Renungan Katolik: Jangan Sia-Siakan Karunia Tuhan
Dalam renungan Katolik hari Rabu 19 November 2025, kita diajak untuk memahami pentingnya menjaga kesetiaan dan tanggung jawab dalam menggunakan karunia yang diberikan oleh Tuhan. Renungan ini mengajarkan bahwa setiap orang memiliki bakat, kemampuan, dan kesempatan yang bisa digunakan untuk kebaikan diri sendiri maupun sesama.
Bacaan Liturgi
Bacaan pertama mengisahkan kisah keluarga tujuh bersaudara dan ibu mereka yang dihukum karena menolak makan daging babi yang haram. Meskipun harus melalui penderitaan, ibu tersebut tetap beriman dan memberi semangat kepada anak-anaknya dengan keyakinan bahwa Tuhan akan memberikan kembali roh dan hidup kepada mereka.
Kisah ini menjadi contoh bagaimana seseorang dapat bertahan dalam iman meski menghadapi ujian berat. Ibu itu tidak hanya memberi semangat kepada anak-anaknya, tetapi juga mengingatkan mereka bahwa kehidupan manusia berasal dari Tuhan dan tidak boleh dipertukarkan dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan hukum-Nya.
Mazmur Tanggapan
Mazmur 17:1,5-6,8b,15 menyampaikan doa Daud yang penuh harapan dan pengharapan kepada Tuhan. Doa ini mengingatkan kita bahwa Allah selalu mendengarkan permohonan umat-Nya dan siap melindungi serta memberikan kekuatan bagi mereka yang percaya.
Bait Pengantar Injil
Bait Pengantar Injil dari Yohanes 15:16 mengingatkan kita bahwa Yesus telah menetapkan kita untuk pergi dan menghasilkan buah yang takkan binasa. Ini menjadi ajakan untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi sesama.
Bacaan Injil
Dalam bacaan Injil Lukas 19:11-28, Yesus mengajarkan perumpamaan tentang mina. Seorang bangsawan memberikan sepuluh mina kepada sepuluh hambanya, dengan harapan mereka dapat melipatgandakannya. Hamba pertama dan kedua berhasil menghasilkan lebih banyak mina, sedangkan hamba ketiga hanya mengembalikan mina yang diberikan tanpa melakukan apa pun.
Perumpamaan ini mengajarkan bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menggunakan karunia yang diberikan oleh Tuhan. Hamba yang baik adalah mereka yang setia dan kreatif dalam mempergunakan apa yang dipercayakan. Sebaliknya, hamba yang malas dan tidak bertanggung jawab akan kehilangan apa yang dimiliki.
Renungan Harian Katolik
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus, mari kita belajar dari perumpamaan ini. Allah telah mempercayakan berbagai talenta, bakat, dan kesempatan kepada kita. Kita diharapkan untuk menjadi hamba-hamba yang setia dan bijaksana dalam mempergunakan karunia-Nya.
Pertama, kita harus sadar bahwa setiap orang memiliki bakat dan kemampuan yang unik. Kita tidak boleh menyepelekan apa yang kita miliki, karena bahkan hal kecil bisa berdampak besar jika digunakan dengan benar.
Kedua, kita perlu mempergunakan segala karunia dan rahmat yang diberikan oleh Tuhan demi kebaikan dunia ini. Dengan cara demikian, kita bisa membantu menciptakan kerajaan Allah yang penuh kasih, keadilan, dan damai.
Ketiga, kita harus bekerja keras dan konsisten dalam menjalani tugas-tugas yang dipercayakan. Sekecil apa pun kemampuan kita, kita harus berusaha semaksimal mungkin agar tidak sia-sia. Jika kita lalai, maka kita akan kehilangan apa yang sudah kita miliki.
Doa
Ya Allah Bapa, kami bersyukur atas segala anugerah yang telah kami terima dari pada-Mu. Kami mohon agar segala kepandaian dan ketrampilan kami dapat digunakan untuk melayani sesama, agar mereka dapat menemukan kebahagiaan yang didambakan. Amin.
Sahabatku yang terkasih, selamat Hari Rabu. Selamat beraktivitas. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus….Amin.
