Renungan Harian Katolik Suara Pagi
Bersama Pastor John Lewar SVD
Gereja Katolik Kunjungan St. Perawan Maria
Paroki Pamakayo Solor Keuskupan Larantuka
Senin, 29 Desember 2025 – St. Tomas Becket
Hari ke 5 Oktaf Natal
1Yoh 2:3-11; Mzm 96:1-6; Luk 2:22-35
Warna Liturgi: Putih
Sebab mataku telah melihat keselamatan
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.
Kalau orang yang berada dalam penantian yang lama, dengan kerinduan begitu besar dan kesetiaan yang luar biasa, maka ketika datang pemenuhan penantian itu, mereka menjadi sangat bersukacita dan kehidupan mereka pun akan dibaharui oleh suka cita yang dashat itu.
Injil Lukas menceritakan tentang penantian Simeon dan apa yang dia lakukan dalam Bait Allah. Simeon adalah seorang pribadi yang sungguh mengenal Allah, percaya pada janji-janji Allah dan hidupnya diabdikan untuk menyembah dan memuji Allah.
Simeon menuruti dan patuh pada perintah-perintah Allah. Kepatuhannya pada perintah-perintah Allah merupakan tanda pengenalannya akan Allah.
Rasul Yohanes menegaskan, “….inilah tandanya bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya” (1Yoh. 2:3).
Tidak diragukan lagi kualitas pengenalan Simeon akan Allah dan kadar kepatuhannya pada perintah-perintah Allah. Itulah sebabnya Simeon dikatakan sebagai “seorang yang benar dan saleh hidupnya” (Luk. 2:25).
Simeon adalah seorang yang benar karena ia lurus hati, hidup selalu sesuai dengan kehendak Allah. Ia adalah seorang yang saleh karena ia selalu memperhatikan dan mentaati segala perintah Allah.
Ketika Kanak-Kanak Yesus dibawah masuk oleh kedua orangtuaNya: Yosef dan Maria, Simeon menyambut dan menatang Anak itu dengan penuh sukacita dan berkata:“Sekarang Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang daripadaMu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu Israel” (Luk. 2: 29-32).
Penantian yang panjang dari seorang Simeon yang merindukan kedatangan Mesias, akhirnya terjawab dalam diri Anak Yang lahir di kandang Betlehem. Ada sukacita yang sangat besar dalam dirinya.
Mata Simeon telah melihat keselamatan yang tampak nyata dalam diri Yesus, Sang bayi. Ia sungguh bahagia karena telah melihat keselamatan yang datang dari Allah. Itu sudah cukup baginya. Ia ingin mati karena telah melihat keselamatan dalam diri Yesus bayi mungil itu.
Apa pesan yang kita petik pada peristiwa hari ini? Pertama, datang ke Bait Allah. Simeon dan Hana datang ke Bait Allah untuk melihat bayi Yesus dan berbicara tentang Dia (Lukas 2:29-32. 38).
Lewat Simeon dan Hana, kita dapat mengetahui dan mengenal Yesus. Orangtua, bapa dan mama kita adalah orang yang beriman teguh kepada Tuhan. Lewat hidup beriman orangtua, kita dapat mengenal Tuhan secara baik.
Orangtua tua telah memperkenalkan dan menanamkan dasar iman yang mendalam kepada kita. Orangtua telah memperkenalkan kita tentang siapa Yesus.
Kedua, mereka berada di Bait Allah untuk berdoa dan berpuasa. Simeon dan Hana ingin mendekatkan diri dengan Tuhan. Karena doa yang mendalam, mereka diberi anugerah melihat bayi Yesus.
Orangtua mengajak kita untuk mengunjungi Rumah Tuhan, gereja, untuk berdoa dan merayakan Ekaristi. Di dalam rumah Tuhan, kita bertemu dengan Tuhan dan berdialog denganNya tentang seluruh hidup dan keberadaan kita.
Di rumah Tuhan, kita percaya Tuhan ada dan menyertai kita. Orang yang matang doanya, merasakan tuntunan Tuhan dalam hidupnya.
Ketiga, mengucap syukur kepada Tuhan. Simeon dan Hana mengucapkan syukur kepada Tuhan. Mereka mengarahkan hidupnya kepada Tuhan.
Simeon dan Hana mengajarkan orang untuk mempersembahkan diri kepada Tuhan sebagai prioritas hidupnya. Tuhan akan mengganjar orangorang yang berbuat demikian. Mereka yang mengabdikan diri kepada Tuhan tidak akan dikecewakan.
Ada begitu banyak kebaikan Tuhan yang kita alami, masihkah kita meragukan bahwa Yesus adalah sumber pengharapan, sumber damai, sumber sukacita bagi hidup kita? Kita orang beriman, kita percaya Yesus
Sang bayi yang baru lahir. Saya mengajak anda tinggal semakin dalam bersama Yesus dan berjalan semakin jauh bersama Dia yang selalu memberikan kita kekuatan dan pengharapan. Simeon hanya sempat menggendong Yesus, tetapi kini Yesus tinggal menetap di dalam hati Anda dan saya.
Kita “membawa-Nya” ke mana pun kita pergi. Bukankah itu sesuatu yang jauh lebih luar biasa?
Doa: Ya Allah Bapa Mahabaik, syukur kepadaMu atas rahmat keselamatan yang boleh kami terima melalui pengenalan dengan Yesus Juruselamat. Semoga sukacita kami selalu kami nyatakan dalam hidup untuk
memuliakan namaMu. Demi Kristus…Amin.
Sahabatku yang terkasih, Salam Damai Natal. NATALKU, NATALMU, NATAL KITA BERSAMA. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada. Bapa dan Putera dan Roh Kudus…Amin. (Pastor John Lewar SVD)
