Penemuan Korban dan Kotak Hitam Pesawat ATR 42-500
Tim SAR gabungan telah menemukan tiga korban dan kotak hitam (black box) pesawat ATR 42-500 hingga Rabu (21/1/2026). Black box dan voice cockpit recorder (VCR) pesawat juga berhasil dievakuasi dari lereng Gunung Bulusaraung. Selanjutnya, black box akan diberikan ke pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Insiden jatuhnya pesawat jenis ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan, menambah daftar panjang kecelakaan transportasi udara dalam setahun terakhir. Penelusuran Tribunnews menunjukkan bahwa setidaknya terdapat empat kali kecelakaan pesawat di wilayah Indonesia sejak Januari 2025 hingga saat ini.
Salah satu kejadian tersebut adalah pesawat latih milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) yang jatuh di area pemakaman Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 3 Agustus 2025. Kecelakaan di Bogor tersebut mengakibatkan satu orang meninggal, yakni Marsma TNI Fajar Adriyanto, mantan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispen AU).
Terbaru, pesawat ATR 42-500 dalam penerbangan dari Bandara Adisoetjipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin mengalami insiden pada Sabtu (17/1/2026). Memasuki hari kelima pencarian, Tim SAR gabungan telah menemukan tiga korban dan kotak hitam pesawat hingga Rabu (21/1/2026).
Dari tiga korban yang ditemukan, dua berhasil diidentifikasi. Kedua korban atas nama Florencia Lolita Wibisono selaku kru atau pramugari pesawat dan Deden Maulana, penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sementara itu, untuk korban ketiga belum diketahui pasti identitasnya lantaran masih berupa body part atau potongan tubuh.
“Belum, kami belum bisa memastikan karena informasi yang saya terima lebih condong berupa body part,” kata Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii, di Kantor Basarnas Makassar, Rabu sore.
Korban Terbaru Ditemukan dalam Jurang
Lebih lanjut, Mohammad Syafii menjelaskan, korban ditemukan di area jurang dengan medan sangat terjal. Faktor tersebut menjadi salah satu tantangan utama dalam proses pencarian dan evakuasi Tim SAR Gabungan. Tim SAR pun berupaya menggeser korban ke titik evakuasi yang sebelumnya digunakan untuk mengevakuasi korban pertama, karena dinilai paling cepat dan aman.
“Kami harapkan bisa digeser ke titik evakuasi pagi tadi. Mudah-mudahan besok pagi sudah bisa,” lanjutnya. Di sisi lain, Basarnas telah menyiagakan sejumlah pesawat untuk mempercepat pemindahan korban maupun bagian pesawat yang memungkinkan dievakuasi via transportasi udara.
Black Box Ditemukan, Bakal Diserahkan ke KNKT
Selain korban ketiga, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi black box dan voice cockpit recorder (VCR) Pesawat ATR 42-500 dari lereng Gunung Bulusaraung. Black box pesawat dievakuasi ke Posko Advance Jungle Unit (AJU), di halaman Kantor Desa Tompu Bulu pada Rabu, kemarin.
Black box atau kotak hitam pesawat adalah perangkat vital berisi Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) yang merekam data teknis dan percakapan kokpit untuk investigasi kecelakaan. Adapun fungsi kotak hitam adalah merekam semua parameter penerbangan (kecepatan, ketinggian, bahan bakar) dan dialog pilot, menjadi “saksi bisu” untuk analisis penyebab kecelakaan demi meningkatkan keselamatan penerbangan di masa depan.
Sementara CVR adalah bagian dari kotak hitam pesawat yang merekam semua suara di kokpit, seperti percakapan pilot, komunikasi radio, dan suara lingkungan (alarm, mesin, dll.). Benda tersebut, untuk membantu investigasi penyebab kecelakaan penerbangan, berfungsi sebagai alat vital guna merekonstruksi kejadian di kokpit sebelum insiden terjadi.
Pada konferensi pers yang digelar di Pos AJU SAR Gabungan Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, penampakan black box dan VCR ditunjukkan di hadapan awak media. Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko memperlihatkan black box berwarna oranye itu.
Meski disebut kotak hitam, warna Black Box justru oranye agar mudah ditemukan dan dirancang tahan banting dan suhu ekstrem. Masih mengutip Tribun Timur, Mayjen TNI Bangun Nawoko menegaskan, sejak awal operasi, fokus utama tim adalah menemukan dan mengevakuasi objek yang dicari sesuai kesepakatan.
Lantas, disepakati pula bahwa objek yang dimaksud akan diberikan ke Kepala Basarnas dan diserahkan ke pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). “Kemudian setelah disepakati, kita nanti akan berikan mungkin ke Kabasarnas dan mungkin diserahkan ke KNKT karena mereka yang paling berhak,” kata Pangdam XIV/Hasanuddin.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merupakan institusi independen yang tugasnya melaksanakan Investigasi Kecelakaan Transportasi dengan cara mengumpulkan, mengolah, menganalisis, dan menyajikan data secara sistematis dan objektif. KNKT dipimpin oleh seorang ketua yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.
Sebagai informasi, Pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT sempat terbang di luar jalur yang ditentukan sebelum dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2025) siang. Pesawat itu, lepas landas dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta Sabtu pagi pukul 08.08 WIB menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
Tim SAR Gabungan menemukan dua korban yang berada di lereng Gunung Bulusaraung. Pesawat ATR 42-500 mengangkut 10 orang yang terdiri dari tiga penumpang dan tujuh kru.
