Prediksi Rocky Gerung: Purbaya Yudhi Sadewa Siap Bersaing di Pilpres 2029
Pengamat politik Rocky Gerung mengungkapkan prediksi bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sedang menyiapkan langkah politik untuk menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Menurut Rocky, gaya komunikasi dan manuver Purbaya yang sensasional di publik bertujuan untuk meningkatkan elektabilitasnya sejak awal masa jabatannya.
Purbaya disebut telah melejit dalam dua bulan pertama masa jabatannya, sehingga menarik perhatian publik. Rocky menyebutkan bahwa gaya komunikasi dan manuver Purbaya belakangan ini cukup memikat, tetapi daya tarik tersebut bisa meredup jika tidak dipertahankan. “Di dalam teori komunikasi, Pak Purbaya ini berupaya langsung tiba di puncak. Tanpa aklimatisasi, begitu sudah di puncak dia akan turun,” ujarnya seperti dikutip dari kanal YouTube Deddy Sitorus.
Rocky menilai Purbaya berusaha menaikkan elektabilitas dengan tampil sensasional di ruang publik untuk merawat popularitasnya. “Tapi kita bisa bayangkan mungkin beliau sedang kejar-kejaran dengan 2029 supaya elektabilitasnya naik. Orang seperti Purbaya pasti sudah berpikir menjadi calon presiden atau wakil presiden, itu ambisinya terlihat,” tambah Rocky.
Selain itu, Rocky menyindir gaya Purbaya yang ia bandingkan dengan film lama berjudul Koboi Cengeng. “Sok jago-jagoan padahal tidak punya kemampuan. Tapi karena tidak ada pemimpin, seorang yang tampil sensasional langsung jadi idola. Ini juga gejala FOMO publik Indonesia,” ujarnya.
Rocky menekankan bahwa tantangan utama bagi Purbaya untuk mempertahankan popularitas adalah dukungan politik. “Tidak mungkin Prabowo membiarkan para menteri teknis lainnya dikerjai Purbaya. Purbaya tidak memiliki partai sendiri, kecuali berusaha masuk ke Partai Gajah untuk mendapatkan backup politik,” pungkas Rocky.
Elektabilitas Purbaya Dibandingkan Tokoh Lain
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kini menjadi media darling dan relatif disukai masyarakat dengan gayanya yang ceplas-ceplos dan disebut bak koboi. Bahkan elektabilitasnya sebagai calon presiden berdasarkan hasil survei lembaga riset IndexPolitica Indonesia mampu mengalahkan figur politik seperti Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo hingga Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
Nama Purbaya berada di posisi kedua dalam kategori elektabilitas calon presiden, tepat setelah Presiden Prabowo Subianto, dalam hasil survei tersebut. Menanggapi elektabilitasnya sebagai capres yang tinggi, Purbaya memberikan jawaban tidak terduga soal kemungkinan berkiprah dalam politik. Juga termasuk soal kemungkinan tawaran dari partai politik untuk bergabung.
Menkeu Purbaya menegaskan dirinya hanya ingin fokus bekerja saja untuk saat ini. “Saya nggak tahu (ada tawaran masuk parpol-Red). Saya nggak tertarik politik, saya mau kerja saja,” kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, seperti dilansir TvOne, Rabu (29/10/2025).
Ditanyakan lagi soal elektabilitasnya yang kian melonjak, Purbaya enggan bicara banyak. Ia justru kembali menegaskan bahwa dirinya tidak tertarik dengan politik. “Saya nggak tertarik politik,” tegas Purbaya.
Peran Purbaya dalam Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat
Sebelumnya Purbaya mengatakan gaya komunikasinya yang ceplas-ceplos atau bak koboi justru mengembalikan sentimen kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Hal itu dikatakannya menanggapi kritikan Hasan Nasbi yang menyebut gaya koboi Purbaya terlalu sering menyinggung dan menyentil pejabat lain.
“Mana indeks mana indeks? Gambar saya tunjukin ya. Itu saya selalu pakai survei ke masyarakat. Apakah saya mengurangi kepercayaan masyarakat ke pemerintah apa tidak? Kalau dari angka kita, yang terakhir ini baru keluar angka survei bulan Oktober. Survei dilakukan LPS,” kata Purbaya sambil menunjukkan gambar hasil survei LPS dalam tayangan Kompas TV, Senin (27/10/2025).
Purbaya menunjukkan data di gambar berupa indeks kepercayaan masyarakat ke pemerintah. “Kalau jatuh seperti ini keadaan buruk. Buruk kalau sana bagus. Ini kemarin waktu bulan, Agustus, September turun terus. Juli, Agustus, September, turun terus ke titik terendah di sini. Inilah penyebab banyaknya demo,” kata Purbaya.
Purbaya lalu melakukan kebijakan yang agak drastis ditambah dengan gaya komunikasinya ceplas-ceplos, saat ditunjuk menjadi Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo, pada 8 September 2025. “Tapi setelah kita lakukan kebijakan yang mungkin untuk sebagian kalangan agak drastis, agak apa ceplas-ceplos. Tapi ini berhasil mengembalikan sentimen masyarakat ke pemerintah. Justru ini levelnya sekarang sudah level sama dengan ini. Jadi sudah stabil lagi,” kata Purbaya.
Tanggapan PAN terhadap Elektabilitas Purbaya
Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengakui elektabilitas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kini cukup tinggi. Tapi, katanya, Purbaya belum tentu mau untuk terjun ke dunia politik. Eddy menilai Purbaya adalah profesional di bidang keuangan dan kini masuk ke dalam birokrasi untuk mengurusi masalah keuangan dan ekonomi negara.
Menurut Eddhy dirinya belum melihat Purbaya bermaksud dan memiliki tujuan untuk lari ke ranah politik. “Apakah kemudian Pak Purbaya itu menjadi salah satu calon besutan dari PAN untuk kita tarik ke PAN? Ya, belum tentu Pak Purbaya-nya juga mau,” kata Eddy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.
