Nasib Aipda Handoko: Polisi Viral Izinkan Anak Temui Ayah di Tahanan Meski Jam Besuk Sudah Berakhir

Posted on

Kehumasan dalam Tindakan: Aipda Handoko dan Pelukan yang Terpisah Jeruji

Seorang anggota polisi di Polsek Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, kini menjadi sorotan setelah video viral yang menampilkan momen pilu seorang tahanan memeluk anaknya dari balik jeruji penjara. Aipda Handoko, yang merekam kejadian tersebut, mengungkapkan bahwa tindakannya dilakukan atas dasar rasa empati dan kepedulian terhadap keluarga tahanan.

Momen Pilu yang Terjadi di Mapolsek Sekernan

Pada hari Selasa, 30 September 2025, menjelang waktu magrib, seorang ibu bersama tiga orang anak datang ke Mapolsek Sekernan untuk menjenguk suaminya yang sedang ditahan. Namun, waktu besuk telah habis. Aipda Handoko, yang saat itu sedang berada di kantornya, melihat kejadian ini dan merasa iba.

“Saya pikir mereka jauh, sekitar 2,5 jam perjalanan jika tidak macet,” ujar Aipda Handoko. Setelah salat, ia melihat tahanan tersebut sedang bermain dengan anaknya dari balik jeruji besi. Ia merasa tergerak dan memutuskan untuk meminjam kunci agar mereka bisa bertemu di ruangan reskrim.

Keputusan yang Diambil oleh Aipda Handoko

Aipda Handoko tidak langsung mengizinkan pertemuan tersebut. Sebaliknya, ia memastikan bahwa semua pintu di ruangan tersebut dikunci untuk menjaga keamanan. Dengan begitu, tahanan dapat bertemu dengan keluarganya tanpa terhalang jeruji. “Saya juga seorang ayah, jadi saya paham rasanya rindu kepada anak,” katanya.

Pertemuan antara ayah dan anak tersebut berlangsung secara tenang dan penuh haru. Aipda Handoko mengunggah video tersebut ke media sosial, menurutnya, sebagai bentuk pembelajaran bagi masyarakat bahwa tindakan kriminal tidak hanya merugikan pelaku, tetapi juga keluarga.

Tanggapan dari Rekan Sejawat dan Masyarakat

Menurut Aipda Handoko, rekan sejawatnya tidak terlalu mempermasalahkan tindakannya. “Selama tahanan aman, tidak masalah,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa tanggapan masyarakat terhadap kejadian tersebut cukup positif. “Alhamdulilah, semoga apa yang saya lakukan ini bisa membuat citra polisi menjadi baik.”

Setelah kejadian tersebut, keluarga tahanan AF sering kembali berkunjung ke Mapolsek Sekernan. Bahkan, hubungan antara Aipda Handoko dan keluarga tahanan tersebut kini seperti keluarga besar.

Pesan untuk Masyarakat dan Teman Sejawat

Aipda Handoko memberikan pesan penting kepada masyarakat dan teman sejawatnya. Untuk masyarakat, ia mengingatkan agar tidak melakukan tindakan kriminal karena akan berdampak pada keluarga, terutama anak-anak. “Anak itu, jika masih kecil, perlu sosok ayah untuk membimbing,” ujarnya.

Untuk teman sejawat, ia mengajak agar menjadi polisi yang humanis dan dekat dengan masyarakat. “Jadilah polisi yang dekat dengan masyarakat,” pesannya.

Kesimpulan

Momen pilu yang terjadi di Mapolsek Sekernan menjadi bukti bahwa kehumasan dan empati bisa menjadi alat untuk membangun hubungan yang lebih baik antara aparat dan masyarakat. Aipda Handoko, dengan tindakannya, menunjukkan bahwa polisi tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga bisa menjadi contoh dalam hal kemanusiaan.