Penerapan TKA dalam SPMB: Langkah Nyata Mencapai Pendidikan Berdampak

Posted on

Pencapaian Program Pendidikan di Indonesia

Dalam upaya mempercepat pemerataan kualitas pendidikan nasional, Presiden Prabowo Subianto telah mempercepat program pendidikan sebagai komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terdapat pencapaian signifikan dalam implementasi program prioritas Pendidikan Bermutu untuk semua selama periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025, dengan anggaran sebesar Rp 181,72 triliun untuk 7 program prioritas. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan yang merata, berkeadilan, inklusif, dan bermutu bagi seluruh anak Indonesia.

Capaian positif program pendidikan selama periode tersebut meliputi:

  • Revitalisasi satuan pendidikan dari PAUD sampai SMA/SMK dan SLB dengan anggaran Rp 16,97 triliun yang berhasil melampaui target, dari target 10.440 dapat dialokasikan untuk 15.523 satuan pendidikan.
  • Digitalisasi pendidikan, sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor Tahun 2025, untuk memfasilitasi akses pembelajaran digital bagi lebih dari 285.000 sekolah pada jenjang PAUD hingga SKB.
  • Peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru dengan alokasi anggaran Rp 13,2 Triliun, termasuk:
  • Tunjangan Profesi bagi guru non ASN @Rp 2 Juta untuk lebih dari 785 ribu guru,
  • Bantuan Subsidi upah (BSU) @Rp300 ribu bagi 253 ribu guru PAUD non formal non-ASN,
  • Fasilitas pengembangan karir S1/D4 menjangkau 16.197 guru dan sertifikasi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi 804 ribu.
  • Insentif guru non ASN @Rp 300 ribu per bulan mulai Juni 2025 diberikan selama 7 bulan, berarti setiap guru dapat Rp 2,1 juta yang disalurkan mulai Agustus – September 2025.
  • Program Indonesia Pintar (PIP) mentargetkan 18,5 juta siswa dengan pagu anggaran Rp 13,5 triliun dan beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) yang menargetkan 4.679 siswa dengan pagu anggaran Rp 127 Milyar.
  • Program Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) yang dialokasikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik telah menyalurkan Rp 59,3 triliun untuk 50.463.212 peserta didik dan 422.106 satuan pendidikan.
  • Tunjangan bagi guru ASN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik dengan anggaran Rp 70 triliun telah dialokasikan untuk:
  • Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi 1.522.722 guru,
  • Dana tambahan penghasilan (DTP) untuk 332.170 guru serta
  • Tunjangan Khusus Guru (TKG) untuk 62.536 guru.

Evaluasi Program Pendidikan

Meskipun terdapat capaian positif, masih ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian serius agar tujuan pendidikan bisa tercapai, yaitu:

  • Infrastruktur yang buruk dan banyak sekolah yang rusak, data menunjukkan bahwa banyak sekolah (SD, SMP, SMA/SMK) dalam kondisi rusak berat maupun ringan, sehingga perlu perbaikan waktu, biaya, dan logistik besar.
  • Pembiayaan dan anggaran, seperti biaya untuk program seperti PIP, KIP, beasiswa, BOS, PPG memerlukan anggaran besar. Rendahnya penyerapan anggaran meskipun alokasi besar realisasinya tidak selalu 100 persen. Misalnya, di tahun 2024 anggaran pendidikan Rp 665 triliun tetapi yang terserap hanya 550,4 triliun. Di tahun 2025 juga mencatat realisasi semester 1 masih dibawah ekspektasi (sekitar 35,8 %) dari pagu.

Kekurangan dalam capaian pendidikan dapat disebabkan oleh kurangnya pemahaman dan ketrampilan guru, infrastruktur dan sarana prasarana yang tidak memadai, sehingga dalam proses pembelajaran tidak ada kenyamanan di satuan pendidikan terutama di daerah terpencil dan dapat menghambat proses pembelajaran, desain kurikulum belum efektif serta cenderung berubah-ubah sehingga ada kebingungan di tiap satuan pendidikan dalam mengimplementasikan kurikulum.

Capaian Pendidikan ke Depan dalam Menghadapi Dunia Global

Capaian pendidikan ke depan dalam menghadapi dunia global di Indonesia adalah menghasilkan individu berkarakter kuat, kompetitif secara global dan adaptif terhadap perubahan sambil mempertahankan identitas budaya lokal. Hal ini perlu adanya pencapaian melalui peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan, kurikulum yang relevan, pemanfaatan teknologi digital, pendidikan karakter, serta kolaborasi antara pemerintah, sekolah dan masyarakat untuk menciptakan generasi yang mampu berkontribusi positif bagi bangsa dan dunia.

Langkah Pemerintah dalam Pencapaian Pendidikan Berdampak

Mengenal kualitas pendidikan di Indonesia, berdasarkan survei Katadata Insight Center (KIC) menunjukkan bahwa baru dari 4 dari 10 orang tua murid (41,5 %) yang memahami TKA dengan benar, berarti berdasarkan laporan banyak orang tua murid belum memahami TKA bukan syarat untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat selanjutnya, karena hanya 13,3 % orang tua murid yang memahami.

Angka tersebut diperoleh dari survey SPMB KIC bagian riset kuantitatif terhadap 1,074 responden orang tua murid pada 1-22 Agustus 2025. Dengan melihat survey di atas karena kurangnya sosialisasi hingga kendala teknis menjadi tantangan utama dari pelaksanaan SPMB, berarti yang menjadi faktor mempengaruhi ketidakpuasan harus adanya perbaikan sistem yang diarahkan pada kemudahan proses, transparansi, keadilan serta sosialisasi yang lebih jelas dan masif.

Pentingnya Sistem Pendidikan yang Baik

Pentingnya sistem pendidikan yang baik akan menciptakan Sumber Daya Manusia yang Unggul dan menjadikan suatu negara menjadi maju, karena dalam membangun suatu bangsa, manusia merupakan aset pertama yang dapat membangun suatu negara tersebut menjadi meningkat.

Apa yang menjadi capaian pendidikan berdampak pemerintah harus mengambil langkah peningkatan kualitas pendidikan melalui kurikulum yang relevan dan Asesmen Nasional, pemerataan akses melalui program Indonesia Pintar dan pembangunan sekolah di daerah terpencil serta peningkatan mutu guru dengan pelatihan dan dukungan beasiswa.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bisa memberikan edukasi tentang pemahaman kepada orang tua mengenai Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) melalui sosialisasi daring dan luring, penyediaan pusat informasi, edukasi peran serta dan pembinaan lingkungan.

Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan TKA dan SPMB dipahami sebagai alat ukur standar akademik dan jalur menuju pendidikan yang lebih tinggi, bukan sebagai ancaman akan tetapi demi ketercapaian kesetaraan dan peningkatan mutu pendidikan nasional.

Untuk pendidikan berdampak harus mencakup peningkatan kualitas guru, pengembangan kurikulum yang relevan, dukungan bagi siswa dan orang tua, serta perbaikan infrastruktur dan kebijakan yang mendukung.

Pendidikan harus fokus pada pengembangan holistik siswa, termasuk keterampilan abad 21, karakter dan relevansi dengan kebutuhan lokal serta global.