Pentingnya Ibadah Salat Jumat dalam Islam
Hari Jumat memiliki posisi khusus dalam agama Islam. Pada hari ini, kaum laki-laki Muslim yang telah baligh, sehat, dan berakal diwajibkan untuk menunaikan salat Jumat dua rakaat sebagai pengganti salat zuhur. Ibadah ini dimulai dengan khutbah yang disampaikan oleh khatib sebagai salah satu rukun utama dalam pelaksanaannya.
Khutbah Jumat biasanya berisi nasihat dan pengingatan agar umat semakin dekat kepada Allah. Dalam Islam, Jumat dikenal sebagai Sayyidul Ayyam atau Penghulunya Hari-hari penuh keberkahan, ampunan, dan kesempatan untuk memperbanyak ibadah serta doa. Di dalam hari Jumat, salat Zuhur pun berganti menjadi Salat Jumat.
Syarat-Syarat Pelaksanaan Khutbah Jumat
Beberapa syarat harus dipenuhi dalam pelaksanaan khutbah pada sholat Jumat, antara lain:
- Khatib harus laki-laki, baligh, berakal, suci dari hadast besar dan kecil, menutup aurat, dan bisa membedakan antara sunnah dan rukun khutbah.
- Khutbah harus diperdengarkan dan didengarkan oleh jamaah sholat Jumat.
Dalam khutbah, sang khotib bebas menerangkan perihal ketaan kepada Allah Subhana Wata Alaa. Ada berbagai jenis topik khutbah Jumat, namun kali ini akan dibahas tentang tema Mensyukuri Nikmat Hujan.
Keajaiban dan Manfaat Hujan dalam Perspektif Islam
Al-Quran menyebutkan bahwa hujan adalah anugerah dan nikmat dari Allah Ta’ala Yang Maha Penyayang kepada para hamba-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan di antara tanda-tanda-Nya (ialah) bahwa kamu melihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang Menghidupkannya, Pastilah dapat Menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fushshilat : 39).
Selain itu, hujan juga merupakan berkah. Dalam al-Quran, Allah menyebut hujan sebagai sesuatu yang diberkahi,
“Kami turunkan dari langit air yang berkah (banyak manfaatnya) lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam” (QS. Qaf: 9).
Secara ilmiah, hujan memiliki fakta-fakta menarik seperti:
- Kecepatan air hujan saat turun ke Bumi rata-rata memiliki kecepatan sebesar 8–10 km/jam. Untuk kecepatan maksimalnya mencapai 22 mil per jam atau sekitar 35 km/jam.
- Pada saat berada di atas, komponen hujan masih dalam bentuk es atau kristal. Namun, setelah turun ke Bumi berubah bentuk menjadi titik-titik air.
- Diameter setiap tetesan air hujan memiliki variasi ukuran antara 0,02–0,031 inci. Setiap detik terdapat kurang lebih 16 juta ton air yang menguap dari permukaan Bumi untuk bahan hujan. Jumlah tersebut akan turun lagi ke Bumi dalam bentuk air hujan setiap detiknya dengan volume yang sama. Dalam satu tahun, diperkirakan jumlah ini akan mencapai 505×1012 ton.
- Bentuk air hujan akan berubah hingga ratusan kali per detik, biasanya terlihat hampir bulat. Jika semakin besar, maka bentuk air hujan akan menjadi semakin ceper.
Lima Hal yang Harus Dilakukan Saat Turun Hujan
Sebagai bentuk rasa syukur, kita semua harus mengungkapkannya sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Setidaknya ada 5 hal yang harus kita sikapi ketika turun hujan:
- Ingat azab dan berlindung kepada Allah. Ketika hujan turun dengan didahului mendung apalagi diiringi angina kencang dan petir maka kita harus ingat akan azab Allah sekaligus minta perlindungan kepada-Nya.
- Bersyukur. Kita harus bersyukur dengan turunnya hujan karena air hujan, AllahSWT jadikan kandungan-kandungan tertentu yang dapat menumbuhkan tanaman, menghilangkan kekeringan, dan rasa dahaga.
- Berdoa ketika turun hujan. Ketika turun hujan kita dianjurkan untuk berdo’a agar kebaikan dan keberkahan semakin bertambah, begitu pula semakin banyak kemanfaatan.
- Mengambil berkah hujan. Ketika hujan turun kita dianjurkan untuk mengambil berkah hujan dengan membasahi tubuh kita dengan air hujan karena hujan adalah rahmat.
- Memperbanyak amal baik. Dengan turunnya hujan, kita dianjurkan untuk memperbanyak amal baik dan kebaikan.
Doa-Doa Saat Turun Hujan
Beberapa doa yang dianjurkan saat turun hujan antara lain:
- “Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat].
- “Allahumma haualayna wa la aleyna, Allahumma ala al-akam wa al-jibal wa al-zirab wa butun al-awdiyah wa manabit al-shajar” [Ya Allah turunkan hujan di sekitar kami dan bukan membuat bahaya kepada kami. Ya Allah turunkan hujan di daerah dataran tinggi, gunung, bukit, perut lembah dan tempat pohon tumbuh].
- “Muthirna bi fadli allah wa rahmatihi” [Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah].
Penutup
Demikianlah khutbah ini. Mudah-mudahan khutbah ini dapat kita hikmati bersama dan semoga kita tercatat sebagai hamba yang ahli bersyukur dan senantiasa tawakkal kepada Allah SWT. Amin ya rabbal alamin.
