Gerbong Wanita di Kereta Rell Listrik (KRL): Keamanan atau Bahaya?
Gerbong khusus untuk perempuan dalam Kereta Rell Listrik (KRL) memiliki tujuan untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi para penumpang wanita. Biasanya, gerbong ini berada di bagian paling depan dan paling belakang dari rangkaian kereta. Namun, pengalaman nyata menunjukkan bahwa tidak semua penumpang merasakan hal yang sama.
Pengalaman Pribadi di Gerbong Wanita
Sebagai penumpang KRL sejak tahun 2020, saya merasa bahwa memilih gerbong wanita di jam berangkat dan pulang kerja bukanlah pilihan yang tepat. Saat pagi hari, kepadatan penumpang sangat tinggi, dan banyak perempuan yang juga ingin masuk ke gerbong tersebut. Ketika ramai, sulit untuk bertahan dan mendapatkan posisi yang nyaman. Begitu juga saat pulang kerja, penumpang biasanya lelah dan rentan emosi, sehingga terjadi saling dorong dan bahkan jatuh.
Saat sedang mengandung Adinda, saya pernah berdiri sepanjang perjalanan. Di depan saya ada ibu-ibu, namun dia hanya menunduk sambil menggunakan gawainya. Akhirnya, saya berhasil berdiri sampai ke tempat tujuan. Tidak jarang, penumpang lain tidak memberi ruang, meskipun mereka melihat kondisi saya.
Tidak Semua Penumpang Menjaga Kesopanan
Beberapa teman juga mengeluh tentang pengalaman serupa. Seorang teman perawat dari Citayam berkata, “Kamu salah kalau memilih gerbong wanita pas jam berangkat kerja. Justru lebih tegaan di gerbong wanita! Kalau di gerbong campur setidaknya yang bapak-bapak bisa nahan diri untuk ga terlalu mepet atau bersandar sama kita ya. Kalau di gerbong perempuan ya nempel, nimpa ya nimpa saja.”
Sementara itu, seorang teman dari Tangerang bercerita tentang kesulitan mencapai kursi prioritas saat hamil besar. “Kursi prioritas ada diberikan tapi menuju ke kursi prioritasnya sulitnya minta ampun,” katanya.
Masalah Tambahan: Tangga dan Lift
Selain kepadatan di gerbong, ada masalah tambahan yang membuat was-was, yaitu ketika lift atau eskalator sedang rusak. Hal ini memaksa penumpang harus menaiki tangga, yang cukup melelahkan. Bagi ibu hamil besar, orang dengan nyeri lutut, atau penumpang dengan masalah syaraf, menaiki tangga menjadi beban berat.
Tips Aman Menggunakan KRL di Jam Sibuk
Untuk menghindari situasi yang tidak nyaman, berikut beberapa tips:
- Waktu yang Tepat: Berangkat lebih awal, sekitar pukul 06.00, akan lebih aman. Jika sudah pukul 06.30, kereta sudah sangat ramai. Saat pulang kerja, pukul 16.30 hingga 17.00 masih relatif sepi. Hindari waktu di atas 17.10 karena penumpang sudah penuh.
- Hormati Penumpang yang Turun: Prioritaskan penumpang yang turun terlebih dahulu.
- Pilih Posisi yang Nyaman: Setelah masuk ke dalam kereta, pilih posisi agak di dalam, bukan di tengah pintu masuk dan keluar.
- Berdiri dengan Stabil: Pastikan pijakan kaki mantap dan hindari jinjit atau menginjak barang orang lain.
- Hindari Mengangkat Tas Berat: Jika memiliki riwayat nyeri tulang belakang, hindari membawa ransel selama perjalanan. Taruh tas di bawah kaki atau di kabin atas.
- Perhatikan Keberadaan Security: Jika membutuhkan bantuan, mudah untuk memanggil security.
Membuat Gerbong Wanita Lebih Nyaman
Gerbong wanita seharusnya menjadi tempat yang nyaman bagi sesama perempuan. Namun, tidak jarang terjadi gesekan akibat kepadatan dan kurangnya kesadaran. Mari kita jadikan gerbong ini sebagai ruang yang saling menghargai. Jangan sampai kita menjadikannya tempat untuk saling dorong dan geser.
Ingat, di antara penumpang wanita mungkin ada yang sedang menstruasi, hamil muda, atau lansia yang tidak terlihat. Dengan kesadaran dan sikap saling menghormati, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan aman.
Semoga melalui tulisan ini, kita bisa lebih peka terhadap sesama perempuan di dalam gerbong wanita. Apakah kamu juga merasakan hal yang sama? Bagikan pengalamamu di kolom komentar.
