Piknik Tertunda Akhirnya Terlaksana

Posted on

Berjalan dengan penuh semangat karena melihat jam menunjukkan belum mencapai pukul sembilan pagi. Artinya, hari ini saya, Fenni, dan kak Rere tiba lebih awal. Kami ingin memeriksa area untuk piknik di hutan GBK.

Sayangnya, ketika kami tiba di depan area hutan GBK yang menjadi tujuan utama tempat piknik, ternyata sedang ada aktivitas loading barang untuk sebuah acara. Kami mencoba masuk, namun malah mendapat teriakan dari petugas yang berjaga.

Dengan sedikit kesal, kami keluar sambil merencanakan alternatif tempat yang lebih dekat dan mungkin bisa digunakan untuk piknik. Percayalah, rencana piknik ini sudah direncanakan sejak awal tahun dan belum terealisasi karena jadwal sering bentrok.

Sekarang, kami berusaha tetap menjalani piknik. Awalnya terpikir untuk pergi ke Tebet ECO Park. Namun, saya membatalkan ide tersebut. Alasannya, dari rute stasiun MRT masih cukup jauh dan kasihan bagi teman-teman yang sudah melakukan perjalanan menuju hutan GBK.

Akhirnya, kami sepakat untuk memilih Taman Literasi Blok M sebagai lokasi piknik pertama. Setelah semua memberi tahu lokasi masing-masing, kami bertiga naik MRT menuju Blok M BCA.

Walaupun ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan karena kejadian tak terduga, kami tetap semangat. Piknik yang tertunda lama akhirnya bisa terealisasi. Kami membawa berbagai perlengkapan piknik seperti alas dan camilan.

Di grup kecil kami, kami berdiskusi dan saling berkabar tentang apa saja yang dibawa. Setelah tiba di Taman Literasi, saya merasa sedikit khawatir saat ingin membentangkan alas piknik. Ada trauma dari pengalaman sebelumnya, takut diusir lagi.

“Nggak akan diusir. Banyak kok yang suka piknik gini,” kata kak Rere mencoba meyakinkan meski wajahnya tampak agak khawatir. Dengan bismillah, kami membentangkan alas piknik yang telah dialasi oleh banner bekas dari rumah Fenni.

Piknik kali ini dihadiri oleh banyak orang. Saya mengajak Sharfina, salah satu kawan walking tour, serta Kak Fitri, Kak Rere, Kak Zarna, Fenni, dan Efa. Meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak, kami memiliki rencana untuk saling berbagi ilmu dan belajar bersama. Semoga rencana ini bisa terealisasi perlahan.

Bulan Oktober ini, saya mengambil cuti dua hari. Selain untuk jeda dari rutinitas yang padat, saya juga ingin bertemu teman-teman kompasiner yang punya rencana piknik sejak awal tahun.

Alhamdulillah, piknik kami di sekitar Taman Literasi berjalan lancar tanpa ada gangguan. Sayangnya, Efa tidak bisa bergabung. Ia masih di Kediri dan kemungkinan tiba di Jakarta pada hari Sabtu. Sedih karena piknik perdana kami tidak lengkap.

Meski begitu, semua teman-teman sudah tiba di lokasi piknik. Kami saling bersalaman dan menyapa. Khususnya, dress code kami kali ini adalah “Cewek Kue” dengan warna-warna ceria dan menarik. Ada yang hijau, kuning, ungu muda, dan pink.

Kami sempat video call dengan Efa. Dia tetap ceria dan selalu cantik. Saya salut dengan kompasiner satu ini, yang cerdas dan selalu menulis dengan baik.

Piknik Versi Kami: Ngapain Aja?

Hayo, ngaku. Siapa yang penasaran, kami pikniknya ngapain aja sih? Tenang, pastinya piknik versi kami itu berfaedah ya.

Mulai dari membawa makanan masing-masing. Bahkan, Kak Zarna membawa makanan khas daerahnya yang ia buat sendiri. Keren nggak tuh? Niat banget kan. Terus bawanya juga banyak pula.

Yang super mengejutkan, Kak Rere benar-benar niat membawa kue ulang tahun serta dua bungkus keripik. Sekalian merayakan ultah Kompasina ke-17 tahun. Luar biasa ya, PasarModern.com sudah merayakan sweet seventeen. Artinya, Kompasina sudah memasuki era ABG nih. Senang banget, ternyata media tempat belajar menulis dan berproses kini usianya menjelang dewasa. Jika diibaratkan manusia, sudah bisa punya KTP.

Kemudian, Kak Fitri membawa pisang goreng spesial yang dulu sering saya beli bareng teman kerja di kantor sebelumnya. Yeay, auto nostalgia sama rasa makanan yang satu ini, ukurannya jumbo dan tiap gigitan rasanya komplit serta enak.

Fenni pun membawa banyak roti yang menarik untuk dicicip langsung. Makin komplit, Sharfina atau Fina membawa minuman teh kemasan botol, wah lengkap sekali ya. Kalau saya bawa beberapa kue pasar yang dibeli saat memasuki area stasiun Bogor. Ada kue getuk, kue lumpur, pastel, sosis Solo, dll.

Yang kami bicarakan tentunya seputar kepenulisan dong. Bahas juga terkait geliat dan semangat menulis di PasarModern.com. Semua kawan saya ini kalau nulis benar-benar niat dan mereka bisa menyederhanakan bahasa data dan angka menjadi tulisan yang menarik untuk dibaca sampai habis. Inilah yang sedang saya gali dan pelajari dari para kawan-kawan keren.

Tentu banyak obrolan random yang sebenarnya seru serta bermanfaat. Mulai dari bahas seputar travelling, walking tour, film, dll. Tentu, setelah menggunakan outfit cewek kue ini kami berfoto beberapa kali. Percaya tidak? Kalau jumlah foto kami di handphone saya ada 57 buah? Banyak sekali ya.

Kak Rere dengan ide brilian, meminta kami spill buku bacaan dengan opening “Halo kakak cantik, spill buku yang lagi dibaca dong kak”. Dilengkapi alat tempur ngonten: dua buah mic kedap suara dan angin, kemudian handphone andalan dan teknik mengambil video yang patut diacungi jempol. Bahkan editingnya pun ciamik deh.

Begitulah, yang menarik mayoritas dari kami cukup hobi ngomong hehehe. Maklum, perempuan punya kapasitas untuk mengeluarkan ribuan kata per hari kan? Tetapi ada juga yang konsisten kalem, bicara seperlunya. Lengkap, warna-warni pakaian serta sikap dan cara interaksi.

Menjelang Dzuhur, kami mulai bergegas. Tetapi naik anak tangga dulu, karena kak Fitri punya ide berfoto dengan latar langit serta awan. Okelah, kami berfoto dan kali ini menggunakan handphone kak Fitri.

Setelah dirasa cukup, kami berpisah. Ada yang langsung pulang, ada yang lanjut ke kegiatan berikutnya dan tinggal lah saya, Sharfina dan Kak Rere. Kami berencana shalat di dalam mall sambil ngadem lalu cari makan siang. Setelahnya kami berpisah ke tujuan masing-masing.

Saya menaiki P11, Sharfina lanjut ke sebuah event dan kak Rere lanjut naik LRT. Saya bersyukur karena bisa mengisi satu hari cuti untuk bertemu dan mengobrol dengan mereka, walau kurang Efa.

Semoga next piknik, kami bisa paket komplit dan segala planning baik dapat terealisasi dengan baik.

Spesial untuk PasarModern.com, selamat ulang tahun ke-17 ya (Happy sweet seventeen PasarModern.com). Terima kasih sudah menjadi rumah yang nyaman untuk menuangkan tulisan yang seringnya menceritakan perjalanan sederhana ala saya atau pengalaman-pengalaman berkesan yang ingin saya rawat, menulis itu cara asyik merawat ingatan.

Melalui PasarModern.com, saya juga jadi bertemu dengan banyak teman-teman yang supportif bahkan tak segan berbagi ilmu. Saya harap, PasarModern.com tetap ada membersamai saya dan kawan-kawan, hingga generasi berikutnya rajin menulis dan berkarya juga.

Terima kasih sobat kompasiner sudah berkenan membaca artikel sederhana ini. Have a great day sobat kompasiner.