Motif Raffi Ahmad di balik bantuan Rp15 miliar buat banjir Sumatera, suami Nagita: Kita sama-sama

Posted on

PasarModern.com – Presenter yang juga utusan presiden Raffi Ahmad menggelontorkan bantuan Rp15 miliar untuk korban bencana banjir Sumatera.

Ternyata, ada motif khusus di balik bantuan suami Nagita Slavina itu untuk korban banjir Sumatera.

Diketahui, sejumlah wilayah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Aceh tengah  dilanda banjir bandang yang membawa kerusakan besar.

Hujan deras berkepanjangan membuat sungai meluap dan menghantam pemukiman tanpa ampun.

Warga berlarian menyelamatkan diri, sementara pemerintah menghadapi tantangan besar karena akses menuju titik bencana banyak yang lumpuh, sehingga penyaluran bantuan menjadi terhambat.

Situasi memprihatinkan ini menggugah hati artis sekaligus pengusaha Raffi Ahmad.

Bersama sang istri, Nagita Slavina, Raffi memberikan bantuan kemanusiaan dengan nominal fantastis, yaitu sebesar Rp15 miliar untuk korban terdampak banjir di Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Aceh.

Meski tak bisa datang langsung ke lokasi bencana, ayah tiga anak ini tetap memantau penyaluran donasinya dan memberi dukungan bagi para korban lewat video call jarak jauh.

Ia menegaskan bahwa yang terpenting bukan besar kecilnya nominal, tetapi ketulusan membantu sesama.

“Enggak, intinya bukan masalah itunya. Yang penting kita memberikan kontribusi yang paling terbaik,” ujar Raffi, dikutip Tribunnews dalam YouTube Intens Investigasi, Senin (8/12/2025). 

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bergandengan tangan membantu para korban.

“Ini kan satu Indonesia harus sama-sama lah. Negara hadir, masyarakat hadir, kita sama-sama. Semoga saudara-saudara kita yang terkena bencana diberikan ketabahan. “

“Banyak juga yang meninggal dunia, semoga diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala,” lanjutnya.

Mantan kekasih Yuni Shara ini pun menutup dengan seruan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama bergerak membantu korban banjir. 

“Kita berdoa. Ayo semua rakyat Indonesia, negara hadir, masyarakat semuanya hadir,” pungkasnya. 

Minta Maaf pada Korban Banjir

Di sisi lain, bantuan itu pun langsung diterima oleh Wakil Gubernur Sumatra Barat, Vasko Ruseimy.

Hal itu diketahui dari unggahan di akun Instagram @vasco_ruseimy dilansir pada Minggu (07/12/2025). 

Di unggahan itu, tampak Wagub Vasco sedang melakukan video call dengan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

Vasco menyampaikan bahwa donasi dari Raffi Ahmad sudah sampai di tangannya. Ia juga berdoa agar bisa menyalurkan bantuan itu dengan baik.

“Ini karena kedekatan hati saya sama Pak Wagub, mohon maaf ini saya secara pribadi langsung kasih ke Pak Wagub saja, karena saya yakin Pak Wagub amanah nanti biar sampai ke titik-titiknya yang memang membutuhkan, Pak Wagub kan lebih paham,” ujar Raffi Ahmad.

“Kita lagi lihat pengungsian sama temen-temen Rans, aa makasih ya, ini udah kami terima bantuannya aa, mudah-mudahan nanti kami bisa salurkan,” ujar Wagub Vasco.

Raffi juga meminta maaf lantaran belum bisa mendatangi lokasi banjir dan longsor di Sumatera. 

Namun, ia berjanji akan datang menemui para korban banjir untuk memberikan support.

“Maaf kami belum ke sana, kalau misal kondisi udah baik, kita support untuk healing traumanya,” ujar Rafi.

Sementara itu, Wagub Vasko juga mengungkap rencananya untuk merelokasi rumah beberapa warga yang hanyut di pinggir sungai. 

Sementara ini, ia akan membuat hunian sementara dengan uang dari Raffi Ahmad dan pemerintah.

Lebih lanjut, Wagub Vasko juga memuji presenter yang dijuluki Sultan Andara tersebut.

Ia memuji ketulusan dan sikap baik Raffi Ahmad yang begitu peduli dengan korban bencana banjir di Sumatra.

“Tanpa banyak bicara, sahabat kami @raffinagita1717 secara pribadi langsung ikut berkontribusi 5 miliar untuk membantu proses pemulihan pasca bencana.”

“Terima kasih atas kepedulian dan solidaritas yang tulus dari para sahabat. Kebaikan seperti inilah yang menguatkan kami bahwa gotong royong dan rasa persaudaraan akan selalu hidup di tengah duka,” tulisnya.

Melihat Raffi Ahmad kirim bantuan Rp5 miliar untuk korban banjir Sumatra, netizen langsung ikut memberi pujian. Banyak yang salut dengan kebaikan hati Raffi dan Nagita Slavina.

“Masyyallah makasi rans bg rafi udh bantu kampung kami di Padang,” tulis akun @liz***.

“Gapernah koar koar, tiba-tiba nyumbang 3 provinsi sekaligus pake uang pribadi 5m 5m jadikan aku kaya juga ya Rabb, mau banyak berbagi seperti orang ini,” tambah akun @syi***.

“Thank u @raffinagita1717 sudah membantu Sumatera barat semoga sumbangan ini amanah dan di salurkan dengan baik,” tambah akun @yan***.

Sekadar informasi, Raffi Ahmad diketahui berdonasi Rp5 miliar untuk tiga provinsi yang terdampak banjir bandang yakni Sumatra Barat, Sumatra Utara dan Aceh. Jika ditotal, Raffi memberikan bantuan sejumlah Rp15 miliar. 

Korban Meninggal Menjadi 753 Orang

Hingga Rabu (3/12/2025) pagi jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) mencapai 753 orang.

Padahal pada Selasa (2/12/2025), BNPB mencatat jumlah korban yang meninggal 708 jiwa.

Dengan demikian terjadi penambahan korban meninggal sebanyak 45 orang.

Kemarin Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan selain korban meninggal dunia, tercatat 499 orang masih hilang.

“Sore ini untuk hasil pencarian dan pertolongan secara umum, meninggal dunia 708 jiwa. Hilang masih dilaporkan 499 jiwa,” kata pria yang akrab disapa Aam itu di Posko Terpadu Penanganan Bencana Alam Aceh yang disiarkan langsung di kanal Youtube BNPB Indonesia, Selasa (2/12/2025) sore.

Ia merinci, di Sumatera Utara korban meninggal dunia mencapai 294 jiwa dan 155 jiwa lainnya dilaporkan masih hilang.

“Ini untuk wilayah paling terdampak ada Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Tapanuli Utara,” kata Aam.

Per hari ini, Rabu (3/12/2025), jumlah korban meninggal sudah mencapai 753 orang.

“Jumlah meninggal dunia 753 jiwa, hilang 650 jiwa, dan korban luka-luka 2.600 jiwa,” demikian tertulis di data Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Sumatera Tahun 2025, Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB), Rabu (3/12/2025).

Sementara itu sebanyak 3.600 rumah rusak berat dan  2.100 rumah rusak ringan.

Banjir bandang dan tanah longsor mengakibatkan sejumlah fasilitas umum yang rusak, termasuk fasilitas pendidikan dan tempat ibadah. 

“Jembatan 39,34 persen mengalami kerusakan, fasilitas ibadah 16,97 persen, fasilitas pendidikan 42,5 persen, dan fasilitas kesehatan 1,18 persen,” tulis data Pusdatin BNPB. 

Jumlah pengungsi per hari ini mencapai 106.200 di Sumatera Barat, 538.000 di Sumatera Utara, dan 1,5 juta warga Aceh. 

Sebanyak 141.800 warga Sumbar yang terdampak, 1,5 juta di Aceh, dan 1,7 juta di Sumut. 

Sehingga total yang terdampak bencana banjir di3 provinsi ini sebanyak 3,3 juta jiwa.

Kerugian Triliunan Rupiah

Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menyampaikan perkiraan jumlah kerugian di Provinsi Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh yang dilanda banjir dan tanah longsor.

CELIOS adalah lembaga penelitian independen di Indonesia yang berfokus pada isu-isu ekonomi dan hukum, serta kebijakan publik.

Bencana alam di Sumatra berdampak tidak hanya pada ekonomi regional, tetapi juga nasional. 

Pada skala nasional, bencana ini menyebabkan penurunan produk domestik bruto (PDB) hingga Rp 68,67 triliun atau setara dengan 0,29 persen.

PDB adalah total nilai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dari semua sektor dalam periode tertentu, biasanya dalam satu tahun atau per triwulan.

Angka kerugian itu mencakup kerusakan rumah penduduk, kehilangan pendapatan rumah tangga, rusaknya fasilitas infrastruktur jalan dan jembatan, serta kehilangan produksi lahan pertanian yang tergenang banjir bandang maupun tertimbun tanah longsor.

Menurut CELIOS dalam laporannya yang bertajuk Dampak Kerugian Ekonomi Bencana Banjir Sumatera dengan data yang diperoleh per 30 November 2025, kerugian di tiga provinsi yang dilanda banjir mencapai triliunan rupiah.

Rinciannya adalah Aceh mengalami kerugian sebesar Rp2,04 triliun, Sumatra Utara Rp2,07 triliun, dan Sumatra Barat 2,01 triliun. Total kerugian di tiga provinsi itu terbilang fantastis, yakni mencapai Rp 6,12 triliun.

(PasarModern.com/Tribunnews.com)