Liburan murah meriah ke Curug Pelangi Cimahi

Posted on

Tak jauh dari Kota Bandung, ada sebuah lokasi wisata alam berupa air terjun. Air terjun itu mempunyai dua nama, dikenal dengan nama Curug Cimahi atau Curug Pelangi. Curug itu sebutan dalam Bahasa Sunda untuk air terjun.

Tapi sekarang ini, orang-orang lebih sering menyebutnya Curug Pelangi Cimahi. Curug ini terletak di wilayah administratif Kabupaten Bandung Barat, tepatnya di Jalan Kolonel Masturi Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua. Posisinya dekat dengan Lembang.

Jadi curug ini bukan tereletak di Kota Cimahi. Tapi dulu disebut Curug Cimahi karena aliran air terjun tersebut mengalir ke Sungai Cimahi. Dan sekitar sepuluh tahun belakang ini, nama Curug Cimahi lebih tenar dengan nama Curug Pelangi di kalangan anak-anak muda. Hal ini dikarenakan sering terlihatnya pelangi ketika bias sinar matahari menyinari aliran air terjun tersebut.

Saat musim liburan sekolah, Curug Pelangi Cimahi ini banyak didatangi wisatawan. Namun mayoritas para pengunjungnya adalah anak-anak muda. Hal ini dikarenakan untuk mencapai lokasi air terjun tersebut dibutuhkan upaya menuruni dan menaiki anak tangga yang berjumlah  587 anak tangga.Sebetulnya, lokasi curug ini gampang dijangkau segala jenis kendaraan karena pintu masuknya berada tepat di tepi jalan raya. Para pengunjung bisa naik kendaraan pribadi (sepeda motor dan mobil), lalu parkir di area yang sudah disediakan oleh pengelola. Dan bisa juga naik kendaraan umum, yaitu angkutan pedesaan jurusan Cimahi – Cisarua.

Saya berkunjung ke Curug Pelangi Cimahi ini menggunakan sepeda motor pada hari Selasa, 23 Desember lalu bersama dengan anak bungsu. Perjalanan dari rumah saya yang berlokasi di daerah Kopo (dekat pintu gerbang tol Kopo) Bandung Selatan, hanya memakan waktu sekitar 45 mernit. Rute perjalanan ditempuh melalui Alun-Alun Bandung, lalu ke Jalan Sukajadi, masuk melewati Jalan Setiabudi lalu di depan Terninal Ledeng masuk ke Jalan Sersan Bajuri hingga bertemu dengan Jalan Kolonel Masturi.

Daya Tarik

Tujuan liburan ke Curug Pelangi Cimahi ini karena salah satu daya tariknya adalah pelangi di air terjun itu. Biasanya pelangi muncul saat sinar matahari pagi dan sore hari langsung jatuh menyorot ke aliran air terjun. Namun sayang, saat saya berkunjung di pagi hari sekitar jam 8 pagi, kondisi langit sedang mendung.

Tapi selain efek pelangi, daya tarik curug lainnya adalah pemandangan alam yang serba hijau. Lokasi sekitar curug ini banyak tumbuh pepohonan besar yang rimbun. Udara pun sangat sejuk. Gemericik air yang mengali di sungai di bawah air terjun tersebut terasa sangat sahdu.

Para pengunjung juga bisa menikmati bermain-main air di sekitar sungai, di bawah cekungan tempat jatuhnya air dari ketinggian air terjun tersebut. Airnya sendiri sangat jernih dan bening.Curug Pelangi Cimahi ini ketinggiannya mencapai 87 meter, menjadikan salah satu air terjun yang tertinggi di Jawa Barat. Tebing-tebing tinggi yang diselimuti kehijauan berbagai jenis tumbuhan seakan-akan memeluk air terjun tersebut. Pohon-pohon pinus banyak berjejer tumbuh di lereng-lereng sekitar tebing tersebut.

Fasilitas

Curug Pelangi Cimahi ini buka setiap hari dari jam 08.00 – 17.00 WIB. Tiket masuk ke curug ini sebesar Rp 22.000 per orang. Curug ini sendiri dikelola oleh Perhutani. Untuk biaya parkir kendaraan, sepeda motor sebesar Rp 5000 dan mobil sebesar Rp 10.000. Parkir ini bertempat di halaman berbagai jenis toko dan warung makanan,dan dikelola oleh juru parkir dari pihak pemerintah desa setempat.

Di Curug Pelangi Cimahi ini, terdapat fasilitas anak tangga untuk para pengunjung mencapai lokasi air terjun. Sepanjang anak tangga tersebut, dilengkapi dengan pegangan anak tangga untuk berpegangan sehingga cukup aman bagi para pengunjung. Sayangnya, tinggi anak tangga tersebut tidak nyaman karena terlalu tinggi untuk dipijak dan terlalu terjal. Saya sendiri tidak menyarankan para orang tua yang sudah sepuh untuk berkunjung lokasi curug tersebut karena lokasinya yang berat dan curam.

Sepanjang rute menuju air terjun, pihak pengelola menyediakan beberapa panggung terbuat dari besi baja untuk beristirahat para pengunjung. Panggung tersebut juga dibuat menjorok agak ke luar lereng karena diperuntukkan sebagai tempat berfoto dengan latar belakang air terjun. Namun disarankan para pengunjung, hanya boleh berempat saja berada di atas panggung tersebut.Untuk sampai ke lokasi air terjun di bawah, perjalanan menuruni anak tangga lumayan cepat. Hanya sekitar 30 menit saja. Mungkin karena jalannya menurun. Tapi saat perjalanan pulang, memakan waktu sekitar 60 menit atau lebih karena perjalanannnya naik mendaki anak tangga hingga ke atas.Saat tiba di lokasi air terjun, para pengunjung bisa berisitrahat dengan duduk-duduk di sekitar tepian  aliran air sungai, Ada bangku-bangku kayu untuk duduk. Ada juga gazebo untuk berteduh kalau ada hujan. Selain itu, toilet umum ada tersedia dan cukup bersih. Bagi umat muslim, disediakan juga mushola.

Jika haus dan lapar, tapi lupa bawa bekal, jangan khawatir. Ada 2 warung di lokasi air terjun. Warung tersebut menjual makanan seperti mie rebus, aneka gorengan, kue dan roti. Minuman pun dijual di warung-warung tersebut. Jangan khawatir, harganya sangat murah. Dengan Rp 25.000, sudah membuat perut kenyang untuk menikmati mie rebus, lima buah gorengan, dua botol air mineral dan secangkir kopi.

Kegiatan yang bisa dilakukan

Sesampainya di bawah air terjun, tentunya kegiatan utama yang dilakukan adalah bermain air. Terpaan percik butiran air yang mengenai muka terasa sangat menyegarkan. Butiran air itu terbang dihembus oleh angin lalu secara lembut menyentuh muka dan sekujur tubuh.Anak saya kadang berteriak ketika tidak lagi butiran air halus yang menerpa tubuhnuya tetapi semburan air yang cukup besar ketika angin berhembus kencang membawa butirana air terjun. Padahal anak saya dan pengunjung lainnya, bermaian air itu masih cukup jauh dari lokasi cekungan kolam tempat air terjun jatuh ke bawah lalu memgalir menjadi sebuah aliran sungai kecil,.

Banyakp para pengunjung, termasuk saya dan anak merasa betah bermain-main di aliran sungai di dekat jatuhnya aliran air terjun tersebut. Muka sengaja dihadapkan ke arah air terjun. Berharap ada hembusan angin yang membawa percik air. Duduk berlama-lama di batu-batu sambil menatap air terjun dan pemandangan sekeliling sungguh tak membosankan. Selama hampir 2 jam bermain air tersebut membuat waktu tidak terasa.Sebetulnya masih betah, tapi perut tidak bisa diajak kompromi. Hingga akhirnya, saya dan anak memutuskan untuk beristirahat dan makan di warung. Setelah mengambil beberapa foto, kami berdua menuju lokasi warung yang paling dekat dengan aliran sungai. Saat itu, kami menyadari terrnyata baju yang dikenakan itu sebagian basah karena terpercik oleh hembusan air terjun.Ketika matahari mulai meninggi, sepertinya harus segera pulang. Langit terlihat mendung. Awan tebal menghitam terlihat bergerak terbawa angin. Padahal, sebetulnya masih betah berlama-lama. Tapi baiklah, suatu waktu nanti bakal kembalil lagi ke sini.Liburan ke Curug Pelangi Cimahi ini, Hemat Biaya Liburan. Hanya bermodal bensin sebanyak 3 liter,  motor sudah bisa pulang pergi mengantar liburan. Harga tiket masuk yang murah dan harga makanan minuman di warung pun murah pula. Murah meriah tapi membahagiakan.