PasarModern.com– Pemerintah pasti akan kembali membuka seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2026.
Rekrutmen ini diprediksi akan berlangsung besar-besaran dan menjadi salah satu peluang kerja terbesar bagi masyarakat di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan.
Salah satu informasi penting disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Ia mengungkapkan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membutuhkan pegawai dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk lulusan SMA sederajat.
Formasi CPNS untuk lulusan SMA ini dianggap sebagai pilihan strategis bagi calon pelamar, terutama mereka yang ingin menghindari ketatnya persaingan di formasi favorit.
Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa Kemenkeu akan merekrut sekitar 300 lulusan SMA dari seluruh Indonesia dalam seleksi CPNS mendatang.
Kebijakan ini menandai perubahan besar karena rekrutmen Kemenkeu tidak lagi terbatas pada lulusan Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN).
Selain lulusan STAN, Kemenkeu juga membuka peluang bagi lulusan S1 dan SMA sederajat untuk meniti karier di lingkungan kementerian tersebut.
Mengenai pola seleksi, Purbaya menjelaskan bahwa penerimaan CPNS Kemenkeu ke depan akan menggunakan sistem dua jalur, yaitu penerimaan dari masyarakat umum serta formasi khusus bagi lulusan PKN STAN.
“Saya pikir akan terbuka hybrid. Ada STAN, ada luar STAN,” kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, dikutip pada Sabtu (15/11/2025).
Purbaya juga menegaskan bahwa kesempatan bagi lulusan SMA tidak hanya simbolis, tetapi akan diwujudkan melalui rekrutmen nyata di berbagai daerah. Ia menyebut bahwa Kementerian Keuangan ingin menjaring talenta muda dari seluruh pelosok negeri.
“Kita akan merekrut 300 lulusan SMA dari seluruh Indonesia. (Rekrutmen CPNS Kemenkeu) Dikarantina di masing-masing lokasinya nanti,” kata Purbaya.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Kemenkeu dan memastikan layanan publik termasuk tugas pengawasan Bea dan Cukai tetap berjalan secara maksimal.
Kementerian Keuangan sebelumnya telah menetapkan rencana kebutuhan CASN untuk periode 2025–2029 melalui PMK Nomor 70 Tahun 2025 tentang Renstra Kemenkeu 2025–2029.
Dalam perencanaan tersebut, rekrutmen CASN tahun 2025 ditetapkan sebanyak 2.100 formasi, lalu meningkat menjadi 4.350 formasi per tahun pada periode 2026 hingga 2029, sehingga total kebutuhan mencapai 19.500 pegawai.
Di sisi lain, data HRIS menunjukkan bahwa 5.738 pegawai Kemenkeu akan memasuki masa pensiun pada periode yang sama.
Tidak hanya itu, tren tingkat pergantian pegawai tiga tahun terakhir memperkirakan sekitar 2.010 karyawan akan keluar karena berbagai alasan seperti mutasi, penugasan, perpindahan instansi, pengunduran diri, maupun meninggal dunia.
Informasi penerimaan CPNS juga sempat terungkap dari Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat rapat dengar pendapat dengan DPR RI.
“Anggaran untuk kementerian baru sudah diakomodasi, dan sedang dihitung potensi penambahan ke daerah. Semua keputusan ini tentu akan dibahas bersama DPR,” kata Purbaya, Rabu (10/9/2025).
“Dalam 1–2 tahun terakhir, orang sulit mendapatkan pekerjaan karena ada kesalahan kebijakan moneter dan fiskal. CPNS bisa menjadi salah satu jalan keluar,” tambahnya.
Ia juga memastikan bahwa APBN 2026 sudah mengakomodasi kebutuhan tersebut (penerimaan CPNS), untuk memperkuat pemerintah dalam pelayanan publik.
Penerimaan CPNS kali ini diprediksi dilakukan secara besar-besaran.
Pemerintah diprediksi akan membuka sekitar 300.000 hingga 400.000 formasi CPNS.
Jumlah tersebut cukup besar dan menjadi peluang emas bagi masyarakat yang ingin berkarier di pemerintahan.
Meskipun hingga saat ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) belum merilis pengumuman resmi, tanda-tanda adanya rekrutmen besar-besaran semakin kuat.
Menariknya, dalam setiap seleksi CPNS selalu ada beberapa posisi yang terbilang sepi peminat.
Justru posisi-posisi ini bisa menjadi peluang emas bagi para peserta karena tingkat kompetisinya relatif lebih rendah.
Kebutuhan pegawai ASN yang masih tinggi di berbagai sektor strategis, seperti pendidikan, kesehatan, dan tenaga teknis.
Bahkan, sejumlah instansi dilaporkan telah mengajukan usulan formasi yang nantinya akan disesuaikan dengan negara.
Berdasarkan estimasi awal, formasi CPNS 2026 diperkirakan berada di kisaran 300.000–400.000 posisi.
Meskipun angka tersebut belum final, prediksi ini memberikan gambaran bahwa pemerintah tetap berkomitmen untuk mengisi tenaga ASN di berbagai daerah.
Prediksi Formasi CPNS
Prioritas formasi tetap akan fokus pada tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta tenaga teknis yang mendukung pelayanan publik dan pengembangan teknologi informasi.
Sementara itu, prediksi sedikit tentang formasi CPNS pada tahun 2026, sebagai berikut.
Tenaga Pendidik: Guru pada jenjang dasar hingga perguruan tinggi.
Tenaga Kesehatan: Dokter, perawat, apoteker, bidan, serta tenaga medis lainnya.
Tenaga Teknis: Posisi di bidang teknologi informasi, analisis kebijakan, hingga pelayanan publik.
Di samping itu, untuk kelancaran seleksi, berbagai tips selalu disebarkan termasuk memilih formasi yang sedikit peminat demi mempermudah jalur kelulusan.
Adapun mengenai formasi yang sepi peminat, perlu dipahami bahwa “sepi peminat” bukan berarti pasti mudah lolos, namun tetap ada persyaratan, kompetisi, dan seleksi (tes SKD/SKB) yang harus dilalui.
Selain itu, lokasi penempatan dan jenis pekerjaan (teknis, daerah terpencil, tugas lapangan) sering menjadi faktor mengapa minatnya sedikit.
Karena itu, Formasi dan instansi yang sepi peminat sekarang belum tentu sama tahun depan.
Maka posisi apa saja yang direkomendasikan karena kurang diminati di tahun-tahun sebelumnya?
Daftar Posisi yang Kurang Diminati oleh Rekomendasi saat Mendaftar CPNS
Berikut ini daftar instansi/formasi/jabatan yang selama CPNS 2024 atau tahun-tahun terakhir tercatat sepi peminat, yang juga menandakan peluangnya lebih besar karena sedikit pesaing, bisa dijadikan referensi untuk persiapan CPNS 2026:
Pusat Instansi
1. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK)
2. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB)
3. Sekretariat Jenderal Komnas HAM
4. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
5. Sekretariat Jenderal MPR
6. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)
7. Sekretariat Jenderal Wantannas
8. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)
9. Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial (KY)
10. Badan Informasi Geospasial
Instansi Daerah / Pemerintah Daerah
Pemerintah Kota Gorontalo
Pemerintah Kabupaten Bangli
Pemerintah Kabupaten Purworejo
Pemerintah Kota Tanjung Pinang
Pemerintah Kabupaten Bondowoso
Pemerintah Kota Tidore Kepulauan
Pemerintah Kabupaten Pohuwato
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat
Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan
Formasi Spesifik / Posisi yang Sangat Sepi
Asisten Ahli Dosen (beberapa jurusan) — posisi dosen dengan jabatan “asisten ahli” pernah
tercatat memiliki jumlah pelamar yang sangat sedikit atau bahkan 0 pelamar di beberapa instansi.
Pengelola Pemeliharaan Laboratorium.
Pengelola Grafik Perjalanan Kereta Api.
Manajer Listrik Kereta Api
Pemeriksa Persyaratan Teknis dan Kelayakan Jalan Kereta Api
Masinis III Kelas I Kapal.
Kapten Kapal Kelas III.
Persyaratan Pendaftaran CPNS 2026
WNI dengan identitas resmi.
Pendidikan minimal D3 (banyak formasi mengharuskan S1/S2).
Usia 18–35 tahun (khusus dokter/dosen bisa sampai 40 tahun).
Kesehatan jasmani dan rohani.
Tidak per mai dihentikan dengan tidak hormat.
Tidak memiliki catatan pidana selama ≥ 2 tahun.
Tidak dalam status CPNS/PNS/TNI/Polri.
Dokumen yang Harus Disiapkan
KTP atau surat keterangan alamat tinggal.
Ijazah dan transkrip nilai terakhir.
Foto terbaru (latar belakang merah/biru).
Surat lamaran resmi.
Dokumen tambahan sesuai formasi (misalnya STR atau sertifikat kompetensi).
Pastikan semua dokumen asli, valid, dan di-scan dengan kualitas baik agar mudah terbaca.
Tahapan Seleksi CPNS 2026
Seleksi Administrasi: Verifikasi Dokumen.
Ujian SKD (CAT): TWK, TIU, TKP.
Tes SKB: sesuai formasi (wawancara, praktik, kesehatan, dll)
Pengumuman akhir: transparan melalui SSCASN.
Tips Lulus CPNS 2026
Pilih formasi sesuai dengan kualifikasi pendidikan.
Siapkan dokumen sejak awal.
Gunakan email dan nomor telepon yang aktif.
Belajar intensif mengenai CAT (SKD) karena menjadi penentu utama.
Perubahan Sistem Seleksi CPNS
Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengumumkan rencana perubahan besar pada sistem seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun anggaran 2025–2026.
Salah satu terobosan utamanya adalah ujian yang tidak lagi diadakan serentak secara nasional.
Kepala BKN Prof Zudan Arif Sulaiman mengatakan, perubahan ini bertujuan untuk menekan biaya pelaksanaan seleksi.
Selama ini, biaya seleksi CPNS dianggap terlalu tinggi.
“Tahun 2024–2025 kita menguji 6,6 juta peserta untuk menerima 1 juta CPNS,” katanya dalam pembukaan pelatihan dasar CPNS Kemenag, Juli 2025 lalu.
“Dan biayanya mencapai Rp1,1 triliun,” lanjut Zudan.
Pelatihan dasar CPNS berlangsung pada Juli 2025 lalu.
Dalam skema baru ini, BKN berencana memberikan fleksibilitas kepada peserta. Peserta dapat mengikuti ujian kapan saja dalam periode tertentu.
Ujian tidak akan difokuskan pada satu waktu nasional seperti sebelumnya.
Ujian dapat diakses sesuai kesiapan masing-masing peserta.
Selain itu, hasil ujian CPNS nantinya diberitakan akan berlaku selama dua tahun.
Sistemnya mirip dengan sertifikasi seperti TOEFL.
Ini memungkinkan peserta yang belum berhasil lolos dalam formasi tertentu pada tahun pertama.
Mereka dapat mencoba lagi tahun depan tanpa harus mengulangi seluruh proses.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Daftar Instansi Sepi Peminat CPNS yang Direkomendasikan, Bocoran Perubahan Sistem Seleksi CPNS 2026
