Orang yang Dibesarkan dengan Perlindungan Cenderung Menunjukkan 8 Perilaku Ini Saat Dewasa

Posted on

Perbedaan Antara Orang Tua yang Protektif dan Terlalu Protektif

Ada perbedaan signifikan antara dibesarkan oleh orang tua yang protektif dan mereka yang terlalu protektif. Perbedaannya terletak pada keseimbangan antara perlindungan dan kebebasan. Orang tua yang terlalu protektif biasanya bermaksud baik, tetapi keinginan kuat mereka untuk melindungi anak-anak dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak diinginkan di masa dewasa.

Meskipun dibesarkan oleh orang tua yang terlalu protektif tidak secara langsung membuat seseorang menghadapi masalah kehidupan, orang-orang ini sering menunjukkan sifat-sifat tertentu yang berbeda dari orang lain. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa sifat umum yang diamati pada orang dewasa yang dibesarkan oleh orang tua yang terlalu protektif.

1. Sulit Mengambil Keputusan

Salah satu sifat yang paling umum terlihat pada orang dewasa yang dibesarkan oleh orang tua yang terlalu protektif adalah kesulitan dalam pengambilan keputusan. Ketika orang tua terus-menerus campur tangan dalam menentukan pilihan bagi anak-anaknya, mereka merampas kesempatan anak-anak untuk belajar mengambil keputusan sendiri. Akibatnya, anak-anak ini sering tumbuh menjadi orang dewasa yang kesulitan mengambil keputusan tanpa masukan dari luar.

Mereka mungkin terus-menerus mencari kepastian atau nasihat dari orang lain sebelum membuat pilihan, bahkan untuk hal-hal kecil. Meskipun ini bukan aturan baku, tren ini umum diamati dan penting untuk diwaspadai jika Anda menyadarinya pada diri sendiri atau orang lain.

2. Tingkat Kecemasan yang Tinggi

Bila dibesarkan oleh orang tua yang terlalu protektif, kita sering diajari untuk takut pada dunia daripada mencobanya. Setiap orang asing menjadi ancaman potensial, setiap kegagalan menjadi bencana, dan setiap risiko menjadi bahaya. Hal ini dapat meningkatkan rasa cemas di masa dewasa, sehingga banyak dari kita yang dibesarkan dengan cara ini lebih bergelut dengan kekhawatiran dibanding teman-teman sebaya.

3. Ketergantungan Pada Orang Lain

Ketika anak-anak terus-menerus dilindungi dari dunia, mereka seringkali tidak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemandirian. Hal ini bisa terbawa hingga dewasa, menyebabkan ketergantungan pada orang lain. Studi yang diterbitkan dalam Journal of Child and Family Studies menemukan bahwa pola asuh yang terlalu protektif dapat menyebabkan tingkat ketergantungan yang lebih tinggi pada remaja.

Individu-individu ini seringkali sangat bergantung pada pendapat dan dukungan orang lain, alih-alih mempercayai penilaian mereka sendiri. Meskipun meminta nasihat dari orang lain wajar, hidup dewasa yang sehat membutuhkan kemandirian.

4. Takut Mengambil Risiko

Orang dewasa yang dibesarkan oleh orang tua yang terlalu protektif seringkali takut mengambil risiko. Ketika orang tua melindungi anak-anak dari segala kemungkinan bahaya, mereka menciptakan ketakutan akan hal yang tidak diketahui. Gelombang perlindungan ini dapat mengarah pada pola pikir yang menganggap dunia berbahaya, dan setiap langkah di luar zona nyaman dianggap sebagai risiko yang tidak layak diambil.

Saat dewasa, ketakutan ini bisa terwujud dalam keengganan untuk menekuni hobi baru, pindah ke kota baru, atau bahkan keraguan untuk menyampaikan pendapat yang berbeda.

5. Kurang Percaya Diri

Tumbuh besar dengan orang tua yang terlalu protektif bisa menyebabkan kehilangan kepercayaan diri di masa dewasa. Ketika setiap keputusan dipertanyakan, setiap risiko dicegah, dan setiap kegagalan dianggap sebagai bencana, mudah bagi kita untuk menerima pesan bahwa kita tidak cukup mampu. Hal ini dapat menyebabkan keraguan diri dan kebutuhan akan validasi yang terus-menerus.

Namun, ingatlah bahwa kepercayaan dirimu tidak harus ditentukan oleh pola asuhmu. Kamu punya kekuatan untuk membangun rasa percaya diri, langkah demi langkah.

6. Kesulitan Menetapkan Batasan

Menetapkan batasan bukanlah keahlian yang mudah bagi semua orang. Jika kamu dibesarkan oleh orang tua yang terlalu protektif, batasan seringkali terasa asing. Lingkungan yang sangat terlibat dalam kehidupan kamu bisa menyebabkan kesulitan dalam menetapkan dan mempertahankan batasan pribadi dan profesional.

Anda mungkin terus-menerus berkata ya untuk hal-hal yang tidak ingin Anda lakukan, atau membiarkan orang lain melewati batasan Anda tanpa menyuarakan ketidaknyamanan Anda.

7. Berlebihan Terhadap Apapun

Orang dewasa yang dibesarkan oleh orang tua yang terlalu protektif seringkali memiliki kecenderungan terlalu banyak berpikir dan meragukan diri sendiri. Pengawasan yang terus-menerus ini dapat mengarah pada pola analisis situasi yang berlebihan dan meragukan kemampuan diri sendiri di masa dewasa.

Jika Anda terus-menerus merasa terlalu banyak berpikir atau meragukan keputusan Anda, hal itu mungkin berkaitan dengan pola asuh Anda. Namun, dengan kesadaran diri dan bantuan profesional, Anda bisa belajar untuk lebih percaya diri dan mengurangi kebiasaan berpikir yang terlalu berlebihan.

8. Ingin Berubah

Ini mungkin hal terpenting yang perlu diingat. Jika Anda dibesarkan oleh orang tua yang terlalu protektif dan memiliki salah satu sifat ini, penting untuk mengetahui bahwa Anda memiliki kekuatan untuk berubah. Masa kecilmu mungkin telah membentukmu, tetapi tidak terlalu mendefinisikan siapa kamu.

Kamu tidak terikat oleh masa lalumu, dan kamu memiliki kemampuan untuk tumbuh dan bertransformasi menjadi sosok yang kamu impikan. Perubahan mungkin tidak mudah, tetapi pasti mungkin, dan itu dimulai dari dirimu sendiri.