Pergerakan Saham Bank Digital yang Memerah
Pada perdagangan Rabu (21/1/2026), sejumlah saham bank digital mengalami penurunan meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) sedang berada di titik tertinggi. Mayoritas saham bank digital ditutup dengan gerakan merah, hanya satu dari tujuh saham yang berhasil bergerak hijau.
Harga saham PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) turun sebesar 1,64% ke level 240. Meski demikian, secara bulanan saham AGRO naik 12 bps atau 5,26%. Sementara itu, saham PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) turun 3,39% ke level 228 dan tercatat naik 4 bps atau 1,79% secara bulanan.
PT Bank Jago Tbk. (ARTO) menjadi satu-satunya saham bank digital yang ditutup hijau pada hari tersebut, dengan kenaikan sebesar 1,05% ke level 1.930. Namun, secara bulanan saham ARTO turun 35 bps atau 1,79%.
Saham PT Bank Aladin Syariah Tbk. (BANK) turun 9,68% ke level 840, dan secara bulanan juga turun 85 bps atau 9,19%. Saat ini, saham PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) turun 0,67% ke level 1.490, namun secara bulanan justru naik 15 bps atau 1,02%.
PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) mengalami koreksi sebesar 3,28% ke level 472, namun secara bulanan tidak mengalami perubahan alias 0%. Terakhir, saham PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) turun 3,46% ke level 1.115, tetapi secara bulanan masih naik 65 bps atau 6,19%.
IHSG Mengalami Pelemahan
Pada perdagangan Selasa (20/1/2026), IHSG mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) sebesar 9.134,70. Penguatan indeks ini didorong oleh laju saham komoditas emas. Namun, rekor tersebut tidak bertahan lama karena pada Rabu (21/1/2026), IHSG melemah 1,36% atau 124,37 poin ke level 9.010,33.
Pelemahan IHSG terjadi setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 4,75%. Kebijakan ini bertujuan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah, mendukung sasaran inflasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
Proyeksi IHSG dan Saham Bank
Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menjelaskan bahwa pelemahan IHSG telah terlihat sejak sesi pertama perdagangan Rabu (21/1/2026). IHSG tercatat melemah 1,24% ke level 9.021,48 pada sesi I. Pelemahan berlanjut hingga akhir perdagangan.
Dari sisi teknikal, indeks komposit mengalami breaklow support MA5. Hal ini disertai dengan penyempitan histogram MACD di area positif dan stochastic RSI yang bergerak turun dari area overbought. “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak dalam kisaran 9.000 hingga 9.050 pada sesi kedua perdagangan hari ini,” ujar Valdy.
Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menyampaikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah turut menjadi sentimen bagi gerak IHSG. Dalam kondisi ini, saham berorientasi ekspor dan komoditas seperti emiten emas, nikel, batu bara, dan crude palm oil (CPO) menjadi diuntungkan. Sebaliknya, sektor yang bergantung pada impor, seperti consumer goods, farmasi, dan manufaktur dengan bahan baku impor, berpotensi tertekan akibat kenaikan biaya dan tekanan margin.
Kinerja Kredit Perbankan
Bank Indonesia melaporkan bahwa pertumbuhan kredit pada Desember 2025 mencapai 9,69% year on year (YoY), tumbuh dibandingkan November 2025 yang sebesar 7,74% YoY. Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa pertumbuhan kredit pada Desember 2025 berada di kisaran target kredit 2025 yang ditetapkan otoritas moneter, yakni di kisaran 8%—11% YoY.
Pertumbuhan kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi pada 2025 masing-masing sebesar 21.06%, 4,52%, dan 6,58%. BI mencatat undisbursed loan pada Desember 2025 masih besar, yaitu sebesar Rp2.439,2 triliun atau 22,12% dari plafon kredit yang tersedia.
Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank tetap memadai dengan rasio AL/DPK yang meningkat menjadi 28,57% dan DPK yang tumbuh sebesar 13,83% YoY. BI memperkirakan pertumbuhan kredit pada 2026 akan semakin tinggi, yaitu di kisaran 8%—12%. Perry memastikan BI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk memperbaiki struktur suku bunga dan mendorong pertumbuhan kredit perbankan.


