semua,” sambungnya.

Andi Baso menutup status itu dengan menuliskan “Sekali lagi terima kasih ya Allah,” tulisnya pada Minggu 28 Februari 2021.

Siapa Andi Baso Ryadi Mappasulle?

Nama Andi Baso Ryadi Mappasulle sempat menjadi perbincangan banyak orang pada September 2020 lalu.

Saat itu, Andi Baso bersama beberapa orang keluarganya, melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Sulawesi Selatan. Mereka meminta agar makam istrinya, Nurhayani Abram, dipindahkan dari pemakaman khusus Covid-19 Macanda, Gowa, ke pemakaman keluarga di Bulukumba.

Andi Baso beralasan, karena semasa hidup, istrinya sempat berpesan kepada Andi Baso dalam sebuah perbincangan santai, namun tatapan mata yang sangat tajam dan serius.

Almarhumah meminta kelak jika ajal sudah menjemput, dia ingin dimakamkan di kampung halaman sendiri, yakni di Kabupaten Bulukumba.

Berbaring di Jalan

Saat melakukan aksi unjuk rasa, Andi Baso bahkan sempat berbaring di tengah jalan sambil menangis meminta agar Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menemui mereka.

Andi Baso sendiri berbaring untuk beberapa menit sebelum akhirnya dievakuasi massa aksi karena pingsan di badan jalan. Hal ini membuat putri Andi yang juga berasa di lokasi, Andi Esa, menangis histeris.

Namun, keinginan untuk bertemu dengan Gubernur tak terwujud.

Hal inilah yang membuat Andi Baso dan pengunjukrasa lainnya merasa kecewa berat.(*)

Sepak terjang Ilham Arief Sirajuddin

Mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), ditunjuk sebagai Ketua Tim Pemenangan pasangan Munafri Arifuddin (Appi) dan Aliyah Mustika Ilham (Appi-Aliyah) untuk Pilwali Makassar 2024. 

Penunjukan ini diumumkan oleh Appi saat ia berkunjung ke Kecamatan Tamalanrea, Makassar, pada Minggu (1/9/2024).

“Pak Ilham Arief Sirajuddin yang akan komandoi tim pemenangan kami. Nanti kita akan mengadakan rapat perdana dengan seluruh elemen tim,” ungkap Appi, sapaan akrab Munafri Arifuddin.

Penunjukan IAS dianggap langkah strategis, mengingat rekam jejaknya sebagai Wali Kota Makassar selama dua periode, dari 2004 hingga 2014. 

Pengalaman politik yang luas dan keberhasilannya dalam membangun jaringan selama masa kepemimpinannya menjadi modal penting bagi pasangan Appi-Aliyah dalam pertarungan politik yang diprediksi akan sengit.

Siapa Ilham Arief Sirajuddin?

IAS, yang akrab disapa Aco, adalah tokoh yang sudah sangat dikenal di Sulsel, khususnya di Kota Makassar. 

Sebelum menjadi Wali Kota, ia sempat menjabat sebagai Anggota DPRD Sulsel periode 1999-2004. 

Sebagai Wali Kota, IAS dikenal sebagai pemimpin visioner yang meraih berbagai prestasi, termasuk 168 penghargaan di berbagai bidang.

Salah satu prestasi gemilangnya adalah nominasi sebagai Wali Kota Terbaik Dunia (World Mayor Prize) pada tahun 2012.

Penghargaan ini sebuah pengakuan internasional yang mengukuhkan kiprahnya sebagai pemimpin dengan inovasi dan keberhasilan besar.

Kepemimpinan IAS

Pada masa kepemimpinannya, IAS mengusung visi “Makassar Menuju Kota Dunia Berlandaskan Kearifan Lokal.” 

Suami dari Aliyah Mustika Ilham itu berfokus pada percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Berkat kepemimpinannya, pertumbuhan ekonomi Makassar meningkat pesat, mencapai lebih dari 9 persen per tahun.

Dengan puncaknya pada tahun 2008 di angka 10,83 persen. 

Pembangunan yang ia dorong, seperti revitalisasi Pantai Losari dan Lapangan Karebosi, menjadi simbol keberhasilannya.

Ilham juga dikenal karena program-program pro-rakyatnya, seperti penyediaan ambulans gratis, sekolah bersubsidi penuh, dan layanan administrasi kependudukan gratis. 

Ia juga merintis program “Cyber City” dengan menghadirkan jaringan Wi-Fi di kawasan Pantai Losari, menjadikan Makassar sebagai kota yang mengikuti perkembangan teknologi informasi modern.

Pengalaman di Pilgub Sulsel 2013

Ilham memulai karier politiknya sebagai Wali Kota Makassar selama dua periode (2004-2014) dan kemudian mencalonkan diri dalam Pilgub Sulsel 2013. 

Ia diusung oleh Partai Demokrat bersama Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar sebagai pasangannya. 

Namun, Ilham dikalahkan oleh gubernur petahana Syahrul Yasin Limpo pada 22 Januari 2013. 

Dalam pemilihan itu, Ilham meraih 1.785.580 suara (41,57 persen), sementara Syahrul memenangkan 52,42 persen suara.

Profil Ilham Arief Sirajuddin

Ilham Arief Sirajuddin lahir di Kabupaten Gowa, Sulsel, pada 16 September 1965.

Ia merupakan sosok politisi berpengaruh di Sulsel. 

Anak dari pasangan Arief Sirajuddin dan Hj Djohra ini memilih dunia politik, berbeda dengan ayahnya yang berkarier di militer. 

Ilham menikah dengan Aliyah Mustika, putri ketiga Letnan Kolonel (Purnawirawan) Ali Abdullah.

Memiliki empat anak, yakni Amirul Yamin Ramadhansyah, Zulfiqar Nur Alamsyah, Siti Hamsinah Khairahtunnisa, dan Siti Mukhlizatul Amalia.

Keluarga:

– Istri: Aliyah Mustika Abdullah, SE (lahir di Makassar, 30 Maret 1969)

– Anak-anak:

  – Amirul Yamin Ramadhansyah (lahir di Sungguminasa, 17 Februari 1994)

 – Zulfiqar Nur Alamsyah (lahir di Sungguminasa, 14 November 1995)

  – Siti Hamsinah Khairahtunnisa (lahir di Ujung Pandang, 1 November 1997)

  – Siti Mukhlizatul Amalia (lahir di Makassar, 10 November 2001)

Riwayat Pendidikan:

– SD Mangkura, Ujung Pandang

– SMP Negeri 6, Ujung Pandang

– SMA Negeri 7, Bandung

– S1 Universitas Hasanuddin

– S2 Universitas Muslim Indonesia

– S3 Universitas Negeri Makassar. (*)