Pertemuan Rahasia Jokowi dan Prabowo di Jakarta
Pada hari Sabtu, 4 Oktober 2025, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan pertemuan tertutup dengan Presiden Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pertemuan ini berlangsung pada siang hari dan berlangsung selama dua jam, dari pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Ajudan Jokowi, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah, mengonfirmasi kebenaran pertemuan tersebut.
“Ya, betul (Pertemuan Joko Widodo dengan Prabowo di Kertanegara),” ujar Syarif. Ia juga menambahkan bahwa pertemuan tersebut telah selesai, dan keduanya melanjutkan agenda masing-masing setelahnya.
Pertemuan ini langsung menarik perhatian publik, terlebih karena saat ini keluarga Jokowi sedang menjadi sorotan. Salah satu isu yang terus muncul adalah dugaan ijazah Jokowi yang palsu. Roy Suryo, anggota DPR RI, berhasil mendapatkan salinan ijazah tersebut dari KPU dan menyatakan bahwa ijazah itu “99,99 persen palsu.”
Selain itu, putra Jokowi, Gibran Rakabuming, juga turut menjadi perhatian. Dosen IPB, Dr Meilanie, secara blak-blak-an menyebut bahwa Gibran hanya lulusan SD. Hal ini memicu berbagai spekulasi dan wacana politik terkait masa depan Prabowo dan Gibran.
Arahan Jokowi untuk Dukungan 2 Periode
Pengamat Politik Yunarto Wijaya mengungkapkan bahwa arahan Jokowi kepada relawannya untuk mendukung Prabowo-Gibran dalam dua periode dinilai bukan semata-mata untuk keberlanjutan program, tetapi lebih berkaitan dengan konstelasi kekuasaan. Menurut Yunarto, pernyataan Jokowi disampaikan saat Prabowo-Gibran belum genap setahun menjabat.
“Ini kan semakin menjustifikasi bagaimana Pak Jokowi menempatkan Prabowo-Gibran (dua periode) bukan keberlanjutan program, tapi konstelasi kekuasaan yang bahkan ketika belum setahun sudah menempatkan seakan-akan keduanya harus kembali,” kata Yunarto.
Pernyataan ini dinilai menempatkan Prabowo dalam posisi yang tidak nyaman. Dalam pidato di Kongres IV PP Tidar, Prabowo menyampaikan bahwa dirinya masih ingin fokus pada pekerjaan sehari-hari dan belum siap membicarakan Pemilu lagi.
Penyidikan Kasus Ijazah Jokowi
Kuasa Hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara, mengungkapkan bahwa penyidik telah memeriksa 99 saksi dan mengumpulkan sekitar 600 bukti terkait kasus ijazah Jokowi. Proses pemeriksaan dilakukan secara komprehensif, termasuk pengujian dokumen-dokumen seperti lembar pengesahan, skripsi, dan surat keputusan (SK) Kemendikbud.
Rivai menjelaskan bahwa proses labfor akan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan sebelumnya, karena jumlah bukti yang sangat banyak. Meskipun begitu, ia yakin semua bukti akan dibuka ke hadapan publik.
Dinamika Politik dan Masa Depan
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Prabowo atau Gibran terkait rencana pencalonan ulang dalam Pemilu 2029. Namun, instruksi Jokowi kepada relawan dinilai sebagai sinyal awal yang bisa memengaruhi dinamika elektoral ke depan.
Peran relawan pun berubah, dari mendukung Jokowi selama dua periode menjadi mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga 2029. Wacana dua periode bagi pasangan ini masih berada dalam ranah opini politik, dan KPU serta partai-partai belum menyatakan sikap formal.
