Persiapan Jiwa dan Hati dalam Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Ramadhan akan tiba dalam waktu dua puluh hari ke depan, dan diprediksi akan masuk pada pertengahan bulan Februari 2026. Saat ini, umat Muslim di seluruh dunia mulai mempersiapkan diri secara spiritual, baik dengan menjaga kesabaran, melakukan ibadah dengan ikhlas, maupun membersihkan hati agar bisa meraih berkah yang besar dari Allah.
Bulan Ramadhan bukan hanya sekadar bulan puasa, tetapi juga bulan penuh ampunan, rahmat, dan peluang untuk meraih surga. Ini menjadi momen penting bagi setiap Muslim untuk menata niat, memperbaiki diri, serta mempersiapkan jiwa dan hati agar dapat menjalani ibadah dengan penuh ketulusan dan kebersihan.
Khutbah Jumat menjadi salah satu wadah penting untuk menyampaikan pesan-pesan spiritual kepada jemaah. Khutbah Jumat memiliki makna yang sangat sakral, bahkan dianggap setara dengan dua rakaat awal shalat Dzuhur. Oleh karena itu, khutbah kali ini mengajak kita semua untuk memanfaatkan bulan suci ini dengan sebaik-baiknya, agar tidak menjadi golongan yang merugi.
Khutbah I
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Allah berfirman dalam kitab-Nya: “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik [kepada orang yang berbuat jahat] maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim.” (QS Asy-Syura: 40). Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam beserta keluarga, sahabat, dan pengikutnya yang lurus hingga hari kiamat.
Hadirin yang dirahmati oleh Allah,
Setiap manusia pernah melakukan kesalahan dalam interaksi dengan sesama. Islam menganjurkan perilaku saling memaafkan, yaitu meminta maaf bagi yang bersalah dan memberi maaf bagi yang menerima kezaliman. Anjuran ini tidak dibatasi waktu, sehingga bisa dilakukan kapan saja, termasuk saat memasuki bulan Ramadhan.
Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Siapa saja yang memiliki kezaliman terhadap kehormatan orang lain atau sesuatu lainnya, hendaklah minta maaf darinya hari ini sebelum (hari kiamat di mana) dinar dan dirham tidak berlaku lagi.”
Anjuran memberi maaf juga tercantum dalam firman Allah dalam surat Asy-Syura ayat 40:
“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik [kepada orang yang berbuat jahat] maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim.”
Bulan Ramadhan adalah momentum untuk mendapatkan ampunan dari Allah atas segala kesalahan manusia. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari:
“Barangsiapa yang melaksanakan ibadah Ramadhan dengan iman dan ihtisab (ikhlas), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”
Namun, ampunan dari Allah tidak cukup jika kita belum memohon ampunan dari sesama manusia, terutama orang yang pernah kita zaliimi. Ampunan dari manusia harus diperoleh di dunia, karena di akhirat tidak akan ada kesempatan untuk meminta maaf.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk saling memaafkan dan memohon maaf sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Dengan begitu, hati dan jiwa kita akan bersih, sehingga ibadah Ramadhan bisa dilakukan dengan penuh ketulusan dan kebersihan.
Semoga kita diberikan kekuatan dan kelapangan hati untuk memohon dan memberi maaf di hari-hari menjelang bulan suci Ramadhan. Semoga ibadah Ramadhan kita semua dilakukan dalam kondisi hati dan jiwa yang bersih dari segala dosa, sehingga kita dapat meraih ibadah yang maksimal di bulan suci ini. Amin, ya Rabbal ‘Alamin.
Khutbah II
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam beserta keluarga, sahabat, dan pengikutnya yang lurus hingga hari kiamat. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, tanpa ada nabi setelahnya.
Hadirin yang muslim dan dirahmati oleh Allah,
Bersikap taqwa kepada Allah adalah kunci kesuksesan hidup. Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat baik.” Allah juga berfirman: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kepada Nabi dan ucapkan salam sejahtera.”
Ya Allah, ampunilah para mukminin dan mukminat, para muslimin dan muslimat, baik yang masih hidup maupun yang sudah tiada. Ya Allah, tunjukkanlah kekuatan Islam dan umat Islam, dan rendahkanlah syirik dan orang-orang yang musyrik. Ya Allah, jauhkanlah dari kami bencana, wabah, gempa bumi, fitnah, dan musibah yang muncul dan tersembunyi. Khususnya untuk negeri Indonesia, dan seluruh negeri-negeri Muslim yang lain. Ya Rabb semesta alam.
Ya Allah, bantulah saudara-saudara kami di Palestina, Lebanon, dan seluruh dunia. Ya Allah, jadikanlah negeri kami Indonesia sebagai negeri yang baik, berkah, dan makmur. Ya Allah, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta hindarkanlah kami dari siksa api neraka.
Ya Allah, kami telah menzalimi diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan merahmati kami, pastilah kami termasuk orang-orang yang rugi. Hai hamba-hamba Allah! Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk berlaku adil, berbuat baik, dan memberikan hak kepada kerabat dekat, serta melarang kalian dari perbuatan keji, kemunkaran, dan kezaliman. Ia memberi nasihat kepada kalian agar kalian ingat, dan ingatlah Allah yang Maha Besar, niscaya Ia akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepada-Nya atas nikmat-Nya, niscaya Ia akan menambah nikmat-Nya. Dan ingatlah Allah, sesungguhnya ingatan kepada Allah adalah yang terbesar.


