Laporan Pelecehan Terbongkar, Sahara Curhat ke Yai Mim Soal Suami

Posted on

Konflik yang Berlarut antara Yai Mim dan Sahara

Konflik antara Yai Mim, mantan dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dengan Sahara, pemilik rental mobil di Malang, masih menjadi perbincangan hangat di media sosial. Hingga saat ini, belum ada titik terang mengenai siapa yang benar dan siapa yang salah dalam perselisihan ini.

Warganet juga masih penasaran untuk mengetahui bagaimana situasi sebenarnya. Saat ini, keduanya diketahui saling melaporkan satu sama lain. Sahara melaporkan Yai Mim atas tuduhan pelecehan, sementara Yai Mim melaporkan Sahara atas pencemaran nama baik. Meski Yai Mim telah meminta maaf secara langsung kepada Sahara, proses hukum tetap berlanjut.

Curhatan Sahara pada Yai Mim

Terbaru, Yai Mim mengaku bahwa Sahara sempat curhat kepadanya dan mengeluhkan suaminya. Menurut Yai Mim, Sahara mengatakan bahwa suaminya tidak bisa lagi melakukan hubungan intim karena masalah kesehatan. “Saya tidak tahu sejauh mana dia minta perlindungan, kenapa tidak pada suaminya, Muhammad Sofyan dia kan sangat melindungi, tapi konon katanya alat seksualnya itu bisulan,” ujar Yai Mim.

Yai Mim menyarankan agar Sahara membawa suaminya ke dokter. “Nah saya bilang begini kalau bisulan ya bukan saya, bawa aja ke dokter, kalau bahasa kedokterannya itu gonorhu atau gonorhua,” kata Yai Mim.

Yai Mim Mengadu ke KDM

Kisruh antara Yai Mim dan Sahara semakin viral di media sosial. Yai Mim langsung mengadukan masalah ini ke Ketua RW depan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dedi Mulyadi mendatangi rumah Yai Mim di Perumahan Joyogrand Kavling Depag III, RT 09 RW 09, Malang, Jawa Timur.

Saat tiba, Yai Mim langsung menunjukkan batas-batas tanah yang ia klaim. “Ini tanah saya,” katanya. Awalnya, konflik dimulai dari mobil Sahara yang menghalangi akses keluar masuk Yai Mim. Konflik melebar pada tuduhan pelecehan dan penyerobotan lahan.

Meski Yai Mim mengatakan sudah berdamai dengan Sahara dan suaminya, Sofyan, ia tetap merasa tidak nyaman. “Kalau dengan mba Sahara sudah selesai. Dengan pak Sofwan sudah selesai,” katanya. Ia juga mengaku sudah meminta maaf secara langsung pada keduanya.

Pembelaan dari Ketua RW

Di hadapan Dedi Mulyadi, Yai Mim langsung mengskakmat Ketua RW 09, Wahyu. “Pak Wahyu ini yang ngusir saya. Ya ini yang ngusir saya,” katanya. Menurut Yai Mim, Wahyu menuduhnya bersalah karena identitasnya tidak sesuai dengan domisili. “Dia yang menyalahkan saya bahwa anda mengalami kesalahan fatal karena tidak punya KTP sini,” katanya.

Wahyu membela diri dengan berkata bahwa ia hanya menyarankan Yai Mim untuk mengubah identitas sesuai domisili. “Saya menyarankan anda untuk segera mengurus KTP,” katanya. Namun Yai Mim mengatakan bahwa ia sudah mencoba mengurus, tapi ditolak. “Tapi kenapa ketika diurus gak ditandatangani oleh RT sampean ?” tanya Yai Mim.

Dedi Mulyadi kemudian meminta agar permohonan Yai Mim untuk mengurus identitas segera disetujui. “Sekarang tanda tanganin aja apa susahnya,” katanya. Namun Yai Mim rupanya sudah ogah tinggal di rumah tersebut. “Gak akan aku sudah gak boleh pindah di sini,” katanya.

Tangis Pecah Yai Mim

Bahkan, Yai Mim tak kuasa menahan tangis saat istrinya, Rosyida Vignesvari, difitnah main dengan banyak kyai. Menurut Yai Mim, video pribadi mereka sering dibuat sebagai koleksi pribadi. “Biar semangat saja, kalau lagi kangen, kemarin kan dia pergi haji sendiri,” ucap dia.

Menurut Yai Mim, video itu diduga diambil dari ponselnya saat minta diperbaiki. “Pernah dan sering Mbak Sahara itu memperbaiki istri saya, bahkan saat istri saya haji pernah dibawa 10 hari ke Madura oleh anak buahnya bernama Marzuki, katanya diperbaiki. Setelah pulang ternyata gak bisa juga,” tuturnya.

Fitnah yang Menyentuh Hati

Soal fitnah yang ditujukan pada istrinya, Yai Mim mengaku kesabarannya sudah hilang. “Saya protes ini, apakah fitnah atau gak, apabila ada aspek hukum yang memenuhi saya serahkan kepada hukum. Saya kalau tidak membalas ini, lebih baik saya mati,” kata Yai Mim. Ia pun tak segan-segan memproses siapapun yang telah melecehkan istrinya.

“Saya kalau melecehkan wanita, saya akan serahkan kepala saya,” kata dia. Yai Mim kemudian meminta Sahara untuk tidak melecehkan istrinya. “Mbak sahara, Anda jangan macam-macam dengan kerhomatan saya, istriku adalah kehormatanku, istriku adalah segala-galanya bagiku,” ucapnya lagi.

Murka Yai Mim

Murkanya Mohammad Imam Muslimin atau Yai Mim, dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, tak kuasa menahan tangis saat istrinya, Rosyida Vignesvari, difitnah main dengan banyak kyai. Diketahui, kisruh tetangga antara eks dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Imam Muslimin atau akrab disapa Yai Mim, dan pemilik rental mobil di Malang, Sahara kian menjadi viral di media sosial.

Yai Mim kini mengaku masih sabar jika Sahara ingin mengambil tanah yang ia wakafkan untuk parkir mobilnya. Namun, Yai Mim hilang kesabaran saat istrinya dituduh dan difitnah berzina dengan banyak kyai. Apalagi video pribadi Yai Mim dengan istrinya juga viral di media sosial.

Rosyida istri Yai Mim pun mengatakan, dirinya mendapat kabar dari teman-temannya di Malang soal fitnah tersebut. “Saya dapat kabar dari teman-teman saya, mereka mulai menyerang pribadi kami dengan menyebar fitnah keji, salah satunya adalah diduga S menyebarkan fitnah bahwa saya main dengan para Kyai,” kata Rosyida.

Menurut Rosyidah, fitnah itu sangat meruntuhkan marwah Kyai dan pesantren. Ia juga mengatakan kalau fitnah itu disampaikan dari mulut ke mulut dan menyebar dengan cepat. Padahal menurut Rosyidah, ia tak pernah melakukan aktivitas apapun tanpa suaminya. “Saya kan sama beliau selalu ke mana-mana berdua, bahkan ke kamar mandi saja minta ditemani. Dengan siapa, kapan, coba aja sebutkan,” ucapnya.

Dengan adanya fitnah itu, kata Rosyidah, dirinya merasa sangat terhina. “Bukan cuma saya, kyai juga terhina,” ucapnya. Tak hanya itu, Rosyidah juga meminta Sahara untuk berhenti menyebarkan video pribadinya dengan Yai Mim. “Saya dapat kabar bahwa video pribadi kami disebarkan oleh mereka ke WAG, saya mohon Mba Sahara hentikan. Kalau sama kami menemukan buktinya, Yai Mim ini ada batas kesabarannya,” kata Rosyidah.