Obsesi Wabup Winaryo Membangun Alor Melalui Pertanian, Peradaban, Pabrik Porang, dan Tik-Tok

Posted on

Kehadiran Wakil Bupati Alor dalam Acara Tanam Organik

Pada hari Kamis, 23 Oktober 2025 sekira pukul 11.00 Wita siang, cuaca Kota Kalabahi dan sekitarnya tampak mendung ringan. Di pinggiran Kota Kalabahi, Ibu Kota Kabupaten Alor, tepatnya di desa Petleng, Kecamatan Alor Tengah Utara (ATU), sebuah lokasi lahan pertanian kelompok tani Wyrun pimpinan Ketua Kelompok Tani, Mikha Maatar telah berkumpul sekitar 30-an orang yang sebagian besar berbusana jaket berwarna hijau daun. Di bagian belakang jaket tersebut bertuliskan Penyuluh Pertanian. Dari tulisan tersebut, tanpa ditebak mereka adalah penyuluh pertanian di Kabupaten Alor.

Diantara deretan para penyuluh tersebut tampak terlihat Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Alor, Rasyid Miran. Hadir juga Kepala BPP Mebung, Roni Tarung, Kepala Desa Petleng, Gamalial Atapeni, Ketua Kelompok Tani Wyrun, Mikha Maata dan salah seorang penyuluh senior, Petrus Payong tengah berdiskusi. Selang tidak lama rombongan kendaraan memasuki jalan menuju ke areal pertanian tersebut. Diantara iringan kendaraan itu salah satu mobil berplat merah dengan nomor polisi DH 2 EB.

Iringan mobil tersebut setelah parkir dari mobil EB 2 turunlah Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, SH, MH. Ketika mobil parkir Wabup Winaryo tanpa kebiasaan protokoler tanpa menunggu ajudan membuka pintu mobil, ia dengan sigap membuka pintu sendiri dan turun dari kendaraan dinas. Ketika turun dari kendaraannya Ia disambut Kadistanbun, Rasyid Miran.

Selanjutnya Wabup Winaryo diantar Miran, Kades Petleng dan penyuluh lainnya menuju tenda kegiatan yang berlokasi ditengah lahan pertanian dengan kawasan sekitar 2 ha. Ketika melintasi lahan pertanian itu pandangan mata terhibur dengan sejumlah tanaman perkebunan, sayuran dan buah. Wabup Winaryo berjalan menyusuri pematang lahan tersebut sambil mengamati tanaman yang ada.

Ketika tiba dibawah tenda, Wabup Winaryo yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Fredik Lahal disambut secara sederhana. Wabup Winaryo langsung dikenakan jaket penyuluh oleh penyuluh, Petrus Payong. Usai acara seremonial itu, Wabup rehat sejenak dan menikmati jagung rebus, ubi petatas, buah Semangka dan mangga. Setelah itu acara pun dilanjutkan.

Tanpa basa-basi. Ketua Panitia kegiatan Gerakan Tanam Organik (Genta), Ponciano langsung bicara. Dalam laporan awalnya Ia menyatakan proficiat dan selamat datang kepada Wabup Winaryo, Kadis Pendidikan Fredik Lahal dan rombongan yang telah menghadiri acara tersebut. Ponciano mengatakan, kegiatan Genta tersebut merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Provinsi dengan target penanaman Semangka sebanyak 3.000 pohon. Kegiatan ini melibatkan 40 orang tenaga kerja yang melibatkan petani milenial.

Ponciano mengungkapkan, kegiatan penanaman Semangka ini merupakan sebuah peluang usaha masyarakat dalam mendukung program nasional MBG. Dan kegiatan usaha yang berlokasi dilahan usaha Kelompok Tani Wyrun tersebut melibatkan petani milenial, yakni siswa-siswi SMK Pertanian di Alor dan Yakinda.

Senada dengan Ponciano, Kepala Desa Petleng, Gamalial Atapeni menyatakan terimakasih kepada Wabup Winaryo yang sudah datang berkunjung di lahan pertanian masyarakat. Kehadiran Wabup Winaryo, kata Atapeni, ibaratnya pulang ke rumah sendiri. Atapeni secara singkat mengatakan, masyarakat desa Petleng adalah masyarakat pertanian. Masyarakat bisa bangun rumah bagus dan menyekolahkan anak karena usaha pertanian.

Gayung bersambut dengan Ponciano dan Kades Atapeni, Wabup Rocky Winaryo, SH, MH dalam moment penting itu, mengatakan bahwa bidang pertanian saat ini tidak saja menjadi prioritas, namun semakin populer. Hal ini akibat dampak dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk itu Pemerintah Kabupaten Alor akan memberikan perhatian penuh di sektor pertanian guna meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

“Kalau dulu orang sering membicarakan sektor PU (maksudnya infrastruktur). Tetapi saat ini dengan adanya MBG sektor pertanian semakin populer,” demikian ungkap Wabup Winaryo. Wabup Winaryo dalam sambutannya itu minta Dinas Pertanian terus mendampingi petani agar dapat menangkap peluang dalam pelaksanaan program MBG di Kabupaten Alor. Tanaman-tanaman yang menjadi kebutuhan MBG dapat disampaikan kepada petani atau masyarakat untuk ditanam. Menurut Winaryo, kebutuhan sayur dan buah untuk program MBG sangat tinggi, dan saat ini dari jumlah dapur MBG di Kabupaten Alor baru 6 atau 7 dapur yang beroperasi saja dan ketersediaan sayur dan buah tidak mencukupi. “Di Alor ini akan dibangun 98 dapur. Ini sebuah peluang bagi masyarakat. Kita dorong petani kita untuk tanam sayur dan buah, pelihara ayam dan usaha ayam petelur. Kalau tidak kasihan, uang Rp300 Triliun yang dianggarkan negara dengan program ini kemudian uang ini tidak dinikmati masyarakat kita tetapi orang diluar yang menikmati sungguh sangat disayangkan,” tegas Winaryo.

Winaryo pada kesempatan itu juga berbicara tentang peradaban pertanian Alor. Dirinya minta Dinas Pertanian untuk mendorong masyarakat juga melakukan penanaman tanaman yang nilai ekonomis tinggi, seperti durian, rambutan, lengkeng, dan mungkin saja apel. Karena kebutuhan masyarakat akan buah-buahan ini juga tinggi. Winaryo juga kesempatan tersebut minta kepada Kepala Desa agar mengalokasikan dana ketahanan pangan 20 persen dengan membeli benih sayur dan buah untuk ditanam dan dikembangkan termasuk tanaman porang yang saat ini prospek-nya bagus. “Sekarang ini kalau Dinas Pertanian mau kegiatan dimana saja, saya berusaha untuk hadir. Kita harus mendorong petani dan masyarakat kita untuk giat berusaha untuk meningkatkan pendapatan demi kesejahteraan masyarakat,” tandas Winaryo.

Winaryo dalam moment itu menyampaikan terimakasih kepada Gubernur NTT dan Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT yang telah memberikan dukungan atas kegiatan yang digelar ini.

Porang dan Penyuluh Tik-Tok

Selain menjelaskan tentang peradaban pertanian Alor, Wabup Winaryo juga minta masyarakat untuk manfaatkan peluang dengan melakukan penanaman porang secara gencar. Pasalnya porang adalah tanaman yang mudah usaha, harga baik dan sebaik sebagai tanaman alternatif komoditi lain, serta lebih dari itu saat ini pabrik porang telah selesai dibangun di Kabupaten Alor dan tinggal beroperasi saja. “Waktu debat kampanye (saat pilkada) kemarin, kita berencana membangun pabrik tapioka. Namun setelah diamati banyak pertimbangannya. Lalu saya mencoba negosiasi dengan pengusaha untuk membangun pabrik porang dan industri atau pabrik ini sudah dibangun sudah ada di Alor di Wilayah Kabola,” ungkap Winaryo.

Winaryo mengatakan, pengusaha yang melakukan investasi pabrik porang ini sebelumnya telah diperkenalkan dengan Bupati Iskandar dan ketika itu pengusaha berbicara dengan bahasa cina dan pembahasannya menggunakan penerjemah. Menurut Winaryo, pabrik tersebut telah siap untuk beroperasi, namun masih tunggu sejumlah peralatannya yang dikirim kemarin karena masih dalam pemeriksaan Bea Cukai.

“Saya mau katakan ilmu seperti mendatangkan investor atau pengusaha ini ada pada diri saya, ini tidak pakai belajar. Dan ada orang yang bilang saya tahu cara bagaimana bisa naikkan harga komoditi. Kalau anda tahu cara kasi naikkan harga komoditi datang ajarkan kami. Harga komoditi itu masalah pasar. Salah satu caranya seperti ini, kita bangun pabrik,” ujar Winaryo yang juga Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Alor ini. Winaryo melanjutkan, hal penting agar pengusaha dapat berinvestasi didaerah ini kita membantu mempermudah kebijakannya.

Winaryo mengatakan, pabrik porang yang dibangun itu akan memproduksi menjadi bahan setengah jadi, lalu baru dikirim keluar. Untuk itu, Winaryo minta Dinas Pertanian sampaikan kepada masyarakat untuk gencar tanam porang. Lahan-lahan tidur yang ada manfaatkan dengan tanam porang. Winaryo menambahkan, tanam porang sangat mudah dan harganya juga baik, dan kualitas porang kita bagus.

Ide Kreatif dalam Sektor Pertanian

Hal menarik lainnya juga disampaikan dalam sambutan itu tentang sektor pertanian. Tentang pertanian ini dalam kegiatan tersebut banyak ide kreatif yang disampaikan Winaryo sebagai obsesinya untuk memajukan pertanian di Kabupaten Alor, karena dirinya menyadari sektor pertanian dan perikanan adalah Ibu atau urat nadi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu salah satu ujung tombak untuk memajukan pertanian di Kabupaten Alor agar petani dapat hidup sejahtera maka motivasi dari pendamping atau penyuluh pertanian sangat dibutuhkan.

Penyuluh sekarang, bagi Winaryo, dalam melakukan kegiatan suluh-nya selain menggunakan cara-cara konvensional. Namun juga harus mengikuti perkembangan jaman dengan media sosial. “Penyuluh silahkan tik-tok misalkan kegiatan tanam hari ini atau usaha porang masyarakat dengan konten-konten menarik agar masyarakat tertarik dengan masalah pertanian. Dapat memberikan motivasi bagi masyarakat terutama kaum milenial untuk terjun ke dunia pertanian,” ungkap Winaryo.

Winaryo ketika itu mencontohkan konten di media sosial dari tokoh muda Alor, El Asamau yang selalu menayangkan kegiatan pertaniannya. Postingannya Pak El itu, sangat menarik dan dirinya mengikuti sangat baik. Postingan ini dari pengamatannya banyak anak muda di luar sana memberikan respon yang baik atau merasa tertarik untuk terjun ke dunia pertanian. “Manfaatkan medsos yang ada. Baik fb, instragam, tik-tok posting hal yang bermanfaat. Penyuluh pertanian dapat memanfaatkan. Saya juga berharap Penyuluh dapat gabungkan saya dalam group WA pertanian agar kita bisa saling share. Saya dapat mengikuti perkembangan sektor pertanian dan perkebunan kita,” tandas Winaryo.

Winaryo menambahkan, sektor pertanian saat ini menjadi prioritas atau kembali menjadi populer karena berkaitan dengan program pemerintah pusat untuk swasembada pangan. Bahkan untuk target program ini, Pemerintah memberikan tanggungjawab juga kepada TNI dan Polri untuk mengurusnya. Untuk itu, tutup Winaryo, setiap upaya dalam usaha dan perkembangan sektor pertanian, perkebunan dan perikanan didaerah ini menjadi skala prioritas, dan kita telah meletakkan kebijakan ini melalui program pemerintah Tripalawa.