Laporan Tahunan Prabowo-Gibran: Bantuan Sosial dan Insentif Jaga Daya Beli Masyarakat

Posted on

Berbagai Insentif dan Bantuan Sosial yang Diberikan Pemerintahan Prabowo-Gibran dalam Setahun Terakhir

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka selama setahun terakhir telah menghadirkan berbagai insentif dan bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat. Program-program ini dirancang untuk meringankan beban kehidupan masyarakat, menjaga daya beli, serta meningkatkan kualitas hidup. Berikut adalah beberapa program bansos dan insentif yang diberikan:

1. Bantuan Langsung Tunai (BLT) Tambahan

BLT tambahan merupakan salah satu bansos yang diluncurkan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto pada Jumat (16/10/2025). Besaran BLT tambahan sebesar Rp 300.000 per bulan untuk tiga bulan sekaligus, sehingga totalnya mencapai Rp 900.000 per keluarga penerima manfaat (KPM). Pencairan BLT tambahan dapat dilakukan melalui bank Himbara dan PT Pos Indonesia. Total anggaran yang disalurkan mencapai Rp 30 triliun untuk 35,04 juta KPM.

2. Diskon Tarif Listrik Awal Tahun

Pemerintah memberikan diskon 50 persen bagi pelanggan dengan daya listrik hingga 2.200 VA selama dua bulan, yaitu Januari dan Februari 2025. Diskon ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat, terutama rumah tangga yang konsumsinya menyumbang lebih dari 50 persen ekonomi Indonesia. Jumlah pelanggan yang mendapat diskon mencapai 81,4 juta orang.

3. Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk Sektor Formal

Pemerintah memberikan BSU sebesar Rp 600.000 kepada 15,2 juta pekerja di sektor formal. Program ini berlaku untuk dua bulan, yaitu Juni dan Juli 2025, dengan penyaluran terakhir dilakukan pada Agustus 2025. Besaran BSU adalah Rp 300.000 per bulan. Syarat penerima BSU antara lain terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan memiliki gaji maksimal Rp 3,5 juta atau sesuai UMK/UMP wilayah.

4. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau Bantuan Sembako

BPNT adalah program bansos reguler yang disalurkan oleh Kementerian Sosial. Hingga saat ini, BPNT telah sampai pada penyaluran tahap keempat tahun 2025. Setiap KPM berhak menerima bantuan sebesar Rp 200.000 per bulan, atau total Rp 600.000 yang dicairkan sekaligus. Penyaluran dilakukan melalui bank Himbara dan kantor pos.

5. Bansos Program Keluarga Harapan (PKH)

PKH adalah bansos yang bertujuan untuk membantu keluarga miskin dan rentan agar dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka. Pencairan PKH saat ini memasuki kuartal IV-2025. Besaran bantuan PKH bervariasi tergantung kategori penerima. Contohnya, ibu hamil dan masa nifas menerima bantuan sebesar Rp 3 juta per tahun, sedangkan lansia berusia 70 tahun ke atas menerima Rp 2,4 juta per tahun.

6. Program Indonesia Pintar (PIP)

PIP adalah program pemerintah untuk siswa dari keluarga kurang mampu. Tujuan dari program ini adalah untuk mencegah putus sekolah dan menarik siswa putus kembali melanjutkan pendidikan. Besaran pencairan PIP berkisar antara Rp 450.000 hingga Rp 1,8 juta per tahun tergantung jenjang pendidikan.

7. Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah

KIP Kuliah adalah bantuan untuk pembiayaan kuliah di perguruan tinggi. Bantuan ini diberikan untuk calon mahasiswa D3, D4, dan S1 semua jurusan. Selain biaya pendidikan, ada tambahan uang saku per bulan yang besarannya tergantung dari klaster tempat mahasiswa kuliah.

8. Bantuan Beras 10 Kilogram

Program bansos beras 10 kg ini masuk dalam skema Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Program ini bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan dan daya beli masyarakat. Setiap keluarga akan menerima jatah 10 kg beras per bulan, dengan total penerimaan periode September–Desember mencapai 40 kg. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 13,8 triliun.

9. Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI JKN)

PBI JKN adalah program pemerintah yang memberikan akses layanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin dan tidak mampu. Peserta tidak perlu membayar iuran bulanan karena sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Syarat penerima PBI adalah masyarakat yang tergolong fakir miskin atau tidak mampu.

Dengan berbagai program bansos dan insentif tersebut, pemerintahan Prabowo-Gibran berupaya memberikan dukungan nyata kepada masyarakat, terutama yang berpenghasilan rendah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *