Penemuan Jasad Wanita Muda di Lahan Kosong
Seorang wanita muda ditemukan tewas di lahan kosong di belakang Gudang Tiki Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Saat ini, penyelidikan terhadap penyebab kematian korban masih berlangsung. Pihak kepolisian sedang memastikan identitas asli dari korban tersebut.
Kanit PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKP Citra Ayu mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) untuk memastikan identitas asli korban. “Kami dapat membenarkan yang bersangkutan ini merupakan salah satu terapis di salah satu tempat spa di daerah Pejaten, Jakarta Selatan,” kata Citra kepada wartawan.
Namun, terdapat perbedaan antara foto KTP dengan wajah korban saat ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP). “Karena memang yang ditemukan di TKP dengan aslinya ada sedikit perbedaan. Jadi kami perlu mendalami lebih lanjut, nanti kami akan berkoordinasi dengan Dukcapil,” ujar Citra.
Suara Teriakan Perempuan
Kapolsek Pasar Minggu Kompol Anggiat Sinambela mengatakan bahwa sempat terdengar suara teriakan perempuan di belakang ruko Pejaten Office Park sekitar pukul 04.00 WIB. Hal ini terungkap setelah polisi menginterogasi saksi berinisial AM yang merupakan satpam di ruko tersebut.
“Saksi AM mendapat informasi bahwa penghuni ruko mendengar suara perempuan berteriak berada di belakang ruko Pejaten Office Park,” kata Anggiat. AM lalu mencoba mencari sumber suara tersebut dan meminta saksi lainnya berinisial U. Keduanya lalu mengecek bagian belakang Gudang Tiki dengan menggunakan tangga karena tertutup tembok setinggi tiga meter.
“Setelah saksi U mengambil tangga, selanjutnya melihat adanya seorang perempuan tergeletak,” ungkap Kapolsek. U sempat berusaha memanggil wanita tersebut, namun tidak ada jawaban. Ia pun memutuskan untuk melaporkan penemuan mayat itu ke Polsek Pasar Minggu.
Sosok Pendiam
Sosok wanita muda yang disebut RTA, terapis muda di Delta Spa Pejaten yang ditemukan tewas dikenal pendiam. Sebelum meninggal, ternyata wanita tersebut sempat curhat terkait tekanan yang dialaminya di tempat kerja. Diketahui, RTA yang disebut wanita bawah umur tersebut baru sekitar sebulan bekerja di Delta Spa Pejaten.
Sebelumnya, wanita tersebut bekerja sebagai terapis di Bali. “Menurut keterangan, delapan bulan itu di Bali, habis itu dimutasi ke situ (Delta Spa Pejaten) baru satu bulan. Jadi dipindahkan dari Bali,” kata Ardian, Selasa (7/10/2025).
Berdasarkan kesaksian rekan kerja sesama terapis, korban dikenal sebagai sosok yang pendiam. “Orangnya banyak berdiam diri, karena dia masih baru, di situ masih baru. Sempat akhir-akhir kemarin itu, sempat agak menyendiri, sempat berdiam diri,” ujar Ardian.
Penyidik Memeriksa 15 Saksi
Penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan telah memeriksa 15 saksi terkait kasus kematian terapis wanita berinisial RTA. Satu dari 15 saksi yang diperiksa yaitu manajer Delta Spa, tempat korban bekerja. “Sudah 15 saksi kita periksa. Manajer sudah kita periksa,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ardian Satrio Utomo, Selasa (7/10/2025).
Ardian menjelaskan, pihaknya masih mendalami motif korban minggat alias meninggalkan mess terapis. Menurut Ardian, manajer Delta Spa juga mengaku tidak mengetahui alasan korban keluar dari mess. “Motif korban keluar masih kita dalami, karena ada beberapa keterangan yang masih harus kita penuhi. Manajer nggak tahu motifnya apa dia keluar,” ungkap Kasat Reskrim.
Curhat Korban Alami Tekanan
Fahrul Rozi, kakak dari RTA, mengungkapkan bahwa adiknya sempat mencurahkan isi hati tentang tekanan yang dialaminya di tempat kerja. Salah satu hal yang paling mencolok adalah permintaan pembayaran denda sebesar Rp 50 juta jika RTA ingin berhenti bekerja dari tempat spa tersebut. “Intinya kalau mau keluar dari kerjaan harus bayar denda Rp 50 juta,” ujar Fahrul kepada wartawan pada Rabu (8/10/2025).
Fahrul juga menyampaikan bahwa keluarga sempat melarang RTA untuk bekerja jauh dari rumah. Namun, larangan itu tidak digubris oleh korban yang bersikeras ingin mandiri dan membuktikan kesuksesannya demi membahagiakan sang ibu. Awalnya, keluarga mengira RTA akan bekerja di wilayah Indramayu, tetapi ternyata ia memilih bekerja di Jakarta sesuai dengan keinginannya.
Identitas Berbeda
Kanit PPA Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Citra Ayu, membenarkan bahwa korban merupakan salah satu terapis di tempat tersebut. Sementara, identitas asli korban terdapat perbedaan data antara yang ditemukan di lokasi kejadian dan data resmi. “Terkait penemuan jenazah wanita, kami dapat membenarkan bahwa yang bersangkutan ini merupakan salah satu terapis di salah satu tempat spa di daerah Pejaten, Jakarta Selatan,” ujar Citra.
Selain itu, polisi juga menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium dari RS Polri Kramatjati untuk mengetahui penyebab pasti kematian RTA. “Korban setelah ditemukan langsung kami bawa ke RS Polri. Sudah dilakukan permohonan otopsi, dan juga diambil sampel organ tubuhnya untuk diketahui penyebab kematiannya,” jelas Citra.
Dugaan Awal dan Penyelidikan Polisi
Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo, menduga kuat bahwa korban jatuh atau melompat dari lantai lima gedung Delta Spa. Terdapat jejak telapak kaki di dinding sebelah gedung, mengarah pada kemungkinan korban naik ke atas beton panjang sebelum terjatuh sekitar pukul 03.00 WIB.
Polisi telah memeriksa sejumlah rekan kerja korban dan mengamankan barang bukti untuk dianalisis. Hasil autopsi dari RS Polri Kramatjati masih ditunggu untuk memastikan penyebab kematian.
Misteri yang Belum Terpecahkan
Hingga kini, polisi belum dapat memastikan apakah korban tewas akibat kecelakaan atau tindakan pidana. Tidak ditemukan adanya konflik antara korban dan rekan kerjanya, sehingga dugaan keterlibatan pihak internal masih lemah. Namun, suara jeritan yang terdengar sebelum penemuan jasad menambah teka-teki dalam kasus ini.
Apakah ada hubungan dengan pihak eksternal? Publik menanti hasil penyelidikan lebih lanjut dan autopsi yang dapat mengungkap kebenaran di balik kematian tragis RTA. Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan terhadap pekerja muda, terutama mereka yang rentan dan berada dalam lingkungan kerja yang tertutup.
