Narkoba Membunuh, Meksiko Kekuasaan Terancam

Posted on

Pembunuhan El Mencho Memicu Kekerasan di Meksiko

Pembunuhan Nemesio Ruben Oseguera Cervantes, yang dikenal sebagai “El Mencho”, pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), telah memicu gelombang kekerasan di berbagai wilayah Meksiko. Operasi yang dilakukan oleh pasukan keamanan negara itu terjadi setelah bentrokan di kota Tapalpa, negara bagian Jalisco, pada hari Ahad. Oseguera terluka dalam pertempuran tersebut dan akhirnya meninggal saat sedang diterbangkan ke Mexico City.

Sejak lama, Oseguera menjadi target utama aparat keamanan Meksiko. Pemerintah AS menawarkan hadiah sebesar 15 juta dolar AS untuk informasi yang bisa membantu menangkapnya. Namun, operasi tersebut juga memicu respons keras dari kelompok-kelompok kriminal. Di beberapa negara bagian, orang-orang bersenjata membakar mobil dan memblokir jalan raya, menciptakan suasana kacau.

Kota Guadalajara, ibu kota Jalisco, yang akan menjadi tuan rumah beberapa pertandingan Piala Dunia FIFA mendatang, menjadi kota hantu pada malam Ahad. Warga sipil berkumpul di rumah masing-masing sementara video yang beredar di media sosial menunjukkan kepanikan di bandara Guadalajara dan asap mengepul di Puerto Vallarta, sebuah kota wisata.

Gubernur Jalisco Pablo Lemus mengimbau warga untuk tetap tinggal di rumah dan menghentikan transportasi umum. Sekolah diliburkan di beberapa negara bagian. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memuji pasukan keamanan melalui postingan di X dan menyerukan ketenangan. Ia menyatakan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah berjalan baik dan aktivitas di sebagian besar wilayah nasional berjalan normal.



Aparat di dekat sebuah kendaraan yang dibakar gangster setelah pembunuhan Nemesio Oseguera Cervantes, yang dikenal sebagai El Mencho, pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco, di Morelia, Meksiko, 22 Februari 2026. – (EPA/Ivan Villanueva)

Oseguera (59) adalah salah satu gembong narkoba terbesar di Meksiko yang berhasil dibasmi sejak penangkapan pendiri kartel Sinaloa, Joaquin “El Chapo” Guzman dan Ismael Zambada, yang kini ditahan di AS. Operasi hari Ahad ini dilakukan dengan bantuan informasi tambahan dari otoritas AS. Empat anggota CJNG tewas dalam penggerebekan, dua lainnya tewas saat dipindahkan ke Mexico City. Dua orang lainnya ditangkap, dan kendaraan lapis baja serta senjata lainnya disita. Tiga anggota militer terluka dan menerima perawatan medis.

AS telah mengklasifikasikan CJNG sebagai organisasi teroris dan menuduhnya mengirimkan kokain, heroin, metamfetamin, dan fentanil ke negara tersebut. Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau menyambut baik operasi tersebut dan menyebut Oseguera sebagai salah satu gembong narkoba paling berdarah dan kejam. Ia menyebut operasi ini sebagai perkembangan besar bagi Meksiko, Amerika, Amerika Latin, dan dunia.

Departemen Luar Negeri AS memperingatkan warga Amerika di negara bagian Jalisco, Tamaulipas, Michoacan, Guerrero, dan Nuevo Leon untuk tetap berada di tempat aman karena situasi keamanan yang tidak stabil. Kanada juga mengeluarkan peringatan perjalanan untuk beberapa daerah, mengutip tembak-menembak antara pasukan keamanan dan ledakan di Jalisco, Guerrero, dan Michoacan. Mereka memperingatkan warganya di Puerto Vallarta untuk berlindung dan tidak menonjolkan diri.



Aparat di dekat sebuah kendaraan yang dibakar gangster setelah pembunuhan Nemesio Oseguera Cervantes, yang dikenal sebagai El Mencho, pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco, di Morelia, Meksiko, 22 Februari 2026. – (EPA/Ivan Villanueva)

Air Canada mengumumkan penangguhan penerbangan ke Puerto Vallarta “karena situasi keamanan yang sedang berlangsung”. United Airlines dan American Airlines juga membatalkan penerbangan ke Puerto Vallarta dan Guadalajara.

Operasi militer terhadap Oseguera terjadi setelah tekanan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump terhadap pemerintahan Sheinbaum untuk meningkatkan tindakan keras terhadap perdagangan narkoba, termasuk ancaman intervensi langsung di Meksiko. AS menganggap CJNG setara dengan kartel Sinaloa, salah satu kelompok kriminal paling terkenal di Meksiko, yang hadir di 50 negara bagian AS.

Sebagai mantan petugas polisi dan mantan petani alpukat, Oseguera terlibat dalam aktivitas perdagangan narkoba sejak tahun 1990-an. Ia pernah dihukum karena konspirasi distribusi heroin di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara California pada tahun 1994 dan menjalani hukuman hampir tiga tahun penjara. Setelah dibebaskan, ia dideportasi ke Meksiko dan bergabung dengan polisi setempat sebelum kembali terlibat dalam perdagangan narkoba.



Kendaraan yang terbakar terlihat di Tijuana, Meksiko, 22 Februari 2026, pasca terbunuhnya Nemesio Ruben Oseguera Cervantes, yang dikenal sebagai El Mencho, pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco. – (EPA/Joebeth Terriquez)

Setelah kematian Ignacio Coronel Villarreal, Oseguera dan Erik Valencia Salazar menciptakan CJNG sekitar tahun 2007. FBI menggambarkan Oseguera sebagai salah satu buronan paling dicari di Meksiko, dan CJNG sebagai salah satu kartel paling kejam di negara tersebut. CJNG dinilai memiliki kapasitas penyelundupan kokain, heroin, dan metamfetamin tertinggi di Meksiko, dan selama beberapa tahun terakhir, termasuk penyelundupan fentanil ke AS. Di bawah kepemimpinan Oseguera, CJNG bertanggung jawab atas banyak pembunuhan terhadap kelompok saingannya dan petugas penegak hukum Meksiko.