Pentingnya Menjaga Ukhuwah Sesama Muslim
Untuk menjaga persatuan dan keharmonisan antar sesama Muslim, kita perlu menghindari beberapa hal yang dapat merusak ukhuwah. Hal-hal tersebut meliputi berprasangka buruk, menjaga lisan dari fitnah dan cacian, tidak mencari-cari kesalahan orang lain, menghindari permusuhan dan kebencian, serta tidak tamak terhadap harta atau kekayaan orang lain.
Sebaliknya, kita harus memperkuat ukhuwah dengan cara saling membantu, memaafkan, menghormati perbedaan, dan menjaga silaturahmi. Dengan begitu, hubungan antara sesama Muslim akan tetap harmonis dan penuh kasih sayang.
Khutbah Jumat Tanggal 24 Oktober 2025
Pada hari Jumat tanggal 24 Oktober 2025, kita sebagai umat Muslim akan melaksanakan ibadah Salat Jumat. Hari Jumat ini dikenal sebagai hari yang penuh keberkahan dan disebut sebagai “Sayyidul Ayyam” atau Penghulu Hari. Dalam khutbah Jumat kali ini, kita akan membahas tema penting tentang sikap menghindari hal-hal yang dapat merusak ukhuwah sesama Muslim.
Naskah Khutbah Jumat
اَالْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ اَمَرَنَا بِلُزُمِ اْلجَمَاعَةِ، وَنَهَانَا عَنِ اْلاِخْتِلَافِ وَالتَفَرُّقَةُ، وَاْلصَّلَاةُ وَالسَّلآ مُ عَلٰى نَبِيِّ الرَّحْمَةِ، وَعَلٰى اٰلِهِ وَاَصْحَا بِهِ هُدَاةِ اْلاُمَّةِ، أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُه، مَاشَاءَاللهُ كَانْ وَمَالَمْ يَشَأْلَمْ يَكُنْ لَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلاَّ بِ اللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْم، أَمَّا بَعْد. فَيَآيُّهَا اْلمُسْلِمُوْانَ، فَيَآيُّهَا اْلمُؤْمِنُواْنَ، اُوْصِيْكُمْ فَإيَّايَ بِتَقْوَالله، فَقَدْ فَازَ اْلمُتَّقُوْانَ، فَقَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ كِتَابِهِ اْلكَرِيْمِ، آَعُوْذُبِاللّٰهِ مِنَ اْلشَّيْطَانِ اْلرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، يَآأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Jamaah yang di Muliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala
Alhamdulillahi, segala puji hanya bagi Allah, marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah atas segala nikmat dan karunia-Nya, yang telah Allah curahkan kepada kita.
Shalawat teriring salam marilah senantiasa kita haturkan kepada junjungan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beserta keluarganya, para sahabatnya serta para pengikutnya yang setia menegakkan sunnahnya hingga akhir jaman.
Selanjutnya, khatib menyampaikan wasiat untuk dirinya dan keluarganya, serta hadirin sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah agar kita hidup bahagia, selamat dan sejahtera, di dunia hingga di akhirat kelak.
Takwa merupakan bekal terbaik kita untuk menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Seperti Allah sebutkan di dalam firman-Nya :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kalian mati kecuali dalam keadaan Muslim (berserah diri kepada Allah)”.
Menghindari Hal-Hal yang Merusak Ukhuwah
Dalam ayat-ayat Al-Qur’an, Allah menyuruh kita untuk menjaga hubungan persaudaraan sesama orang-orang beriman. Di antaranya adalah:
-
Tidak memperolok-olokkan sesama Muslim
Memperolok-olokkan antarsesama dapat menimbulkan rasa sakit hati, kemarahan, dan permusuhan. Islam menekankan pentingnya menjaga lisan dari perkataan yang menyakiti pihak lain. -
Tidak mencaci atau menghina orang lain
Menghina orang lain bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang mendorong persaudaraan, toleransi, dan sikap saling menghormati. -
Tidak memanggil orang lain dengan panggilan gelar yang tidak disukai
Kekurangan secara fisik bukan menjadi alasan untuk memanggil orang lain dengan keadaan fisiknya itu. Sifat melecehkan dan meremehkan termasuk dalam kategori sombong, yang sangat dilarang dalam ajaran Islam.
Keempat: Kecurigaan atau Su’udzan Terhadap Sesama Muslim
Penyakit hati berupa prasangka buruk (su’udzan) ini adalah salah satu sifat yang tercela, penyakit berbahaya yang dapat menggerus iman. Sehingga orang yang dihinggapi penyakit ini merupakan orang yang jauh dari ketakwaan.
Khutbah Jumat Kedua
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَإِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ.
Khutbah kedua ini juga mengingatkan kita untuk menjaga hubungan baik dengan sesama Muslim, serta menghindari hal-hal yang bisa merusak ukhuwah. Dengan demikian, kita dapat menjaga keharmonisan dalam komunitas Muslim.
