Mikhail Kalashnikov Menyesal Atas Jutaan Jiwa yang Tewas oleh Senjata Buatannya

Posted on



Mikhail Kalashnikov dikenal sebagai tokoh penting dalam dunia senjata. Senjata yang diciptakannya, AK-47, menjadi sangat terkenal di seluruh dunia. Namun, ternyata hal ini juga membuat sang pencipta merasa menyesal.

Sejarah dan Perkembangan AK-47

AK-47, singkatan dari Avtomat Kalashnikova 1947, adalah senjata otomatis yang dirancang oleh Mikhail Kalashnikov. Awalnya, tujuan Kalashnikov dalam menciptakan senjata ini bukan untuk melukai orang, melainkan untuk mempertahankan tanah air. Namun, seiring berjalannya waktu, senjata ini menjadi simbol kekerasan dan kematian yang menghancurkan.

Senjata ini memiliki desain yang sederhana namun sangat efektif. AK-47 bisa digunakan di berbagai medan seperti pasir, air, es, dan hutan. Keunggulan utamanya adalah kemampuannya untuk tetap bekerja meski dalam kondisi yang tidak ideal. Bahkan, beberapa cerita menyebutkan bahwa senjata ini bisa kembali hidup setelah terendam dalam air atau terkubur.

Selain itu, AK-47 mudah dipelajari penggunaannya. Siapa pun bisa belajar menggunakan senjata ini hanya dalam waktu dua hingga tiga menit. Hal ini menjadikannya pilihan utama bagi tentara profesional maupun pemula.

Pengaruh AK-47 di Berbagai Negara

AK-47 telah digunakan dalam banyak konflik di seluruh dunia. Dalam Perang Vietnam, tentara Amerika sering kali mengambil senjata AK-47 dari lawan mereka dan meninggalkan senjata M16 mereka. Di Rwanda, para pemberontak remaja sering membawa senjata ini. Di Sudan, ada sebuah lagu mars yang menyebutkan: “Duit tak ada, kau jadi sampah, tanpa sebuah Kalash”.

Pada tahun 1994 di Hong Kong, sebuah geng perampok perhiasan menggunakan senjata AK-47 untuk menembak mati seorang wanita dan melukai seorang polisi. Di Amerika Serikat, geng-geng perusuh di kota-kota besar juga dilengkapi dengan senjata ini. Akibatnya, pada Juli 1994, impor senjata tersebut dilarang bersama dengan 18 jenis senjata lainnya.

Versi dan Produksi AK-47

Desain AK-47 awalnya berasal dari Izhmash, pabrik senjata di Rusia. Seluruh negara-negara Sekutu Uni Soviet diberi desain ini, sehingga muncul berbagai versi AK-47. Orang Finlandia dan Israel membuat versi sendiri. Bahkan, senjata Cekoslowakia, model 58, dibuat mirip AK agar laku di pasar. Kabarnya, sudah puluhan juta buah senjata diproduksi dengan gaya Kalashnikov.

Kehidupan Mikhail Kalashnikov

Meskipun AK-47 terkenal di seluruh dunia, kehidupan Kalashnikov jauh dari kesenangan dan ketenaran. Para tetangganya di Izhevsk, kota berpenduduk sekitar 600 ribu jiwa, hanya mengenalnya sebagai pegawai negeri biasa. Royalti yang diperolehnya sebagai penemu AK-47 hanya 41 rubel (1995), padahal sudah puluhan juta buah senjata yang dimodifikasi dari rancangannya.

Kalashnikov tinggal sendirian di akhir hidupnya. Ia hidup secara sederhana dalam rumah kecil sejak 1949. Lebih dari 50 tahun lamanya ia mengabdikan diri sebagai pekerja di pabrik senjata Izhmash yang punya karyawan 2.000 orang.

Hobinya Berburu

Di masa tuanya, Kalashnikov menghabiskan waktunya dengan berburu moose, sejenis rusa besar, bersama teman-temannya. Ia sering melakukan perjalanan ke kaki Pegunungan Ural, sejauh 150 km. Penduduk desa yang awalnya tidak tahu apa-apa tentang pekerjaannya pun membangun patungnya. Menurutnya, senjata ini dirahasiakan selama tujuh tahun pertama produksinya.

Penyesalan dan Harapan

Ketika ditanya mengapa banyak tentara menggunakan senjata rancangannya, ia menjawab bahwa dirinya tahu persis apa yang diinginkan oleh seorang tentara — seperti dirinya. Mereka membutuhkan senapan yang mudah dibersihkan dan tidak terlalu rumit. Ia juga mengakui bahwa M16 jauh lebih rumit daripada senjata ciptaannya.

Namun, Kalashnikov mengungkapkan penyesalannya atas korban jiwa yang terjadi akibat senjata ini. Ia berharap para politikus bekerja dengan hati-hati agar senjata-senjata tidak jatuh ke tangan yang salah.

Kehidupan yang Tidak Bahagia

Tidak bahagia, itulah perasaan Kalashnikov saat melihat banyak nyawa manusia yang hilang karena senjata yang dia ciptakan. Ia berusaha mengelak ketika ditanya tentang hal ini, mengatakan bahwa manusialah yang membunuh, bukan senjata. Jika tidak menggunakan AK-47, mereka pasti akan menggunakan senjata lain.

Akhir Hayat

Mikhail Kalashnikov meninggal dunia pada 23 Desember 2013 dalam usia 94 tahun. Dia meninggal setelah lama sakit. Kematiannya diumumkan langsung oleh kantor kepresidenan di wilayah Udmurtia, tempat dia tinggal dan bekerja selama ini. Bagi Rusia, Kalashnikov ibarat pahlawan, meskipun senjata rancangannya identik dengan pembunuhan yang serampangan. Kalashnikov menjadi salah satu simbol kebanggaan masa lalu militer Moskow.