Maarten Paes Jadi Harapan di Laga Indonesia vs Saudi, Kamis 9 Oktober Pukul 00.15 WIB Live RCTI

Posted on

Jelang Laga Indonesia vs Arab Saudi, Maarten Paes Jadi Harapan Utama

Timnas Indonesia sedang menghadapi dua laga penting dalam putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dua pertandingan ini akan menjadi penentu nasib tim dalam kompetisi yang semakin ketat. Tim Garuda akan menghadapi Arab Saudi di Stadion King Abdullah Sports City, Jedah, pada Kamis (9/10) pukul 00.15 WIB. Tiga hari kemudian, Indonesia akan melawan Irak pada Minggu (12/10) pukul 02.30 WIB.

Situasi di sektor penjaga gawang kini menjadi perhatian utama setelah cedera Emil Audero mengguncang skuad Garuda. Cedera yang dialami oleh kiper yang biasanya menjadi andalan membuat Patrick Kluivert harus mencari solusi cepat. Pilihan paling logis jatuh kepada Maarten Paes, meskipun kondisi kiper FC Dallas itu juga tidak ideal karena baru sembuh dari cedera hamstring yang membuatnya absen selama dua bulan terakhir.

Dilansir dari Transfermarkt, Maarten Paes terakhir kali merumput pada 26 Juli saat Dallas menjamu New York City. Ia kemudian menghabiskan tujuh laga berikutnya di ruang perawatan klub Amerika Serikat. Ia baru kembali pada laga Dallas vs LA Galaxy, Minggu (5/10/2025) pagi ini, tetapi hanya sebagai pemain cadangan. Sesaat setelah laga MLS itu, Paes langsung terbang menuju Jeddah untuk bergabung dengan timnas.

Di timnas Indonesia, Patrick Kluivert mengindikasikan bahwa Paes akan menjadi nomor satu, tetapi dengan persaingan ketat dari kiper lokal. “Emil keluar, Maarten datang tentu saja. Tapi Nadeo (Argawinata, Red) yang melakukan pekerjaan dengan sangat baik di Borneo sebagai kapten. Itu kompetisi yang bagus juga untuk Maarten dan Nadeo, itulah yang kami inginkan,” ujarnya.

Namun, di balik situasi yang tampak genting itu, publik Indonesia masih punya alasan untuk percaya. Sebab, Paes bukanlah sosok asing bagi Arab Saudi. Ia pernah menjadi figur kunci dalam dua pertemuan sebelumnya pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Semua berawal pada 5 September 2024. Saat itu, Paes menjalani debutnya bersama timnas dalam laga tandang ke markas Arab Saudi di Jeddah.

Tekanan besar langsung menghampiri: ribuan suporter tuan rumah, cuaca panas, dan debut di ajang sebesar Kualifikasi Piala Dunia. Di menit ke-77, Paes sempat menjadi sorotan setelah melakukan pelanggaran terhadap Firas Al-Buraikan di kotak penalti. Penalti pun diberikan untuk Arab Saudi. Namun momen pahit itu berubah jadi titik balik. Saat Salem Al-Dawsari mengeksekusi penalti, Paes menebak arah dengan sempurna dan menepis bola dengan tangan kirinya. Stadion Jeddah yang semula bergemuruh seketika terdiam.

“Dari villain menjadi saviour,” tulis VnExpress International dalam ulasannya, menggambarkan bagaimana Paes menebus kesalahannya dengan aksi heroik. Sepanjang sisa laga, ia tampil gemilang, menahan tembakan jarak jauh Mohammed Kanno dan menggagalkan peluang satu lawan satu di menit akhir. Indonesia berhasil menahan imbang Arab Saudi 1–1 — hasil yang kala itu terasa seperti kemenangan. Paes pun dinobatkan sebagai Man of the Match.

Pertemuan kedua melawan Arab Saudi digelar dua bulan kemudian, 19 November 2024, di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Sorotan kembali tertuju pada Paes. Indonesia membuat kejutan besar: menang 2–0 lewat dua gol Marselino Ferdinan. Tapi di balik pesta gol itu, ada peran krusial Paes yang menjaga gawang tetap steril dari kebobolan. Ia mencatatkan empat penyelamatan penting, termasuk menepis sundulan Al-Shehri di menit ke-60 yang bisa mengubah jalannya pertandingan.

Shin Tae-yong, pelatih Garuda saat itu, memuji Paes sebagai “pemimpin yang tak banyak bicara, tapi tahu kapan harus bertindak.” Bagi Paes sendiri, kemenangan di GBK menjadi momen yang tak terlupakan. “Itu malam yang spesial. Atmosfer luar biasa, dan saya merasa bangga melihat bendera Indonesia berkibar di seluruh stadion,” katanya usai laga.

Setahun berselang, situasinya berbalik. Emil Audero, yang sempat menjadi pilihan utama di bawah mistar, justru absen karena cedera otot. Kini, publik Indonesia menaruh harapan besar kepada Paes. Beban di pundak sang kiper sangat berat. Ia harus menjaga gawang tim yang sedang dalam fase transisi dan kehilangan sosok berpengalaman seperti Emil.

Namun, sejarah membuktikan bahwa setiap kali berhadapan dengan Arab Saudi, Paes selalu tampil pada level terbaiknya. Jika ia mampu mengulang performa di GBK — menjaga ketenangan di tengah tekanan — Indonesia mungkin kembali punya alasan untuk bermimpi besar.

Data Pemain: Maarten Vincent Paes

  • Tanggal Lahir: 14 Mei 1998 (27 tahun)
  • Tempat Lahir: Nijmegen, Belanda
  • Tinggi Badan: 1,92 m
  • Kewarganegaraan: Indonesia
  • Posisi: Kiper
  • Kaki Dominan: Kanan
  • Agen Pemain: SEG
  • Klub Saat Ini: FC Dallas
  • Bergabung: 07 Juli 2022
  • Kontrak Berakhir: 31 Desember 2026

Statistik di MLS 2025

  • Main: 22 laga
  • Gol Kemasukan: 43
  • Clean Sheet: 3
  • Persentase Starter: 69%
  • Persentase Menit Main: 69%
  • Total Menit Main: 1980 menit

Statistik di Timnas Indonesia

  • Debut: 9 Mei 2024
  • Usia: 26 tahun 3 bulan 22 hari
  • Main: 8 laga
  • Gol Kemasukan: 14
  • Clean Sheet: 3
  • Total Menit Main: 720 menit
  • Kartu Kuning: 2

Pertemuan Maarten Paes vs Arab Saudi

Duel 1 – JEDDAH, 5 SEPTEMBER 2024

  • Kualifikasi Piala Dunia 2026 – Arab Saudi 1–1 Indonesia
  • Lokasi: King Abdullah Sports City, Jeddah
  • Status: Debut Pertama Maarten Paes Bersama Timnas Indonesia
  • Blunder di menit 77 → pelanggaran di kotak penalti.
  • Menepis penalti Salem Al-Dawsari → momen penebusan dramatis.
  • 5 penyelamatan penting, termasuk 1 vs 1 lawan Firas Al-Buraikan.
  • Man of the Match (versi ESPN & media Indonesia).
  • Julukan media: “From Villain to Saviour”.

Duel 2 – JAKARTA, 19 NOVEMBER 2024

  • Kualifikasi Piala Dunia 2026 – Indonesia 2–0 Arab Saudi
  • Lokasi: Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan
  • Status: Kemenangan bersejarah Indonesia atas Arab Saudi
  • Clean sheet pertama Paes melawan Arab Saudi.
  • 4 penyelamatan penting di babak kedua.
  • Menunjukkan positioning dan komunikasi lebih matang.
  • Dipuji oleh pelatih Shin Tae-yong atas konsistensi dan mentalitas.
  • Kutipan Paes:
  • “Kemenangan ini untuk rakyat Indonesia. Kami percaya bisa bersaing di level tertinggi.”

Hierarki Kiper Indonesia Tanpa Emil Audero :

    1. Maarten Paes
    1. Ernando Ari
    1. Nadeo Argawinata
    1. Reza Arya